Polisi Sudah Berlatih Jika Jakarta Benar-Benar Lockdown Situasi arus lalu lintas di sejumlah jalan protokol di Jakarta lancar (Foto: antaranews)

Merahputih.com - Surat telegram nomor STR/414/III/OPS.2./2020 yang memerintahkan Kapolres di wilayah hukum Polda Metro Jaya membuat rekayasa penutupan arus lalu lintas dari dan menuju Jakarta viral di media sosial.

Terkait hal ini, polisi menyebut isi surat merupakan skema penutupan ruas jalan di Jakarta jika pemerintah mengimbau untuk lockdown.

Baca Juga:

Awal April, Indonesia Sudah Memasuki Musim Kemarau

Polisi menyebut sampai saat ini, belum ada perintah lockdown dari pemerintah. Sehingga maksud surat hanya berupa pemberitahuan untuk internal kepolisian saja. Dengan kata lain, hal ini hanya latihan simulasi penutupan Jalan Jakarta saja.

"Sekarang situasi Jakarta masih social distancing, physical distancing, tidak ada karantina wilayah atau lock down. Tapi, kita harus tetap latihan. Apapun yang terjadi kita sudah latihan," ujar Kabid Humas Polds Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/3).

Dia menjelaskan, simulasi perlu dilakukan kepolisian demi mengantisipasi kebijakan pemerintah atas penanganan virus corona (covid-19). Setidaknya, polisi sudah memiliki rencana atas kebijakan pemerintah dalam menangani penyebaran corona.

Soal kapan waktu pelaksanaan simulasi, Yusri belum membeberkannya. Menurutnya Polda Metro Jaya lebih dahulu menerima data dari jajaran sebelum akhirnya melakukan simulasi.

"Jadi bukan berarti ada karantina wilayah. Rencana akan latihan atau simulasi, bukan lockdown atau karatina," jelaa Yusri.

Telegram Kapolda Metro Jaya soal pembatasan jalan (ist)

Ia beranggapan, di Jakarta sendiri belum mengenal karantina. Namun, setiap perkembangan dan dinamika yang terjadi lapangan selalu dianalisa oleh Kepolisian. "Jadi besok-besok apa pun yang terjadi sudah siap latihan," kata Yusri

Pemerintah DKI Jakarta memperbaharui data pantauan Corona Covid-19. Hingga Minggu (29/3), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.266.

Kemudian, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 1.041. Sementara, kasus positif Corona Covid-19 hingga pagi pukul 10.37 WIB, belum berubah sejak kemarin sebanyak 1.155.

Dari 2.266 ODP, yang sudah selesai dalam pemantauan ada sebanyak 1.772 orang. Sedangkan orang yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 494.

Baca Juga:

KPK Ubah SOP Pemeriksaan Saksi dan Tersangka Akibat Pandemi COVID-19

Untuk angka PDP sebanyak 705 orang masih dalam perawatan. Sementara, dari 1.041 telah dinyatakan pulang dan sehat sebanyak 336 orang.

Dari kasus dinyatakan positif Corona, terdapat 994 orang di DKI Jakarta masih dalam perawatan. Dari 1.155, 59 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 102 orang meninggal dunia.Polisi Sudah Berlatih Jika Jakarta Benar-Benar Lockdown



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH