Polisi Tangkap Satu Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Investasi Suntik Modal Alkes Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Polisi terus melakukan pengusutan kasus suntik modal penipuan alat kesehatan yang merugikan korban hingga Rp 1,2 triliun terus berlangsung.

Terbaru, Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri kembali menangkap satu tersangka kasus dugaan penipuan investasi terkait program suntik modal alat kesehatan itu.

Baca Juga

Polda NTB Buru Tersangka Penipuan Bansos COVID-19 Capai Miliaran Rupiah

"Sudah tertangkap lagi pelaku inisial DR di Villa Gunung Salak, Jawa Barat," kata Dir Tipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Selasa (21/12).

Setelah ditangkap, DR langsung ditahan. Dengan begitu, Bareskrim Polri telah menangkap dan menahan tiga orang tersangka terkait kasus tersebut.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua tersangka berinisial V dan B. V diringkus pada Jumat, 17 Desember 2021 dan B pada Sabtu, 18 Desember 2021. Peran keduanya belum dibeberkan.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 KUHP tentang Tindak Pidana Penggelapan, Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Sejumlah korban penipuan investasi suntik modal alat kesehatan dengan kerugian sekitar Rp1,2 triliun, mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/12/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.
Sejumlah korban penipuan investasi suntik modal alat kesehatan dengan kerugian sekitar Rp1,2 triliun, mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/12/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty/aa.

Kemudian, Pasal 105 dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 3 dan/atau Pasal 4 dan/atau Pasal 5 dan/atau Pasal 6 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca Juga

Empat Tersangka yang Bantu Olivia Lakukan Dugaan Penipuan Bakal Diperiksa

Sebagaimana diketahui, para korban yang merasa dirugikan sempat mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Mereka melaporkan sejumlah pihak yang dianggap melakukan penipuan.

Kasus penipuan investasi program suntik modal alat kesehatan tersebut mencuat di masyarakat lewat cuitan salah satu akun Twitter. Korban diduga mengalami kerugian mencapai Rp 1,2 triliun.

Kuasa Hukum Korban, Rihat Manullang mengatakan, pelaku dilaporkan para korban dengan dugaan penipuan penggelapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan alat pelindung diri (APD).

Dengan modusnya para korban dijanjikan keuntungan 20 persen dari setiap dana investasi yang diberikan.

Dia menjelaskan, sembilan orang kliennya mau melakukan investasi karena dijanjikan oleh terlapor dengan memainkan proyek Alat pelindung Diri (APD) PCR, dan Antigen.

"Selain sembilan ini masih banyak korban lain. Bahkan (nilai) diperkirakan sampai Rp1,2 triliun," ujarnya.

Sementara itu salah satu pelapor bernama Richard mengatakan, kalau dirinya dijanjikan sejumlah proyek kesehatan dengan keuntungan 20 persen dari investasi yang diberikan. Namun saat dia hendak mengambil modal yang diberikan oleh terlapor dipersulit.

"Saat ditanya soal proyeknya, dia selalu mengelak ketika ditanya SPK dengan alasan rahasia, saya sudah dapat keuntungan, tapi uang saya masih banyak tertahan sama dia," tutupnya. (Knu)

Baca Juga

Pengusaha Asal Bali Diduga Jadi Korban Penipuan Oknum APR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi akan Umumkan Mekanisme Vaksin Booster
Indonesia
Jokowi akan Umumkan Mekanisme Vaksin Booster

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan sendiri mekanisme "booster" vaksin COVID-19 yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (12/1).

BOR Meningkat, KSP Sudah Terima Laporan Warga Kesulitan Cari RS
Indonesia
BOR Meningkat, KSP Sudah Terima Laporan Warga Kesulitan Cari RS

Menghadapi lonjakan kasus Omicron, pemerintah sudah menyiagakan 1.011 Rumah Sakit dan 82.168 Tempat Tidur untuk pasin COVID-19.

Kota Bandung Mulai Dipadati Wisatawan, Polisi: Rata-Rata Pelat B
Indonesia
Kota Bandung Mulai Dipadati Wisatawan, Polisi: Rata-Rata Pelat B

Polda Jawa Barat saat ini menggelar penyekatan

Dinkes DKI Jamin Ketersediaan Tabung Oksigen untuk Pasien COVID-19
Indonesia
Dinkes DKI Jamin Ketersediaan Tabung Oksigen untuk Pasien COVID-19

"Pada intinya oksigen diproduksi dalam jumlah cukup," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Widyastuti

Analis Sebut IPO GoTo dan Bukalapak Tidak Bisa Dibandingkan
Indonesia
Analis Sebut IPO GoTo dan Bukalapak Tidak Bisa Dibandingkan

Masa penawaran umum saham akan berlangsung mulai 1 - 7 April 2022 dan pencatatan di Papan Utama BEI dengan kode saham GOTO dijadwalkan pada 11 April 2022.

Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan
Indonesia
Nyaris 10 Ribu Warga Gunung Kidul Terdampak Kekeringan

Selanjutnya, Kecamatan Rongkop menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan terbanyak kedua

Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Kembali Meningkat di Triwulan IV 2021
Indonesia
Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Kembali Meningkat di Triwulan IV 2021

Penilaian beberapa lembaga internasional seperti IMF, World Bank, OECD, dan ADB, ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 4,8 persen sampai 5,9 persen year-on-year (YoY) di 2022.

Kepala Dinas hingga Lurah di Bekasi Diperiksa KPK Terkait Kasus Rahmat Effendi
Indonesia
Puan Perintahkan Jajaran Polri Tumpas Pinjol Ilegal Sampai ke Akar-akarnya
Indonesia
Puan Perintahkan Jajaran Polri Tumpas Pinjol Ilegal Sampai ke Akar-akarnya

Ketua DPR RI, Puan Maharani memerintahkan jajaran Polri untuk menumpas praktik pinjaman online (Pinjol) ilegal yang merugikan masyarakat dengan melakukan penindakan tegas hingga ke akar-akarnya

Ditunjuk Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni: Demi Kepentingan Bangsa
Indonesia
Ditunjuk Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Ahmad Sahroni: Demi Kepentingan Bangsa

"Saya mau menerima amanah ini dengan satu syarat untuk kepentingan bangsa Indonesia. Karena ini branding negara yang kita musti sama-sama suksesi dalam kegiatan formula E di Jakarta," ucap Sahroni