Polisi Tangkap Direktur TV Swasta Terkait Kasus Dugaan Hoaks ilustrasi (pixabay)

Merahputih.com - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap seorang direktur televisi swasta terkait dugaan penyebaran hoaks.

"Benar," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Hariyanto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/10).

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air dalam Jumlah Banyak Justru Berbahaya

Setyo belum menjelaskan secara detail kasus yang menjerat direktur tv swasta tersebut. Termasuk soal identitas dan kronologi kasusnya.

"Besok dirilis Kapolda (Irjen Fadil Imran)," ucap Setyo singkat.

Dari informasi yang dihimpun, Direktur tv swasta tersebut ditangkap di wilayah Jawa Timur beberapa hari lalu.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Serukan Pembubaran, Fadli Zon Malah Didatangi Densus 88

Dalam penangkapan itu, 2 orang lainnya turut diciduk oleh aparat polisi.

Teranyar, Direktur tv swasta dan dua orang lainnya itu masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Perkirakan Daerah-Daerah Ini Alami Hujan Lebat Disertai Petir
Indonesia
BMKG Perkirakan Daerah-Daerah Ini Alami Hujan Lebat Disertai Petir

BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 2,5-4 meter di Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Simeulue, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung

Cara Mencegah COVID-19 Menyerang Ibu Hamil
Indonesia
Cara Mencegah COVID-19 Menyerang Ibu Hamil

Ibu hamil masuk dalam golongan rentan karena selain membutuhkan kesehatan buat dirinya, juga untuk janin di kandungan.

Anggota DPR Hillary Lasut Bantah Ditangkap Polisi Karena Narkoba
Indonesia
Anggota DPR Hillary Lasut Bantah Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Hillary Brigitta Lasut dikabarkan ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat karena kasus narkoba, pada Jumat (7/4) dini hari. Namun kabar itu dibantah oleh Hillary. Anggota DPR termuda itu menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar alias hoaks.

Kasus Tanjungbalai Disebut Sulit Dimainkan karena Ditangani "Tim Taliban"
Indonesia
Kasus Tanjungbalai Disebut Sulit Dimainkan karena Ditangani "Tim Taliban"

Perkara dugaan suap jual beli jabatan yang menjeratnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditangani oleh "Tim Taliban".

Diduga Himpun Dana Teroris, Izin LAZ ABA Sudah Dicabut Sejak Januari 2021
Indonesia
Diduga Himpun Dana Teroris, Izin LAZ ABA Sudah Dicabut Sejak Januari 2021

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Abdurrohman bin Auf (ABA) di Lampung yang diduga menghimpun dana untuk kegiatan terorisme, sudah dicabut sejak Januari 2021.

Warga Diajak Jadi Wali Asuh Ribuan Anak Kehilangan Orang Tua karena COVID-19
Indonesia
Warga Diajak Jadi Wali Asuh Ribuan Anak Kehilangan Orang Tua karena COVID-19

Anak yang kehilangan orang tua karena COVID-19 memiliki beberapa masalah psikologis seperti depresi dan emosi yang tidak stabil.

Wejangan Akbar Tanjung Agar Golkar Menang Pemilu 2024
Indonesia
Wejangan Akbar Tanjung Agar Golkar Menang Pemilu 2024

Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung memberikan wejangan kepada seluruh kader partai berlambang pohon beringin menyongsong Pemilu 2024.

Puan Tegaskan Presidential Threshold Sudah Final
Indonesia
Puan Tegaskan Presidential Threshold Sudah Final

Gugatan sejumlah pihak terkait ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ke MK mendapat tanggapan dari Ketua DPR Puan Maharani.

Bareskrim Polri Bongkar Penipuan Nasabah BNI
Indonesia
Bareskrim Polri Bongkar Penipuan Nasabah BNI

Dittipideksus Badan Reserse Kriminal Polri menangkap tersangka MBS terkait kasus dugaan tindak pidana perbankan dan penipuan.

Libur Panjang, Jumlah Pengguna KRL Meningkat
Indonesia
Libur Panjang, Jumlah Pengguna KRL Meningkat

Pada Sabtu (26/2) terdapat 370.331 penumpang dan Minggu (27/2) sebanyak 317.371 penumpang.