Polisi Selidiki Laporan Roy Suryo Terhadap Eko Kunthadi dan Mazdjo Pray Roy Suryo (tengah) berikan keterangan kepada wartawan usai melaporkan pesinetron Lucky Alamsyah ke Polda Metro Jaya, Senin. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyelidiki laporan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo terhadap dua youtuber Eko Kunthadi dan Mazdjo Pray terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.

"Masih dilakukan penelitian berkas oleh tim Krimsus Polda Metro Jaya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (7/6).

Baca Juga

Mantan Menteri Roy Suryo Polisikan Sejumlah Influencer

Sebelumya diberitakan, Roy Suryo melaporkan Eko Kunthadi dan Mazdjo Pray terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Aduan Roy Suryo tercatat dengan nomor LP/B/2865/VI/2021/SPKT PMJ, tertanggal 4 Juni 2021 terkait dugaan penghinaan, fitnah dan pencemaran nama baik, yang diatur dalam Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

Laporan itu berkaitan dengan tayangan video berdurasi 18 menit 8 detik, dengan judul, "Dewa Panci Roy Suryo Bikin Ulah Lagi (pra kontro #36)".

"Dia yang sudah diputarbalikkan fakta dan bahkan dia sengaja menyebut beberapa kasus lain yang mana kasus-kasus itu dia putarbalikkan seluruhnya, termasuk dia menyebut kasus panci," kata Roy Suryo.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (dua dari kanan) ketika diwawancarai awak media usai diperiksa terkait unggahan artis Lucky Alamsyah soal kasus tabrak lari di Polda Metro Jaya, Rabu (2/6/2021). (ANTARA/Fianda Rasaat)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo (dua dari kanan) ketika diwawancarai awak media usai diperiksa terkait unggahan artis Lucky Alamsyah soal kasus tabrak lari di Polda Metro Jaya, Rabu (2/6/2021). (ANTARA/Fianda Rasaat)

Roy menyampaikan alasan karena konten YouTube @Pra-Kontro 2045 TV itu dinilainya memuat banyak sekali ujaran kebencian atau hate speech.

Menurut pria asal Yogyakarta ini, unggahan konten YouTube itu tidak beretika. Apalagi, ada hastag #RoySuryo yang memperlihatkan hal itu untuknya.

Video di YouTube yang sudah di-upload semenjak 29 Mei 2021 berdurasi 18 menit 8 detik yang saat ini sudah ditonton lebih dari 200 ribu kali. Dalam isi videonya menyebut kata Roy Suryo sebanyak 33 kali.

“Sungguh terwelu,” jelas Roy.

Roy menambahkan, dua orang yang dilaporkan dengan sangkaan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 UU ITE dan Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 KUHP.

Roy sebelumnya juga berpolemik dengan aktor Lucky Alamsyah terkait kasus eks Menteri RS serempet mobil lalu kabur.

Dia merasa difitnah karena instastory Lucky yang menyinggung eks Menteri RS.

Eks politikus Demokrat itu juga sudah melaporkan pesinetron itu ke Polda Metro Jaya pada 24 Mei 2021.

Roy juga sudah diperiksa penyidik Polda Metro pada Rabu (2/6). (Knu)

Baca Juga

Polda Metro Jadwalkan Periksa Petinggi Sunda Empire Terkait Laporan Roy Suryo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun
Indonesia
Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun

Citra satelit radar menunjukkan luas wilayah yang tergenang akibat banjir di Kalimantan Selatan sekitar 164.090 hektare.

Bank Internasional Patungan Beri Pinjaman ke PLN
Indonesia
Bank Internasional Patungan Beri Pinjaman ke PLN

Transaksi ini, merupakan pinjaman green loan pertama yang diperoleh BUMN di Indonesia dan yang pertama kali dieksekusi oleh PLN.

Menunggu Langkah Perdana Bukalapak Melantai di Bursa
Indonesia
Menunggu Langkah Perdana Bukalapak Melantai di Bursa

Investor untuk mencermati prospek saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) meski saham perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn tersebut dikabarkan banyak peminatnya

Partai Demokrat Apresiasi Putusan MK Soal Sengketa Pilkada Kalsel
Indonesia
Partai Demokrat Apresiasi Putusan MK Soal Sengketa Pilkada Kalsel

Partai Demokrat mengapresiasi hasil sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab
Indonesia
PSI Gulirkan Hak Interpelasi, NasDem DKI: Bukan Anies yang Salah Tapi Rizieq Shihab

Menurut dia, yang menjadi persoalan dalam kasus ini ialah Rizieq Shihab yang sudah mengundang kerumunan dengan menggelar kegiatan tersebut.

Jokowi Sentil Kapolri dan Mendagri Soal Penegakan Protokol Kesehatan
Indonesia
Jokowi Sentil Kapolri dan Mendagri Soal Penegakan Protokol Kesehatan

“Jadi jangan hanya sekadar imbauan, tapi harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan aturan secara konkret di lapangan,” kata Jokowi.

Vaksinasi COVID-19 Lansia di Bandung baru 97 Ribu dari Target 305 Ribu
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Lansia di Bandung baru 97 Ribu dari Target 305 Ribu

Dinkes terus berupaya mempercepat vaksinasi bagi lansia dengan tetap melakukannya di Puskesmas, rumah sakit, dan pos-pos pelayanan vaksinasi.

Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa
Indonesia
Mau Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Sebut Ada Ancaman Ideologis Bahayakan Bangsa

Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Moeldoko angkat suara soal tuduhan miring terhadapnya selama ini.

Kapolri Resmikan Gedung Presisi Polres Tangerang dan 100 Ribu Rumah untuk Anggota
Indonesia
Kapolri Resmikan Gedung Presisi Polres Tangerang dan 100 Ribu Rumah untuk Anggota

Listyo berharap hal tersebut semakin meningkatkan transformasi Polri saat ini di bidang pelayanan publik sehingga mencapai kualitas yang diharapkan oleh publik.

Jaga Momentum, Pemerintah Siapkan Rp184 Triliun Untuk Pembiayaan Investasi
Indonesia
Jaga Momentum, Pemerintah Siapkan Rp184 Triliun Untuk Pembiayaan Investasi

Anggaran diperuntukan untuk enam program dengan alokasi terbesar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan.