Polisi Tegaskan Tidak Ada Aksi Pembiusan untuk Ambil Organ Tubuh AKP Made Oka (kedua dari kanan) di Polsek Pademangan, Jakarta Utara (Foto: polri.go.id)

MerahPutih.Com - Jagat dunia maya diramaikan dengan sebuah video pendek yang diklaim sebagai modus kejahatan gaya baru dimana pelaku membius korban untuk diambil organ tubuhnya kemudian dijual.

Video viral itu disebut-sebut terjadi di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (15/3) kemarin. Dalam video itu tampak seorang perempuan mengaku kepada satpam bahwa dirinya diincar pelaku yang membawa tas plastik lengkap dengan peralatan untuk pembiusan.

Benarkah ada modus kejahatan pembiusan untuk mengambil organ tubuh seseorang kemudian dijual bisa terjadi di pusat keramaian seperti mal?

Kanit Reskrim Polsek Pademangan AKP Made Oka menegaskan bahwa tidak benar adanya modus pembiusan dalam upaya mengambil organ tubuh untuk dijual kembali.

Ilustrasi kejahatan hipnotis
Tetap kejahatan hipnotis waspada saat pada keramaian (Foto: Pexels)

"Tidak benar itu (penjualan organ tubuh). Setelah kita bawa ke kantor dan kita interogasi," kata Made saat dikonfirmasi, Sabtu (16/3).

Lanjut dia, usut punya usut kejadian tersebut terjadi karena adanya cinta segitiga diantara korban, pelaku dan suami korban. Ada perselingkuhan di sana.

Keduanya pun saling mengenal. Pelaku diketahui bernama Suntani, sedangkan korban bernama Sri Dewi Erlin.

"Masalahnya itu adalah perselingkuhan," jelasnya.

Menurut dia, kejadian ini sendiri sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak memilih tak saling melapor ke pihak kepolisian.

"Tidak ditindaklanjuti. Mereka sudah mediasi untuk damai," ungkapnya.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Rommy Jadi Tersangka, Hasto: Pedang Keadilan Itu Bergerak ke Seluruh Lini Tanpa Kecuali

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH