Polisi Tangkap Aulia Farhan 'Anak Langit' Terkait Narkoba Sabu. (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Narkoba, Polda Metro Jaya kembali menangkap seorang pemain sinetron bernama Aulia Farhan terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

"Aulia Farhan ditangkap (terkait) narkoba," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (20/2).

Baca Juga

Polisi Sebut Lucinta Luna Sudah Lama Pakai Narkoba

Yusri melanjutkan polisi menemukan barang bukti berupa satu klip sabu saat penangkapan. Selain itu, polisi juga menyita tiga unit telepon genggam. Kemudian, ditemukan juga alat hisap sabu alias bong saat penangkapan.

"Satu paket plastik kecil diduga sabu. Satu paket plastik kecil diduga bekas sabu. Ditemukan bong, ada tiga telepon genggam," katanya lagi.

Foto: Aulia Farhan (dok.istimewa)
Foto: Aulia Farhan (dok.istimewa)

Aulia dan rekannya, FP dicokok di Amaris Hotel Mampang, Jakarta Selatan. Pertama polisi menangkap lebih dulu rekan Aulia, yakni G di lobi hotel.

Baca Juga

Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Lucinta Luna Terancam Dijerat 5 Tahun Penjara

Pada saat dilakukan penangkapan, G membawa satu paket plastik diduga sabu, dan juga satu paket yang memang plastik kosong yang diduga bekas

"Kemudian dilakukan interogasi yang inisial G ini bahwa sabu tersebut itu memang perlu teman dari seseorang inisial AF. Tim lalu segera melakukan penangkapan yang bersangkutan juga sama di hotel tersebut. Kemudian ditemukan padanya ada alat-alat seperti bong untuk menghisap sabu dan beberapa barbuk lain ada 3 telepon genggam," ujarnya.

Setelah itu, Aulia dan G pun digiring ke Mapolda Metro Jaya. Dia masih diperiksa intensif pasca penangkapan. Dari pengakuan awal, Aulia mengaku cuma pemakai. Namun, polisi tak mau percaya begitu saja dan melakukan pendalaman terhadapnya.

Baca Juga

Sejumlah Artis Diduga Kuat Terlibat Dalam Jaringan Narkoba Medina Zein

"Yang bersangkutan sekarang sudah kita lakukan pendalaman di Polda Metro Jaya untuk kita lakukan pemeriksaan untuk bisa memastikan apakah yang bersangkutan memang sebagai pengguna atau masih ada lagi," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies: Imbas Pandemi COVID-19 Sebanyak 453.295 Orang Kehilangan Pekerjaan
Indonesia
Anies: Imbas Pandemi COVID-19 Sebanyak 453.295 Orang Kehilangan Pekerjaan

Selama pandemi COVID-19 kurang lebih 453.295 pekerja jadi pengangguran.

Karena Faktor Ini Pelaku Begal Pesepeda Sulit Terungkap
Indonesia
Karena Faktor Ini Pelaku Begal Pesepeda Sulit Terungkap

Polda Metro Jaya terkendala dalam pengungkapan kasus begal terhadap pesepeda karena banyak korban yang enggan melaporkan kejadian yang dialami kepada polisi.

Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka
Indonesia
Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka

Pertimbangan pembukaan kembali sekolah tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan

Sudah Penyidikan, Polisi Layangkan Surat Panggilan Pada Anji
Indonesia
Sudah Penyidikan, Polisi Layangkan Surat Panggilan Pada Anji

Anji dan Hadi Pranoto dilaporkan atas tuduhan menyebar berita bohong. Laporan muncul setelah Keduanya menghadirkan konten kontroversial yang membahas obat penangkal COVID-19.

Aktivis Papua Dibui karena Dituding Makar, Surya Anta: Ini Pesanan
Indonesia
Aktivis Papua Dibui karena Dituding Makar, Surya Anta: Ini Pesanan

Para tahanan politik tersebut dituntut kurungan penjara bervariasi mulai dari 5 sampai 17 tahun dengan pasal makar.

Kapolri Tegaskan Tak Ada Toleransi di Perkara Pesta Sabu Eks Kapolsek Astnaanyar
Indonesia
Kapolri Tegaskan Tak Ada Toleransi di Perkara Pesta Sabu Eks Kapolsek Astnaanyar

Menurutnya, ada dua sanksi yang bisa diterapkan kepada Kompol Yuni

Korban Tewas Gempa Majene Terus Melonjak, BNPB Cari Relawan
Indonesia
Korban Tewas Gempa Majene Terus Melonjak, BNPB Cari Relawan

BNPB mengajak organisasi sukarelawan untuk bersinergi dalam penanganan darurat bencana gempa

Pengemudi Bus Positif Covid-19, Bupati Majalengka Minta Desa Sadomas Lockdown 14 Hari
Indonesia
Pengemudi Bus Positif Covid-19, Bupati Majalengka Minta Desa Sadomas Lockdown 14 Hari

Pemeriksaan rapid test pada warga berlangsung di Desa Sadomas, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Selasa (2/6).

Pemerintah Jamin Indonesia Takkan Bernasib Sama dengan Wuhan
Indonesia
Pemerintah Jamin Indonesia Takkan Bernasib Sama dengan Wuhan

Menurut Yuri, kecenderungan penyakit ini secara klinis tidak seperti yang dbayangkan di Wuhan

Pemprov DKI Tolak 36.857 SIKM, Apa Saja Alasannya?
Indonesia
Pemprov DKI Tolak 36.857 SIKM, Apa Saja Alasannya?

Persyaratan untuk memiliki SIKM dengan mengisi formulir permohonan secara online melalui situs corona.jakarta.go.id