Polisi: Tak Ada Penumpasan KKB, Hanya Penegakan Hukum Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Foto: net

Merahputih.com - Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal menegaskan bahwa tindakan yang diambil TNI-Polri terkait kasus pembantaian pekerja jalan dan jembatan trans Papua di Kabupaten Nduga merupakan perbuatan murni penegakan hukum.

"Tidak ada penumpasan di sana (Nduga) karena ini bukan operasi militer, yang dilakukan Polri dan TNI adalah murni penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan dan sasarannya jelas adalah para pelaku pembunuhan terhadap para pekerja jalan yakni Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB dibawah pimpinan Egianus Kogoya," kata Kamal dalam keterangan tertulis, senin (10/12).

Hal itu disampaikan menanggapi pernyataan Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Edoardus Kaize terkait pengerahan personil TNI-Polri ke Nduga.

"Hanya ingin meluruskan saja, bahwa tindakan yang diambil adalah penegakan hukum, bukan penumpasan," katanya.

Lokasi pembantaian 31 pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.(DOKUMEN KEMENTERIAN PUPR)

Menurut dia, sebagaimana dilaporkan Antara, Egianus Kogoya dan kelompoknya telah membunuh puluhan pekerja dan menghambat pembangunan yang sudah canangkan oleh pemerintah.

"Hingga kini sasaran aparat Polri dan TNI adalah KKB pimpinan Egianus Kogoya dan tidak ada namanya penumpasan atau siapa yang ditumpas karena ini bukan operasi militer melainkan murni penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan," katanya menegaskan.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya dengan pernyataan-pernyataan yang ditayangkan oleh media, karena pernyataan itu belum tentu benar.

"Dan para elit politik, saya berharap jangan asal bicara dan tolong cek kebenarannya terlebih dahulu baru berbicara jangan sampai nanti menjadi tersangka dalam kasus menyebarkan berita-berita bohong," katanya. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH