Polisi Tak Hadir Lagi, Hakim Praperadilan Kasus Rizieq Ancam Lanjutkan Persidangan Rizieq Shihab (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). . ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

Merahputih.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan sah tidaknya penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab, Senin (1/3). Sidang siang ini beragendakan pembacaan gugatan.

Sidang ditunda karena termohon dari Bareskrim dan Polda Metro Jaya tak hadir. Sidang hanya dihadiri oleh Pemohon atau pengacara Rizieq, Alamsyah Hanafiah. Sidang dipimpin Hakim Tunggal, Suharno.

Baca Juga:

Soal Kasus FPI dan Rizieq Shihab, Kapolri Pastikan Bakal Dituntaskan

"Jadi hakim memberi kesempatan dipanggil sekali lagi dengan catatan jika tak hadir lagi maka persidangan dilanjutkan," ujar Suharno di dalam persidangan, Senin (1/3).

Dalam persidangan, pengacara Rizieq, Alamsyah sempat meminta pada hakim agar sidang praperadilan kali ini tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Termohon.

Rizieq Shihab setibanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (14-1-2021). ANTARA/Handout/aa.
Rizieq Shihab setibanya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (14-1-2021). ANTARA/Handout/aa.

Namun, hakim memilih untuk menunda persidangan lantaran Termohon dari Polri baru kali ini tak menghadiri persidangan setelah dilakukan pemanggilan. "Kewenangan tetap di majelis hakim. Terima kasih," kata Alamsyah.

Rizieq Shihab mengajukan prapreradilan guna menggugat penangkapan dan penahanannya dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, untuk kedua kalinya pada 3 Februari.

Sidang praperadilan ini telah digelar dua kali, namun Bareskrim Polri maupun Polda Metro Jaya belum pernah datang.

Baca Juga:

Brimob Jaga Ketat Sidang Perdana Praperadilan Rizieq di PN Jaksel

Pada praperadilan pertama yang diajukan Rizieq Shihab, hakim tunggal Akhmad Sahyuti menolak seluruh gugatan Rizieq.

Menurut hakim, penetapan tersangka dan penahanan mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu sudah sah secara hukum. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid
Indonesia
Tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ba'asyir Langsung Ajak Pengurus Salat di Masjid

Ba'asyir bebas murni setelah divonis 15 tahun dan menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor.

Pengunjung Gua Kalisuci Gunung Kidul Dibatasi 100 Orang, Ini Aturannya
Indonesia
Pengunjung Gua Kalisuci Gunung Kidul Dibatasi 100 Orang, Ini Aturannya

"Pengelola wajib menyiapkan sarana pendukung sebelum dibuka. Selain itu, kami berpesan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," pungkasnya

Cerita Pelaku Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja Termakan Isu Hoaks
Indonesia
Cerita Pelaku Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja Termakan Isu Hoaks

Salah satu tersangka kerusuhan saat aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja bernama IP (21) menceritakan soal tindakan anarkis yang dilakukan.

Tiga Wilayah DKI Jakarta Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini
Indonesia
Tiga Wilayah DKI Jakarta Diprakirakan Hujan Ringan Hari Ini

Cuaca berawan juga menyelimuti hampir seluruh wilayah Jakarta pada Selasa (24/11)

Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kelurahan Gilingan Solo Lockdown
Indonesia
Pegawai Terpapar COVID-19, Kantor Kelurahan Gilingan Solo Lockdown

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengungkapkan penutupan kantor Kelurahan Gilingan sebagai upaya memutuskan penularan COVID-19 di Solo. Penutupan ini dilakukan selama sepekan kedepan.

Nyatakan Setia dan Loyal Terhadap AHY, Ratusan Kader Demokrat Cap Jempol Darah
Indonesia
Update COVID-19 Senin (8/2): Pasien Sembuh Makin Dekati Angka 1 Juta
Indonesia
Update COVID-19 Senin (8/2): Pasien Sembuh Makin Dekati Angka 1 Juta

Dalam 24 jam terakhir, ada 207 orang yang tutup usia

PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19
Indonesia
PMKS Tanah Abang Ditemukan Meninggal dengan Gejala COVID-19

Kawasan Pasar Tanah Abang memang mendapat perhatian serius dari aparat terkait penyebaran virus COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Massa Bayaran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Massa Bayaran

"Terang Benderang! Ini Bukti Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja Merupakan Aksi Bayaran Bukan Gerakan Murni,"