Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana COVID-19 di Sultra Ilustrasi korupsi. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Kasus dugaan penyelewengan pengelolaan anggaran penanganan pandemi COVID-19 tahun anggaran 2021 tengah diselidiki Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Fery Walintukan menjelaskan, dana peruntukan penanganan cepat pandemi COVID-19 sebesar Rp 13,7 miliar itu bersumber dari APBD tahun 2021.

Baca Juga

Mayoritas Masyarakat Banten Anggap Penanganan COVID-19 Berhasil

Anggaran kegiatan respons cepat bencana nonalam epidemi/wabah penyakit (Satgas COVID-19) yang bersumber dari APBD dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra.

"Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pergeseran (DPAP) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 13.744.672.762 yang dikelola oleh BPBD Sultra tersebut diperuntukkan 10 kegiatan," kata Fery dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11)

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami dugaan terjadinya penyimpangan pengelolaan dana bencana nonalam tersebut.

Baca Juga

Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin COVID-19

Sejauh ini, penyidik telah memintai keterangan 15 orang saksi, terdiri dari pegawai BPBD, tim Satgas COVID-19, dan pihak swasta (pemilik rumah makan).

Untuk mengetahui ada atau tidaknya penyalahgunaan pengelolaan dana kegiatan respons cepat bencana nonalam epidemi/wabah penyakit (Satgas COVID-19), maka penyidik akan melakukan koordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Provinsi Sultra untuk dilakukan pemeriksaan khusus/audit investigasi. (*)

Baca Juga

Cegah COVID-19 Varian Omicron, Pemerintah Tutup Pintu Bagi Warga Negara Afrika

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bagikan Ribuan Sembako, Polres Jakpus Sasar Warga di Daerah Terpencil
Indonesia
Bagikan Ribuan Sembako, Polres Jakpus Sasar Warga di Daerah Terpencil

Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama dengan Kodim 0501/JP BS membagikan ribuan paket sembako kepada masyarakat terdampak dari aturan PPKM Darurat.

Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar
Indonesia
Bank DKI Realisasikan Kredit DP 0 Rupiah Sebesar Rp 198,8 Miliar

Bank DKI telah merealisasikan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 198,8 Miliar kepada 730 penerima manfaat program DP 0 Rupiah.

90 Lebih Warga Suku Anak Dalam Bakal Punya e-KTP
Indonesia
90 Lebih Warga Suku Anak Dalam Bakal Punya e-KTP

Rencananya, Menteri Sosial Tri Rismaharini akan meninjau perekaman data Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Gibran: Kita siap PTM
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Gibran: Kita siap PTM

Gibran mengatakan Solo saat ini zona kuning

Dewas Masih Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK soal TWK
Indonesia
Dewas Masih Dalami Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK soal TWK

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) mengaku telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Pimpinan KPK terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

Kebutuhan ASN dan PPPK 2021, Ini Rinciannya
Indonesia
Kebutuhan ASN dan PPPK 2021, Ini Rinciannya

Dengan rincian, kebutuhan untuk Pemerintah Pusat sebanyak 83.669 formasi dan Pemerintah Daerah formasinya 1.191.718.

Berlaga di Moto3 2022, Mario Suryo Aji Minta Restu ke Wapres Ma'ruf Amin
Indonesia
Berlaga di Moto3 2022, Mario Suryo Aji Minta Restu ke Wapres Ma'ruf Amin

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menerima kunjungan Mario Suryo Aji yang akan berlaga di Moto3 2022 di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (22/1).

Bareskrim Gandeng Kemenlu Hingga Interpol Buru Pembakar Bendera Merah Putih
Indonesia
Bareskrim Gandeng Kemenlu Hingga Interpol Buru Pembakar Bendera Merah Putih

Sementara yang bersangkutan ini sedang bekerja di Malaysia

100 Cendekiawan Buddhis Indonesia Bersatu Dalam Webinar KCBI Peringati 76 Tahun Indonesia Merdeka
Indonesia
100 Cendekiawan Buddhis Indonesia Bersatu Dalam Webinar KCBI Peringati 76 Tahun Indonesia Merdeka

Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terus bergulir karya-karya intelektual

Anies Sebut Penelitian COVID-19 di Jakarta Masuk Jurnal Internasional
Indonesia
Anies Sebut Penelitian COVID-19 di Jakarta Masuk Jurnal Internasional

"Kami akan terus memegang prinsip ini, menggunakan pendekatan ilmiah, dan selalu transparan, karena kami percaya situasi ini tidak selesai dalam hitungan minggu," paparnya.