Polisi Temukan Hal Aneh dalam Kasus Perempuan Bawa Bensin ke Kantor Anies Ilustrasi - api (Antara/Istimewa)

MerahPutih.com - Penyidik kepolisian menemukan ada yang aneh dalam kasus seorang wanita membawa bensin menyelinap ke dalam kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di gedung Balai Kota Jakarta, para pukul 12.00 WIB, Selasa (27/10).

Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Kompol Gunarto menuturkan, keanehannya yakni pihak Balai Kota DKI tak langsung membuat laporan.

"Kami terima surat pemberitahuan atas kejadian di Balai Kota pada malam harinya, jam 22.30 WIB, padahal kejadiannya pagi," kata Gunarto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/10).

Baca Juga:

Karena Faktor Ini Pelaku Begal Pesepeda Sulit Terungkap

Ia menuturkan, laporan ke pihak kepolisian justru karena ramai di media massa.

"Kami mau ke sana untuk klarifikasi namun mereka cuti bersama," terang Gunarto.

Yang lebih mengherankan, pelakupun disebut Gunarto tak jelas rimbanya.

"Pelakunya entah sudah di mana. Namun kami tetap selidiki," terang Gunarto.

Kepala Biro Umum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menjelaskan, wanita tersebut menyelinap melalui gedung Blok G Balai Kota Jakarta.

Saat itu, petugas pengamanan dalam (pamdal) sempat memeriksa tas yang dibawa wanita tersebut menggunakan mesin pendeteksi.

Saat mesin tersebut mendeteksi wanita ini membawa bensin, petugas Pamdal pun meminta bantuan TNI-Polri.

"Karena melihat ibu-ibu ini memaksa dan teriak-teriak, akhirnya pamdal ini meminta bantuan dari BKO (bantuan operasional)," jelasnya.

Ilustrasi - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) bergegas meninggalkan kompleks Balaikota di Jakarta, Kamis (17/5/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aa.
Ilustrasi - Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggalkan kompleks Balaikota di Jakarta, Kamis (17/5/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aa.

"TNI-Polri dan pamdal naik ke atas karena dia memaksa mau ketemu, akhirnya teriak. Wanita itu teriak-teriak, saya akan bakar gedung itu, dia teriak seperti itu," ujar Budi.

"Akhirnya kita geledah tasnya, ternyata di tasnya itu ada bensin dan kayak karton. Akhirnya kami amankanlah bensinnya," tutur Budi.

Budi menduga, wanita tersebut mengidap gangguan jiwa.

"Kami berpikir dia sakit jiwa," ucapnya, singkat.

Namun, Budi menyatakan barang bukti berupa bensin kini diamankan pihak kepolisian.

Budi menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada pukul 12.00 WIB, Selasa (27/10) kemarin.

Kemudian wanita tersebut meminta kepada petugas setempat guna bertemu dengan Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Katanya mau mengecek surat karena memang suratnya juga aneh. Kami menduga ibu ini juga tidak waras, karena suratnya juga surat aneh, bahasanya juga tidak beraturan," ungkap Budi.

Baca Juga:

Peringatan Sumpah Pemuda, Ditreskrimsus Polda Metro Bagikan Ratusan Sembako dan Ingatkan Bahaya Hoaks

"Kami juga sebenernya, melihat itu bahasa yang tidak baik. (Struktur kalimatnya) tidak bagus. Itu memang bahasa asal dan tidak jelas itu surat apa," sambungnya.

Isi surat tersebut, lanjutnya, berisi kalimat meminta uang kepada Bank DKI Jakarta.

"Dia menyatakan mau minta duit ke Bank DKI karena dia punya uang di Bank DKI, terus karena dia mewakili polsek-polsek. Seperti itu, jadi ngaco," jelasnya.

"Terus dia (pura-pura) jadi pemimpinnya dan Rhoma Irama (Raja Dangdut) jadi wakilnya, bahasanya tidak jelas. Jadi bahasanya ngaco," tutup Budi. (Knu)

Baca Juga:

Ini Kata Polisi Soal Ciri-ciri Anarko Pembuat Onar saat Demonstrasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemendagri Tunda Pelantikan Bupati Sabu Raijua Terpilih?
Indonesia
Kemendagri Tunda Pelantikan Bupati Sabu Raijua Terpilih?

Pasalnya, kader PDI Perjuangan (PDIP) itu saat ini masih tercatat sebagai warga negara Amerika Serikat (AS).

Respon Wijaya Karya Salah Satu Manajernya Ditahan KPK
Indonesia
Respon Wijaya Karya Salah Satu Manajernya Ditahan KPK

Wijaya Karya juga mendorong bagi seluruh jajarannya untuk berkomitmen dan konsisten dalam menerapkan etika bisnis, aturan hukum

Ini Syarat Utama yang Harus Dipenuhi Pemerintah jika Ingin Lockdown
Indonesia
Ini Syarat Utama yang Harus Dipenuhi Pemerintah jika Ingin Lockdown

Rakyat juga mesti diyakinkan bahwa hidup mereka bakal baik-baik saja hampir seluruh akses ditutup.

Muhammad-Saras Miliki Modal Popularitas di Pilwakot Tangsel
Indonesia
Muhammad-Saras Miliki Modal Popularitas di Pilwakot Tangsel

Apalagi tingkat popularitas dan elektabilitas Muhammad yang juga Sekda Tangsel ini tidak terlalu buruk.

Pandemi Memotivasi Wanita Ini Wujudkan Cita-cita Jadi Pengusaha Pakaian hingga Kuliner
Indonesia
Pandemi Memotivasi Wanita Ini Wujudkan Cita-cita Jadi Pengusaha Pakaian hingga Kuliner

Modal usaha murni ia jalankan dari uang tabungan sendiri.

Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan
Indonesia
Satgas Ungkap Penyebaran Corona di Indonesia Makin Mengkhawatirkan

Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan peningkatan kasus positif corona di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Pemobil yang Tabrak SPBU Milik Wakil Walkot Solo Ditetapkan Jadi Tersangka
Indonesia
Pemobil yang Tabrak SPBU Milik Wakil Walkot Solo Ditetapkan Jadi Tersangka

Akibat kejadian tersebut petugas pengisi bensin dan konsumen mengalami luka.

Pemerintah Didesak Atasi Ketertinggalan Pendeteksian Kasus COVID-19
Indonesia
Pemerintah Didesak Atasi Ketertinggalan Pendeteksian Kasus COVID-19

Pemerintah perlu segera mengoperasikan RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Batam

PSBB di Jakarta Dinilai Gagal
Indonesia
PSBB di Jakarta Dinilai Gagal

Pergub dan peraturan bupati (perbup) juga tidak seiring sejalan.

Sudah 16 Hari Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif COVID-19
Indonesia
Sudah 16 Hari Isolasi Mandiri, Anies Masih Positif COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masih dinyatakan positif virus corona dari hasil pemeriksaan COVID-19 sebanyak 2 kali.