Polisi Sebut Proses Aborsi di Klinik Ilegal Cuma 15 Menit Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi menemukan fakta baru dalam kasus klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Dalam menjalankan aksinya, proses aborsi hanya butuh waktu 15 menit.

Hal ini terungkap saat penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus tersebut di lokasi klinik pada Jumat (25/9).

“Jadi pada saat proses pengambilan vakum atau melakukan aborsi itu estimasi hanya 15 menit saja,” tutur Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak di lokasi, Jumat (25/9).

Baca Juga

Puluhan Adegan Gambarkan Kejinya Dokter Abal-abal dan Karyawannya Aborsi Bayi

Jika ditotal, kata Calvijn, untuk proses tindakan mulai dari persiapan hingga pemulihan pasien di klinik tersebut hanya membutuhkan waktu selama 15 menit.

Setelah proses tindakan, para tersangka kemudian melakukan penghilangan barang bukti. Namun, klinik ini tak menggunakan bahan kimia dalam proses penghilangan barang bukti ini.

“Ini bisa dibuktikan si asisten dokter ini membuang gumpalan darah yang merupakan hasil aborsi ke dalam toilet yang ada di ruang tindakan,” ujar Calvijn.

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu
Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melakukan reka ulang adegan aborsi di lokasi praktek klinik aborsi ilegal, Jalan Percetakan Negara III, Rawasari, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu

Calvijn menuturkan penyidik dibantu tim labfor telah membuka septic tank dan menemukan barang bukti berupa hasil aborsi yang dibuang tersangka.

Dalam rekonstruksi hari ini, penyidik menggelar 63 adegan. Yakni mulai proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga proses penghilangan barang bukti.

“Jalannya rekonstruksi ini di lima lokasi, kita pusatkan satu yaitu di rumah yang dilakukan aborsi ilegal,” ucap Calvijn.

Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebelumnya membongkar klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakpus. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Baca Juga

Pelanggan Aborsi Ilegal di Cempaka Putih Mayoritas Hamil di Luar Nikah

Beroperasi sejak tahun 2017, klinik ini telah melayani lebih dari 32 ribu pasien. Selama beroperasi, keuntungan yang diperoleh ditaksir mencapai Rp10 miliar.

Klinik aborsi ilegal ini beroperasi setiap hari, kecuali hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB. Tiap harinya, klinik aborsi ilegal itu melayani lima sampai enam pasien. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jaksa Agung Angkat Bicara Bareskrim Temukan Unsur Dugaan Pidana Kebakaran Kantornya
Indonesia
Jaksa Agung Angkat Bicara Bareskrim Temukan Unsur Dugaan Pidana Kebakaran Kantornya

Jaksa Agung membantah kalau Gedung Kejaksaan yang terbakar tersebut menjadi tempat penyimpanan barang bukti

Pemerintah Diminta Kerja Keras Lakukan Vaksinasi Pada Rakyat
Indonesia
Pemerintah Diminta Kerja Keras Lakukan Vaksinasi Pada Rakyat

BPOM bakal mengeluarkan izin penggunaan vaksin dengan Skema Emergency Use of Authorization (EUA) pada minggu ketiga Desember.

LPSK Tolak Permohonan Perlindungan Anita Kolopaking
Indonesia
LPSK Tolak Permohonan Perlindungan Anita Kolopaking

Keputusan diambil melalui Rapat Paripurna Pimpinan (RPP) LPSK pada Senin, (31/8) kemarin.

Ini Motif Petugas Rapid Test Bandara Lakukan Pelecehan dan Pemerasan
Indonesia
Ini Motif Petugas Rapid Test Bandara Lakukan Pelecehan dan Pemerasan

Seorang perempuan berinisial LHI melalui akun twitter @listongs mengaku, diduga menjadi korban penipuan dan pelecehan oleh oknum dokter atau petugas medis ketika menjalani rapid test, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Kemenhub Perintahkan Santunan Keluarga Korban Sriwijaya Air Segera Cair
Indonesia
Kemenhub Perintahkan Santunan Keluarga Korban Sriwijaya Air Segera Cair

Sesuai Ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017 kepada korban meninggal dunia akibat kecelakaan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta.

[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Izinkan Pesta Nikah Artis, Larang Hajatan Warga
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Izinkan Pesta Nikah Artis, Larang Hajatan Warga

Pihak WO (Wedding Organizer) acara pernikahan Atta Aurel ini telah menyatakan bahwa mereka telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

[Hoaks atau Fakta]: Kim Jong Un Minta Dikritik
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kim Jong Un Minta Dikritik

Artikel tersebut berisi kritik dari Peneliti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar terhadap pernyataan Presiden Joko Widodo.

Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup
Indonesia
Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup

Ketiganya terkena virus COVID-19 dari luar kantor DPRD

Ngaku Sakit, Hadi Pranoto Tak Datang Pemeriksaan Polisi
Indonesia
Ngaku Sakit, Hadi Pranoto Tak Datang Pemeriksaan Polisi

Dia harusnya diperiksa sebagai saksi terlapor atas laporan yang dibuat oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid.

Mahasiswa Papua di Solo Dukung Perdamaian dan Serukan NKRI Harga Mati
Indonesia
Mahasiswa Papua di Solo Dukung Perdamaian dan Serukan NKRI Harga Mati

Sejumlah perwakilan mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Solo, Jawa Tengah mendeklarasikan NKRI harga mati.