Polisi Selidiki Temuan Bahan Peledak TNT dan Senjata Api di Jalan Asia Afrika Bandung Ilustrasi: Barang bukti senpi rakitan yang disita polisi. Foto: MP/Mauritz

MerahPutih.com - Bahan peledak hingga senjata api berpeluru aktif ditemukan di sebuah gedung di Jalan Asia Afrika Bandung.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan, sejumlah barang berbahaya itu ditemukan ketika ada renovasi sebuah bangunan tersebut. Setelah ditemukan, warga melaporkan hal itu ke polisi.

Baca Juga:

31 Teroris Ditangkap karena Terlibat Peledakan Katedral Makassar

"Dilaporkan ke kami jam 20.30 WIB malam. Ditemukan oleh orang yang akan renovasi rumah, akan bersih-bersih, ternyata ditemukan ini (bahan peledak dan senjata, red)," kata Aswin dikutip dari Antara, Senin, (6/6).

Adapun barang-barang yang ditemukan itu menurutnya ada bahan Trinitrotoluena (TNT) atau bahan peledak yang sudah mencair. Selain itu, ada pula satu pucuk senjata api yang menurutnya masih diselidiki jenisnya.

"Kemudian sejumlah peluru tajam dan senjata api. Kita belum hitung tapi agak banyak, detail-nya belum dihitung, nanti kita selidiki," ungkap Aswin.

Baca Juga:

Polisi Ledakkan Bahan Peledak Terduga Teroris Bekasi di Lokasi

Dia pun memastikan kini tim Gegana dari Brimob Polda Jawa Barat sudah diturunkan untuk mengamankan lokasi penemuan barang berbahaya tersebut.

Menurut Aswin, barang-barang tersebut bakal dibawa oleh tim Gegana untuk diamankan ke Markas Komando Brimob Polda Jawa Barat yang ada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

"Ini sudah diamankan dan akan dibawa ke Mako Brimob Cikeruh (Jatinangor) dan rencana akan didisposal di markas," ujar Aswin. (*)

Baca Juga:

Berkaca dari Ledakan Lebanon, Berikut Langkah Mabes Polri Awasi Gedung Bahan Peledak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banjir Malaysia, 32 Ribu Lebih Warga Selangor Mengungsi
Dunia
Banjir Malaysia, 32 Ribu Lebih Warga Selangor Mengungsi

Banjir menggenangi pemukiman warga, fasilitas publik, sejumlah sekolah, hingga menggenangi ruas jalan tol yang menghubungkan antar-negeri atau provinsi.

Pemerintah Diminta Atasi Disparitas Muatan Berangkat dan Balik di Tol Laut
Indonesia
Pemerintah Diminta Atasi Disparitas Muatan Berangkat dan Balik di Tol Laut

Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat menyatakan salah satu persoalan tol laut ialah disparitas atau ketimpangan antara jumlah muatan berangkat dan balik yang kini masih terlalu lebar.

Menlu G20 Bakal Kumpul di Bali Awal Juli Nanti
Dunia
Menlu G20 Bakal Kumpul di Bali Awal Juli Nanti

Indonesia berkomitmen untuk mendorong G20 menjadi katalis pemulihan ekonomi global di tengah situasi yang sangat sulit ini.

Kapolri Sidak Lokasi Aksi, Cari Potensi Penyusup di Demo Mahasiswa
Indonesia
Kapolri Sidak Lokasi Aksi, Cari Potensi Penyusup di Demo Mahasiswa

Upaya mencari 'penumpang gelap' di aksi Mahasiswa menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo terus dilakukan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun sampai memantau langsung jalannya aksi di dekat Monas, Jakarta Pusat.

Atlet Para Tenis Meja Indonesia Berpotensi Menambah Tujuh Medali Emas
Olahraga
Atlet Para Tenis Meja Indonesia Berpotensi Menambah Tujuh Medali Emas

Dua emas sudah dipastikan di tangan, lantaran All Indonesia Final bakal terjadi dalam pertandingan di Solo Techno Park.

Erick Ingin Pastikan Akses Obat Murah Buat Rakyat
Indonesia
Erick Ingin Pastikan Akses Obat Murah Buat Rakyat

Kementerian BUMN telah mengonsolidasikan klaster kesehatan BUMN. Hal tersebut untuk menciptakan ekosistem yang dapat memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan.

Bahas Tilang Pelanggar Uji Emisi, Pekan Ini Ditlantas Polda Metro Rapat dengan Dinas LH
Indonesia
Bahas Tilang Pelanggar Uji Emisi, Pekan Ini Ditlantas Polda Metro Rapat dengan Dinas LH

Penindakan tilang terhadap kendaraan bermotor tak lolos uji emisi gas buang ini harus digodok secara matang

PDIP Lantik Pengurus Banteng Muda Indonesia
Indonesia
PDIP Lantik Pengurus Banteng Muda Indonesia

DPP PDI Perjuangan (PDIP) melantik jajaran lengkap kepengurusan salah satu sayap kepemudaannya, Banteng Muda Indonesia (BMI).

Politikus PDIP Sebut Big Data Luhut tidak Bisa Dipertanggungjawabkan
Indonesia
Politikus PDIP Sebut Big Data Luhut tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

"Ngga relevan bicara big data yang tidak jelas dan (tidak) bisa dipertanggungjawabkan. Tidak ada dasar hukumnya untuk menjadi patokan pengambilan keputusan. Tutuplah wacana ini,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (17/3).

Kinerja DPR 2021 Versi Formappi: Tumpul, Tak Kritis dan Hanya Jadi 'Stempel'
Indonesia
Kinerja DPR 2021 Versi Formappi: Tumpul, Tak Kritis dan Hanya Jadi 'Stempel'

Hampir semua bisa dibahas secara singkat dan tanpa perdebatan hingga waktu pengesahan