Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuh Pemred Media Online di Simalungun ilustrasi penangkapan (AntaraNews/Diasty Surjanto)

MerahPutih.com - Penyelidikan kasus tewasnya pemimpin redaksi (pemred) media online, Mara Salem Harahap mulai menemui titik terang. Kepolisian mengklaim menangkap terduga pelaku pembunuh Mara.

"Sudah ada yang kami amankan dan secara lengkap besok atau lusa disampaikan secepatnya," kata Kapolda Sumatera Utara, Irjen Panca Putra Simanjuntak dalam keterangannya di Medan, Kamis (24/6)

Baca Juga

Polri Diminta Profesional dan Transparan Ungkap Penembakan Jurnalis di Sumut

Dalam mengungkap kasus pembunuhan ini, kata Panca, pihaknya masih membutuhkan waktu termasuk untuk menetapkan tersangka.

"Kami sekarang bekerja dengan waktu untuk mengungkap dan menyelesaikan perkara ini yang jelas hasilnya cukup memuaskan," ujarnya.

ilustrasi korban pembunuhan (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

ilustrasi korban pembunuhan (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo)

Mantan Direktur Penyidikan KPK ini juga mengemukakan, saat ini pihaknya sedang bekerja untuk mengungkap dan menyelesaikan perkara tersebut secepat mungkin.

“Target penyelesaian secepat mungkin. Kalau ada informasi penting sampaikan kepada saya agar lebih cepat,” katanya.

Mara Salem Harahap, Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, ditemukan oleh warga telah tewas di dalam mobil miliknya tak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumut, Sabtu (19/6) dini hari.

Jenazah Marsal kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Sedangkan indentitas pelaku pembunuhan terhadap Marsal belum diketahui hingga saat ini. (Knu)

Baca Juga

Polisi Ringkus 10 Pelaku Penembakan Remaja di Taman Sari

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan
Indonesia
Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan

"Kami jemput bola dan lebih aktif. Karena di Jakarta penyebaran COVID-19 masih di atas seribu," kata Heru.

KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991
Indonesia
KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery lokomotif tahun 1953-1991 pada 1 unit lokomotif CC 201.

Wagub DKI Jawab Penilaian BPK Soal Anggaran Formula E
Indonesia
Wagub DKI Jawab Penilaian BPK Soal Anggaran Formula E

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa fee untuk penyelenggaraan Formula E yang sudah dicairkan Pemprov DKI Jakarta masih aman.

Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram
Dunia
Video Mobil Tabrak Pintu Masjidil Haram

Mobil tersebut menyelonong masuk ke plasa Masjidil Haram.

[Hoaks atau Fakta]: SPBU Sudah Tidak Layani Penjualan Pertalite
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: SPBU Sudah Tidak Layani Penjualan Pertalite

Apabila masyarakat ingin mendapatkan informasi tentang produk dan layanan pertamina. dapat menghubungi call center 135.

Sespri Edhy Prabowo Diduga Pinjam Perusahaan untuk Dapat Izin Ekspor Benur
Indonesia
Sespri Edhy Prabowo Diduga Pinjam Perusahaan untuk Dapat Izin Ekspor Benur

Peminjaman perusahaan diduga dilakukan Andreau untuk mendapatkan izin

Kampanye Jakarta Bermasker, Polisi Gunakan Video Parodi Soal Bahaya COVID-19
Indonesia
Kampanye Jakarta Bermasker, Polisi Gunakan Video Parodi Soal Bahaya COVID-19

Kampanye protokol kesehatan terus digencarkan mengingat angka penyebaran COVID-19 yang terus meninggi.

10 Ribu Warga Bandung Isolasi Mandiri, Warga Harus Disiplin Prokes
Indonesia
10 Ribu Warga Bandung Isolasi Mandiri, Warga Harus Disiplin Prokes

seluruh kasus COVID-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah dipantau oleh Puskesmas dan Tim Kewilayahan Kecamatan, Kelurahan, RW yaitu sebanyak 10.687 orang.

Minimnya Informasi Rumah Sakit Kosong Jadi Tantangan Kota Bandung
Indonesia
Minimnya Informasi Rumah Sakit Kosong Jadi Tantangan Kota Bandung

Salah satu tantangan berat yang dihadapi Pemkot Bandung ketika meledaknya kasus COVID-19 adalah minimnya informasi terkait rumah sakit kosong.

Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa
Indonesia
Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa

Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko angkat suara soal tuduhan miring terhadapnya selama ini.