Polisi Tangkap Sejumlah Pelaku Pengerusakan Kantor Bupati Keerom Lokasi pembakaran kantor di Kompleks Kantor Bupati Keerom, Arso Kota, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (1/10/2020). (ANTARA /HO-Humas Polda Papua)

MerahPutih.com - Kerusuhan terjadi di Kabupaten Keerom terjadi karena buntut aksi protes massa yang menolak hasil pengumuman hasil pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan, petugas terpaksa membubarkan massa aksi, karena upaya negosiasi tidak berjalan. Lalu massa melakukan penutupan salah satu akses jalan Trans Papua di Kabupaten Keerom, setelah insiden pengerusakan Kantor Bupati Keerom pada Kamis (1/10).

"Mereka sejak tadi malam pasca pengerusakan dan pembakaran kantor langsung palang jalan. Situasi tidak memungkinkan karena gelap, lanjut tadi pagi lakukan negosiasi namun massa menolaknya," ujar Ahmad saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (2/10).

Baca Juga

Buntut Sebutan Bencong, Mabes Polri Evaluasi Kapolres Blitar

Kamal menyampaikan, petugas terpaksa melakukan tindakan preventif pagi tadi untuk membubarkan dan membuka akses jalan yanh di tutup oleh massa yang menolak hasil CPNS.

"Massa tetap juga menolak bahkan melempari petugas. Makanya dibubarkan paksa," katanya.

Akibat insiden ini, Kamal menyampaikan terdapat empat orang yang diamankan, satu orang diamankan akibat peblokiran jalan dan tiga orang diamankan akibat tindakan pengerusakan Kantor Bupati Keerom, Papua

"Empat yang diamankan tiga sudah di tetapkan pelaku pengerusakan dan satu orang pemalangan (pemblokiran jalan)," jelasnya.

Kemudian, Kamal menjelaskan polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terksit aksi pengerusakan dan pemblokiran jalan. Sementara, untuk kondisi di lokasi saat ini sudah berangsur kondusif dan massa telah membubarkan diri dari lokasi kejadian.

Sekedar informasi, peristiwa ini terjadi pada Kamis (1/10) sekitar pukul 16.16 WIT, telah terjadi aksi pengerusakan dan pembakaran Kantor Bupati Keerom yang dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018 di Kabupaten Keerom.

Kamal menjelaskan kronologis kejadian bermula sekitar pukul 16.16 Wit sekitar 250 massa yang tidak terima dengan hasil pengumuman CPNS melakukan pengerusakan di sekitar wilayah Kantor Bupati Keerom.

Massa melempari kaca bangunan Kantor Bupati dengan batu, sehingga anggota gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta menembakan gas air mata.

Serta melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil Water Canon Polres Keerom untuk memukul mundur dan melerai massa yang melakukan pengerusakan Kantor Bupati.

Selain melakukan pengerusakan, Kamal menyampaikan sekitar pukul 16.45 Wir massa juga melakukan aksi pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor PMK, Kabupaten Keerom hangus terbakar.

"Gabungan anggota BKO Brimob Kotaraja bersama personil Polres Keerom kembali mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta mengeluarkan tembakan gas air mata untuk melerai masa yang melakukan aksi pembakaran, sehingga massa dapat dikendali dan mundur," tutur Kamal.

Baca Juga

Bank Milik Daerah Rawan Dipakai Buat Danai Petahana di Pilkada

Atas kejadian tersebut, massa juga semoat melakukan pemblokiran di Jalan Trans Papua yang sempat di tutup oleh massa.

"Kasus perusakan dan pembakaran ini dilakukan pasca pengumuman hasil CPNS Formasi 2018 Kabupaten Keerom. Kami meminta warga lainnya untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian yang terjadi saat ini," tutup Kamal. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Kota Satu-satu Masuk Zona Merah COVID-19 di Jabar
Indonesia
Ini Kota Satu-satu Masuk Zona Merah COVID-19 di Jabar

Kota Depok menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Jawa Barat yang berstatus zona merah COVID-19.

Kabareskrim Pastikan Bakal Hukum Penyidik yang Salah Gunakan UU ITE
Indonesia
Kabareskrim Pastikan Bakal Hukum Penyidik yang Salah Gunakan UU ITE

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berpesan kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto agar penegakan hukum terkait UU ITE tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

 TKA Tiongkok Masuk Indonesia, PKS: Pemerintah Tidak Peka
Indonesia
TKA Tiongkok Masuk Indonesia, PKS: Pemerintah Tidak Peka

"Pemerintah seharusnya membatasi pergerakan Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia, sebagaimana pemerintah membatasi masyarakatnya sendiri dengan PSBB, termasuk larangan mudik," ujarnya.

 MA Vonis Lepas Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan
Indonesia
MA Vonis Lepas Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan

Terpisah, kuasa hukum Karen, Soesilo Ariwibowo membenarkan bahwa kliennya divonis lepas. Namun, hingga kini tim kuasa hukum masih menunggu petikan putusan dari MA.

 Sabu-sabu 1 Ton Siap Edar Saat Pandemi Covid-19, Ketua MPR: Bandar Pesta Pora
Indonesia
Sabu-sabu 1 Ton Siap Edar Saat Pandemi Covid-19, Ketua MPR: Bandar Pesta Pora

Menurut Bamsoet, Indonesia menjadi ladang bagi jaringan internasional dalam memasarkan barang haram tersebut.

2 Ribu Lebih Warga Jakarta Meninggal Akibat Corona
Indonesia
2 Ribu Lebih Warga Jakarta Meninggal Akibat Corona

“Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.635 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.776 orang melakukan self isolation di rumah,” paparnya.

Kapolda Metro Minta Warga Tak Liburan di Akhir Bulan Ini
Indonesia
Kapolda Metro Minta Warga Tak Liburan di Akhir Bulan Ini

Menjelang libur panjang pada 28-30 Oktober 2020, potensi kenaikan kasus COVID-19 cenderung tinggi.

Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA
Indonesia
Serikat Buruh Minta Pemeriksaan Medis Menyeluruh terhadap TKA

Said Iqbal mengimbau kepada seluruh buruh dan masyarakat Indonesia agar tidak panik dengan adanya virus corona.

124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta
Indonesia
124 Ribu Tiket Kereta Laris Diborong Pelancong, Mayoritas Berwisata ke Yogyakarta

"Momen libur panjang ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pulang kampung dan berlibur. Rute yang menjadi favorit masyarakat adalah rute Jakarta ke Yogyakarta pp dan Jakarta ke Bandung pp," ujar Joni.

Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini
Indonesia
Nyaris 2.000 Polisi Dikerahkan Saat Lalu Lintas Jakarta Kembali 'Normal' Hari Ini

Penempatan personel akan dibagi menjadi dua jam pengaturan