Polisi Sita Aset Tersangka Kacab Maybank Cipulir yang Tilep Duit Atlet eSports Ilustrasi (MP/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri menyita sejumlah aset milik Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus raibnya uang miliaran rupiah dari rekening Winda Lunardi alias Winda Earl dan ibunya.

“Penyidik telah melakukan penyitaan beberapa aset antara lain, mobil, tanah, bangunan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).

Ia mengungkapkan, usai menarik uang dari rekening atlet e-sport Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya, Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A kemudian dialihkan ke teman-temannya. Atas aksinya tersebut, kerugian korban mencapai sekitar Rp22.879.000.000.

Baca Juga

Tilep Duit Nasabah Atlet E-Sport Puluhan Miliar, Kepala Bank Jadi Tersangka

“Modus operandi tersangka A menarik uang nasabah tanpa izin pemilik rekening. Kemudian ditransfer ke kawan-kawan tersangka untuk diputar dengan harapan mendapat keuntungan,” sambung Awi.

Sebelum menarik uang korban, Polri menyebutkan bahwa tersangka juga berperan dalam pembukaan rekening korban. Awi mengungkapkan, tersangka A yang menawarkan korban untuk membuka rekening berjangka di bank tempat ia bekerja.

“Yang bersangkutan sendiri yang menawarkan korban untuk membuka rekening berjangka. Sementara rekening tersebut di bank MI sendiri tidak ada. Jadi memalsukan data-datanya,” tutur dia.

Atlet eSports, Winda Lunardi

Polisi masih mendalami kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus ini. "Teman-teman tersangka memungkinkan jadi calon tersangka, yang mutar uang hasil kejahatan," tutur Awi.

Awi belum membeberkan jumlah terduga pelaku lain yang kini dikejar penyidik. Tersangka A sendiri dijerat Pasal Undang-Undang Perbankan dan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Nggak bisa saya sebutkan, biar penyidik yang mengungkap," jelas Awi.

Atlet e-sport, Winda D Lunardi alias Winda Earl melaporkan kasus uang tabungan hilang di salah satu bank swasta dengan nominal mencapai Rp 20 miliar. Gamers itu mengaku telah menyambangi Bareskrim Polri pada Mei 2020 untuk membuat aduan dugaan kejahatan perbankan.

Laporan tersebut diterima pada 8 Mei 2020 dengan Nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim. Adapun terlapor adalah PT Bank Maybank Indonesia dan Kepala Cabang Bank Maybank Kebayoran Arcade berinisial A.

"Saya ingin uang saya kembali, itu uang hak saya. Karena bagi saya itu uang besar. Ini tabungan masa depan," tutur Winda dalam keterangannya, Kamis (5/11).

Kuasa Hukum Winda, Joey Pattinasarany mengatakan, kliennya telah menabung di swasta tersebut sejak 2015. Hingga 2020, uang yang ada di dua rekening berbeda seharusnya mencapai Rp20 miliar.

"Dengan rincian Winda Rp 15 miliar, ibunya Rp5 miliar," jelas Joey.

Hal tersebut diketahui saat sang ibu bermaksud melakukan penarikan uang pada Februari 2020. Namun tidak dapat dilakukan dengan alasan saldo tidak mencukupi.

"Pas dicek, rekening ibunya tinggal Rp 17 juta. Rekening Winda cuma sisa Rp 600 ribu," katanya.

Baca Juga

KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim

Korban telah berupaya meminta kejelasan kasus tersebut dengan mendatangi dan membuat laporan resmi di kantor bank swasta itu pada Febuari dan Maret 2020. Namun hingga saat ini dari pihak bank tidak kunjung menunjukkan itikad baik.

"Ibu Floletta minta ketemu Direksi Maybank bahas pengembalian uang tapi tidak ada respon. Pertama ditanggapi. Kedua, malah dibalas dengan surat yang isinya permasalahan sudah selesai. Statusnya laporan dari penyelidikan naik ke penyidikan per Oktober 2020," tutup Joey. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bamsoet Tegaskan Insentif Dapat Gairahkan Industri Pers
Indonesia
Bamsoet Tegaskan Insentif Dapat Gairahkan Industri Pers

Pemerintah untuk memastikan insentif bagi industri pers benar-benar diberikan untuk media yang terdampak pandemik COVID-19

Polda Metro Imbau Warga tak Lakukan Takbir Keliling Idul Adha
Indonesia
Polda Metro Imbau Warga tak Lakukan Takbir Keliling Idul Adha

Pasalnya, jumlah kasus positif virus COVID-19 di DKI Jakarta yang tinggi.

PPKM Berlaku Mulai Hari Ini, Commuter Line Beroperasi Hingga Jam 10 Malam
Indonesia
PPKM Berlaku Mulai Hari Ini, Commuter Line Beroperasi Hingga Jam 10 Malam

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memberlakukan pembatasan jam operasional Commuter Line selama penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Pulau Jawa dan Bali yang dimulai Senin (11/1).

Selain Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, di Sidang Tahunan Jokowi Pakai Baju Adat
Indonesia
Selain Wajib Patuhi Protokol Kesehatan, di Sidang Tahunan Jokowi Pakai Baju Adat

Tuan rumah pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam menyampaikan RAPBN 2021 pada tahun 2020 adalah DPR RI.

Undang KPK Gelar Perkara Pinangki, Kejagung: Jawab Keraguan Publik
Indonesia
Undang KPK Gelar Perkara Pinangki, Kejagung: Jawab Keraguan Publik

Sejauh ini Pinangki telah diperiksa jaksa penyidik Kejaksaan Agung sebanyak dua kali

Warga Jabodetabek Diminta Waspadai Hujan Sangat Lebat 2 Hari ke depan
Indonesia
Warga Jabodetabek Diminta Waspadai Hujan Sangat Lebat 2 Hari ke depan

Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Jabodetabek diminta untuk waspada potensi intensitas hujan sangat lebat terjadi pada periode 26-27 Februari 2021.

Pengemudi Ojol hingga Petugas Masjid Dijadikan Pengawal Protokol Kesehatan
Indonesia
Pengemudi Ojol hingga Petugas Masjid Dijadikan Pengawal Protokol Kesehatan

Polres Metro Jakpus bersama TNI dan unsur wali kota memberikan rompi bagi sejumlah elemen masyarakat.

GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker
Indonesia
GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker

Sosialisasi dan edukasi tentang pemakaian masker yang benar dan diikuti disiplin jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun diyakini bakal mengurangi penularan.

Saefullah Meninggal, Tito Doakan yang Terbaik untuk Keluarga
Indonesia
Saefullah Meninggal, Tito Doakan yang Terbaik untuk Keluarga

Saefullah merupakan pria kelahiran Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964

Polemik Kompol Rossa, ICW Minta Dewas KPK Beri Sanksi ke Firli Cs
Indonesia
Polemik Kompol Rossa, ICW Minta Dewas KPK Beri Sanksi ke Firli Cs

Motif pengembalian Kompol Rossa ke Polri memiliki keterkaitan dengan proses penegakan hukum yang dilakukan KPK