Polisi Sedang Berupaya Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia Djoko Tjandra. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Buron kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra, terus diburu. Polisi mendapat titik terang terkait keberadaan Djoko yang dikabarkan berada di Malaysia.

"Tentunya kita sedang melakukan suatu kegiatan yang berupaya untuk melakukan penangkapan atau memulangkan yang bersangkutan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (22/7).

Baca Juga:

Jaksa Agung dan Menkumham Diminta Tiru Kapolri Sikat Anak Buah yang 'Bermain' di Kasus Djoko Tjandra

Pihaknya mendalami informasi tentang keberadaan Djoko di Malaysia. Namun Argo enggan memerinci langkah yang ditempuh.

Dia meminta masyarakat sabar dan memberi waktu polisi bekerja. "Kita tunggu saja," ujar Argo.

Argo juga menyebut, polisi membantah telah menghapus red notice Djoko Tjandra. Melainkan penghapusan berdasarkan program yang ada di Interpol.

"Kami ada beberapa SOP di administrasi yang tidak dilakukan oleh BJP Nugroho dengan Kadiv Hubinter. Maka itulah yang bersangkutan diberikan etik di sana," pungkasnya.

Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra di sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). (ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.)
Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra di sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). (ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.)

Diberitakan sebelumnya, pelarian buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra secara bebas di Indonesia mulai terungkap.

Setelah Brigjen Prasetijo Utomo, kini Brigjen Nugroho Wibowo jadi sorotan karena diduga menghapus red notice Djoko Tjandra.

Baca Juga:

Polri Pastikan Brigjen Prasetijo Antar Djoko Tjandra ke Pontianak

Terkait dengan surat sehat bebas COVID-19 yang dikantongi Djoko Tjandra, Tim Khusus memeriksa dokter dan staf dokter RS Polri Said Soekanto.

Sejauh ini, pemberkasan terkait dengan pelanggaran disiplin Brigjen Prasetijo telah selesai dilakukan oleh Divisi Propam Polri, kemudian diserahkan ke Biro Pengawasan dan Pembinaan Profesi (Wapro) untuk dievaluasi. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH