Polisi Selidiki DNA dan Sidik Jari di Tombol Lift Gedung Kejagung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8) (Antara FOTO/Aditya Pradana Putra)

MerahPutih.com - Kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung masih gelap. Pasalnya, sebulan lebih belum ada tersangka yang ditetapkan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, memeriksa memeriksa DNA dan sidik jari yang terdapat di tombol lift di Gedung Kejaksaan Agung RI.

"Pemeriksaan terhadap lift di kantor Kejagung berupa pengambilan DNA dan sidik jari, terhadap tombol lift di bagian dalam," ucap Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/10).

Baca Juga

BEM SI Nyatakan Mosi tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR

Polisi memastikan ada unsur pidana kebakaran pada kasus ini, sehingga menerapkan Pasal 187 KUHP dan Pasal 188 KUHP.

“Hari ini penyidik membuat konsep pertanyaan guna pendalaman pemeriksaan kepada orang-orang yang berada di lantai 6, (di) aula Biro Kepegawaian (gedung Kejagung), sebagai bentuk tindak lanjut analisis dan evaluasi," ujar Awim

Selanjutnya, penyidik memeriksa lima ahli yang terdiri dari ahli gigi dari RSGM Ladokgi TNI AL, ahli kebakaran, ahli dari Kementerian Kesehatan, serta ahli DNA dan ahli digital forensik dari Puslabfor Mabes Polri.

Awi menuturkan, langkah ini dilakukan penyidik bersama tim dari PT Mitsubishi Electric selaku produsen lift tersebut. Selain itu, penyidik juga akan mendalami kasus ini dengan memeriksa orang yang berada di lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian.

Diketahui, api dalam kebakaran tersebut diduga berasal dari lantai 6 Gedung Utama Kejagung. Dalam kasus ini, polisi menemukan adanya dugaan tindak pidana. Setelah polisi melakukan gelar perkara, kasus tersebut ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Unsur pidana yang dimaksud seperti tertuang dalam Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 188 KUHP. Pasal 187 KUHP menyebutkan, barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran terancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup apabila ada korban meninggal.

Kemudian, Pasal 188 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan kesalahan atau kealpaan menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan oleh aparat kepolisian.

Baca Juga

Catatan Fadli Zon di HUT TNI ke-75

Kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2020 pukul 18.15 WIB itu akhirnya dapat dipadamkan keesokan harinya, 23 Agustus 2020 pukul 06.15 WIB. Akibat kejadian itu, semua ruangan di Gedung Utama Kejagung habis terbakar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini
Indonesia
Warga Jabodetabek Bisa Mudik, Tapi Penuhi Dulu Syarat-Syarat Ini

Warga harus menunjukkan surat keterangan meninggal dunia atau sakit dari dokter atau Rumah Sakit pada petugas yang ada di pos penyekatan.

122 Orang Terpapar COVID-19 di KPK
Indonesia
122 Orang Terpapar COVID-19 di KPK

Ada 117 orang yang berhasil sembuh dari Corona. Pegawai yang sembuh ada 81 dan pihak terkait ada 36 orang.

Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
Ratusan Karyawan RSUD Dr Moewardi Solo Terpapar COVID-19

Ada sekitar 2.000-an karyawan RSUD dr Moewardi Solo yang dilakukan tracing selama dua pekan.

 KSPI Desak Anies Tegas Tindak Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB
Indonesia
KSPI Desak Anies Tegas Tindak Perusahaan yang Masih Beroperasi Saat PSBB

KSPI meminta Gubernur DKI Jakarta dan aparat keamanan bertindak tegas kepada perusahaan yang tidak meliburkan buruhnya

Kritikan ICW Salah Alamat, Pengamat: BIN Bukan Penegak Hukum
Indonesia
Kritikan ICW Salah Alamat, Pengamat: BIN Bukan Penegak Hukum

Berdasarkan UU 17/2011 tentang Intelijen, fungsi pokok BIN adalah pengumpulan dan analisis informasi

Mayoritas Pendaftar Rumah DP Nol Janji Anies  Tak Lolos Verifikasi
Indonesia
Mayoritas Pendaftar Rumah DP Nol Janji Anies Tak Lolos Verifikasi

Perumnas di Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat dan Sentraland Cengkareng, Jakarta Barat dari 94 unit tersedia sudah terjual 41 unit atau sekitar 43,6 persen.

Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji
Indonesia
Benderanya Dibakar Seraya Disebut PKI, PDIP: Ini Fitnah Keji

Dalam video berdurasi 02.33 menit yang viral, kelompok pendemo berteriak "bakar PKI" dengan membakar bendera PDIP.

KPK Cecar Anak Nurhadi Soal Tas hingga Mobil Mewah Milik Sang Ayah
Indonesia
KPK Cecar Anak Nurhadi Soal Tas hingga Mobil Mewah Milik Sang Ayah

Penyidik mencecar Rizki soal sejumlah aset yang telah disita KPK di sebuah rumah di kawasan Simprug.

PPATK Ikut Telisik Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri
Indonesia
PPATK Ikut Telisik Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri

PPATK itu melakukan pemeriksaan melalui prekuisit

Lockdown Bisa Picu Kemarahan Jika Pemerintah Gagal Penuhi Kebutuhan Rakyat
Indonesia
Lockdown Bisa Picu Kemarahan Jika Pemerintah Gagal Penuhi Kebutuhan Rakyat

Trubus menambahkan, salah satu cara lain yakni dengan mengaktifkan peran serta masyarakat.