Polisi Tak Kunjung Tangkap Pengeroyok Anggota Brimob dan Prajurit Kopassus Ilustrasi. (Antara/Ist/foto google.com/)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan satu korban anggota Brimob Polri meninggal dunia.

Peristiwa ini juga membuat seorang anggota anggota TNI mengalami luka.

"Sudah ada 5 sampai 6 orang saksi yang diperiksa," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada wartawan, Senin (19/4).

Baca Juga:

Mabes Polri Ungkap Penyebab Anggota Brimob di Ambon Meninggal Setelah Vaksin COVID-19

Dia mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai kronologi kasus pengeroyokan yang sudah ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pelaku pun belum ditangkap.

"Masih dalam penyelidikan lebih lanjut," tambah Tubagus.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Jakarta Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat memberikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Agung, Minggu (23/8/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Dirkrimum Polda Metro Jaya Jakarta Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejaksaan Agung, Minggu (23/8/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Informasi yang dihimpun, sekelompok orang tak dikenal itu tiba-tiba menyerang 2 orang itu.

Diduga satu orang merupakan anggota Polri, satu lagi anggota TNI.

Dalam kejadian itu, anggota polisi mengalami luka tusuk dan tewas saat dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga:

Brimob Evakuasi Korban hingga Lakukan Pembersihan ke Lokasi Bencana NTT

Sedangkan anggota TNI masih bisa diselamatkan meski mengalami luka yang tak sedikit.

Anggota Polri yang tewas akibat pengeroyokan diduga merupakan anggota Brimob. Sedangkan, anggota TNI yang mengalami luka berasal dari Kopassus. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Anggota Brimob Jadi Korban Vaksin AstraZeneca

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Inovasi Universitas Dibutuhkan Untuk Penanggulangan COVID-19
Indonesia
Inovasi Universitas Dibutuhkan Untuk Penanggulangan COVID-19

Mahasiswa dapat membantu menggerakkan masyarakat untuk perubahan perilaku sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan.

Diminta Komjak Tangani Kasus Jaksa Pinangki, Begini Respons Pimpinan KPK
Indonesia
Diminta Komjak Tangani Kasus Jaksa Pinangki, Begini Respons Pimpinan KPK

Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango mengatakan, sejak awal mencuatnya perkara yang menjerat aparat penegak hukum, ia menyarankan agar kasus-kasus tersebut ditangani oleh KPK.

Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal
Indonesia
Setiap Tahun Katedral Kirim Hewan Kurban ke Istiqlal

Tahun ini, sedikitnya 113 lembaga dan yayasan yang akan menerima pendistribusian daging hewan kurban.

Operasi Patuh Jaya Incar Pengendara Bandel Protokol Kesehatan
Indonesia
Operasi Patuh Jaya Incar Pengendara Bandel Protokol Kesehatan

Sanksinya akan diberikan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta.

KPK Periksa General Manager Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Indonesia
KPK Periksa General Manager Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya

Pemkot Jakpus Rombak GOR dan Balai Jadi Tempat Pasien COVID-19
Indonesia
Pemkot Jakpus Rombak GOR dan Balai Jadi Tempat Pasien COVID-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menyulap gelanggang olahraga dan balai untuk dijadikan sebagai lokasi penampungan pasien terkonfirmasi COVID-19.

MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri
Indonesia
MAKI Curiga Ada Kompromi di Balik Penundaan Sidang Etik Firli Bahuri

Sidang ditunda hingga Rabu (23/9) karena Dewan Pengawas (Dewas) KPK harus mengikuti swab test.

[HOAKS atau FAKTA]: ILC Dilarang Tayang oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: ILC Dilarang Tayang oleh Pemerintah

Beredar hasil tangkapan layar sebuah narasi yang menyebutkan bahwa tayangan televisi ILC (Indonesia Lawyers Club) telah dilarang penayangannya oleh pemerintah.

RUU Minol Bisa Patahkan Budaya Masyarakat NTT
Indonesia
RUU Minol Bisa Patahkan Budaya Masyarakat NTT

Tetapi jika penjualan minuman beralkohol dilarang apakah pemerintah mau membiayai pendidikan anak-anak yang sekolah sampai kuliah?

Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi di Kasus Suap Djoko Tjandra
Indonesia
Polri Didesak Segera Tahan Tommy Sumardi di Kasus Suap Djoko Tjandra

Mabes Polri didesak untuk segera menahan tersangka Tommy Sumardi di kasus gratifikasi penghapusan red notice Djoko Tjandra.