Polisi Sebut Pelaku Penyerangan Pospol Tugu Tani tidak Terkait Jaringan Teroris Pospol Tugu Tani yang dirusak orang tak dikenal, Rabu (26/2). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Polisi belum mampu mengungkap dalang pengerusakan Pospol Tugu Tani. Penyebabnya, identitas pelaku tak kunjung didapat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan kasus ini jauh dari kemungkinan pelaku aksi terkait terorisme.

Baca Juga

Pos Polisi di Tugu Tani Dirusak, Kapolsek: Kemungkinan Dia Sebel Sama Polisi

"Jauh lah (teror). Kalau teror enggak lah. Kami masih meraba mungkin orang lagi kesel," jelas Heru kepada Merahputih.com di Jakarta, Kamis (27/8).

Heru
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto. Foto: MP/Kanu

Indikasi pelaku bukan terkait jaringan teror karena paving block yang digunakan pelaku untuk melempar ke kaca pospol berada di kawasan Tugu Tani. Kebetulan disana tengah berlangsung proyek perbaikan trotoar.

"Mungkin spontan dia marah atau apa. Dia itu memang mau merusak saja karena memang polisi yang berada didalam jam segitu pas lagi kosong," imbuh Heru.

Heru mengatakan, penyidik kesulitan mendapatkan saksi yang melihat langsung sang pelaku melakukan pengerusakan. Apalagi, CCTV tak merekam gerak gerik pelaku. Menurut Heru, pelaku juga belum bisa diketahui jumlahya.

"Karena itu kan kejadiannya pagi saksi kami belum nemu. Kami lagi upaya untuk mencari tau siapa pelakunya. Masih kami cari tau ya dengan melihat CCTV dan lainnya," sebut Heru.

Pospl
Pospol Tugu Tani. Foto: MP/Kanu

Seperti diketahui, Pos Polisi Lalu Lintas di kawasan Tugu Tani dirusak, Rabu (26/2) pagi. Pelaku melemparkan batako ke kaca di bangunan tersebut hingga mengalami kerusakam yang parah di bagian kaca. Barang bukti yang disita adalah batako yang digunakan pelaku melempar.

Baca Juga

Pelaku Bom di Pospol Sukoharjo Gunakan Uang dari Orang Tua untuk Beli Bahan Kimia

Kapolsek Metro Menteng AKBP Guntur Muhammad Tariq mengatakan untuk antisipasi kedepan pihaknya bakal meningkatkan pengamanan di seputaran pos polisi.

"Kami tingkatkan patroli lagi. Jangan sampai peristiwa serupa tak terjadi," sebut Guntur. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pasien Corona di RS Wisma Atlet Terus Merosot
Indonesia
Jumlah Pasien Corona di RS Wisma Atlet Terus Merosot

"Pasien rawat inap berkurang 45 orang (semula 614 orang menjadi 569 orang)," ujarnya.

Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik
Indonesia
Bulan Ini 1.620 Relawan Vaksin COVID-19 Ditargetkan Selesai Disuntik

Jumlah orang yang telah lolos penyaringan pada kunjungan pertama (V0) dan menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung, Jawa Barat berjumlah 1.447 orang.

Stafsus Presiden Aminuddin Ma’ruf Temui Mahasiswa di Istana
Indonesia
Stafsus Presiden Aminuddin Ma’ruf Temui Mahasiswa di Istana

Massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa mendatangi Istana Negara dalam penolakan terhadap Undang-Undang Cipta Kerja, Jumat (16/10), sekitar pukul 15.00 WIB.

Ledakan Guncang Lebanon, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Indonesia
Ledakan Guncang Lebanon, Pemerintah Tetapkan Status Darurat

Penimbunan zat kimia bersifat eksplosif tersebut tidak dapat diterima, karena dilakukan secara serampangan tanpa memperhatikan aspek keamanan

Mahfud Md: Kepala Daerah Dibiayai Cukong Lebih Berbahaya Ketimbang Korupsi Bahkan COVID-19
Indonesia
Mahfud Md: Kepala Daerah Dibiayai Cukong Lebih Berbahaya Ketimbang Korupsi Bahkan COVID-19

Hal itu menurut dia juga terkonfirmasi oleh hakim peradilan pilkada

Kasus Dugaan Penghasutan Munarman Naik ke Penyidikan
Indonesia
Kasus Dugaan Penghasutan Munarman Naik ke Penyidikan

Penyidik mendapati adanya unsur tindak pidana dalam laporan ini

 Gugus Tugas Targetkan 78 Laboratorium Uji COVID-19
Indonesia
Gugus Tugas Targetkan 78 Laboratorium Uji COVID-19

Doni melanjutkan semula hanya ada tiga laboratorium yang mampu melakukan uji penyakit menular seperti COVID-19 dan kini terus bertambah menjadi 12 unit selanjutnya menjadi 25 unit laboratorium

Penyidik KPK Dikembalikan ke Polri, BW: Konyol
Indonesia
Penyidik KPK Dikembalikan ke Polri, BW: Konyol

BW mempertanyakan peran dari Dewan Pengawas KPK perihal polemik tersebut

Harga Rapid Test Antigen di Luar Pulau Jawa Dipastikan Lebih Mahal
Indonesia
Harga Rapid Test Antigen di Luar Pulau Jawa Dipastikan Lebih Mahal

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menetapkan batas harga tertinggi rapid test antigen.

Dampak Corona Makin Meluas, Pencabutan Ganjil-Genap Diperpanjang
Indonesia
Dampak Corona Makin Meluas, Pencabutan Ganjil-Genap Diperpanjang

Masa pencabutan sementara kebijakan ganjil-genap di Ibu Kota buntut wabah virus corona atau covid-19 diperpanjang lagi.