Polisi Serahkan Sekoper Bukti Tertulis di Sidang Praperadilan Rizieq Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali mengelar sidang lanjutan praperadilan penetapan tersangka Rizieq Shihab atas kasus kerumunan di Petamburan. Agenda sidang hari ini ialah penyerahan bukti tertulis.

Kuasa hukum Rizieq selaku pemohon dan kuasa hukum Polda Metro selaku termohon sudah menyiapkan sejumlah bukti tertulis. Kedua belah pihak bergantian menyerahkan dokumen-dokumen kepada hakim praperadilan.

Baca Juga:

Rekening FPI Diblokir, Begini Respons Polisi

Kuasa hukum Rizieq mendapat giliran pertama menyerahkan bukti-bukti tertulis. Terlihat sejumlah bukti berupa dokumen diserahkan ke hakim.

Setelah kuasa hukum Rizieq, giliran kuasa hukum Polda Metro Jaya menyerahkan bukti-bukti tertulis. Terlihat ada satu buah koper berwarna coklat dibawa ke depan hakim praperadilan.

Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

Rizieq sebelumnya mendaftarkan praperadilan atas penetapan tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, ke PN Jakarta Selatan. Dalam permohonannya, Habib Rizieq meminta status tersangkanya dinyatakan tidak sah.

"Menyatakan penetapan tersangka kepada pemohon yang dilakukan Termohon beserta jajarannya adalah tidak sah, tidak berdasar hukum, dan oleh karena itu tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat," ujar kuasa hukum Habib Rizieq, Muhammad Kamil Pasha, dalam sidang praperadilan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (4/1).

Baca Juga:

Rekening FPI Dibekukan, Rizieq Berencana Bikin Lagi

Rizieq dalam petitumnya juga meminta SP.Sidik/4604/XI/2020/Ditreskrimum tanggal 26 November 2020, dan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/4735/XII/2020/Ditreskrimum tanggal 9 Desember 2020 tidak sah dan tidak berdasar hukum. Jadi penetapan tersangka terhadapnya tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seribu Pasien Corona Masih Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, Paling Banyak Pria
Indonesia
Seribu Pasien Corona Masih Dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, Paling Banyak Pria

Pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) nihil dan pasien dalam pengawasan (PDP) 15 orang.

Jurnalis Metro TV Tewas Akibat Tabrak Truk yang Terparkir di Pinggir Jalan
Indonesia
Jurnalis Metro TV Tewas Akibat Tabrak Truk yang Terparkir di Pinggir Jalan

Sepeda motor Vespa Piaggio B-4134-KPH warna putih yang dikendarainya menabrak truk sampah B 9712 TOQ yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19
Indonesia
Salah Kaprah Pemprov DKI Pakai Ganjil Genap 'Rem Darurat' Tangani COVID-19

Anies seharusnya melakukan pengawasan pelaksanaan pembatasan masa transisi dan melaksanakan protokol kesehatan secara baik

PSI Sebut Pemprov DKI Ceroboh Beli Mobil Pemadam Rp6,5 Miliar
Indonesia
PSI Sebut Pemprov DKI Ceroboh Beli Mobil Pemadam Rp6,5 Miliar

Untuk peristiwa kebakaran kecepatan menjadi kunci utama

Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito
Indonesia
Stafsus Edhy Prabowo Akui Terima Titipan Uang dari Bos PT DPP Suharjito

Safri mengaku Suharjito sempat memberikan 'titipan' berupa uang

Tolak Denda Rp5 Juta, Warga Gugat Perda COVID-19 DKI ke MA
Indonesia
Tolak Denda Rp5 Juta, Warga Gugat Perda COVID-19 DKI ke MA

Pemohon menganggap vaksin corona tidak menjamin masyarakat bisa terhindar dari penularan COVID-19

Buat Obat Stres, Pria Malang Nekat Tanam 17 Pohon Ganja di Rumah Ibunya
Indonesia
Buat Obat Stres, Pria Malang Nekat Tanam 17 Pohon Ganja di Rumah Ibunya

Djarot menanam ganja yang diklaim bisa mengurangi stresnya itu di balik plafon rumah ibunya

Dua Warga India yang Terlibat Mafia Karantina Kesehatan di Jakarta Ditangkap
Indonesia
Dua Warga India yang Terlibat Mafia Karantina Kesehatan di Jakarta Ditangkap

Dalam kasus ini lima warga negara India berinisial SR, CM, KM, PN dan SD telah ditangkap

PHRI Desak Anies Buka Restoran di Mal dan Hotel Saat PSBB Ketat
Indonesia
PHRI Desak Anies Buka Restoran di Mal dan Hotel Saat PSBB Ketat

Akibat kebijakan Pemprov DKI, ada pengusaha yang menjual restoran miliknya karena terus merugi

Syarief Hasan: Tuduhan SBY dan Demokrat Dalangi Demo UU Ciptaker adalah Fitnah
Indonesia
Syarief Hasan: Tuduhan SBY dan Demokrat Dalangi Demo UU Ciptaker adalah Fitnah

"Tuduhan tersebut adalah tuduhan tidak berdasar, fitnah dan tidak bertanggungjawab," jelasnya