Polisi Ringkus Penipu Bos Media Tempo Ilustrasi penipuan. (Foto: Ist)

MerahPutih.com - Nakir (25) dan perempuan bernama Sukmawati (26) diciduk polisi lantaran menipu dan membajak nomor WhatsApp milik Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Toriq Hadad. Usai meretas WhatsApp, mereka menipu dengan seolah-olah jadi Dirut Tempo.

"Pada tanggal 9 Juli 2019, Subdit IV Cyber Crime Dit Reskrimsus PMJ (Polda Metro Jaya) telah mengungkap dugaan tindak pidana ilegal akses sistem elektronik yang mengakibatkan kerugian orang lain," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan dalam keterangannya, Jumat (12/7).

Baca Juga: Tersangkut Dugaan Penipuan Visa Haji, Ustaz Bukhori Muslim Ditahan Polda

Tersangka Sukmawati diciduk di Permata Hijau Permai, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Sedang Nakir di Kost G4 Herztasning, Makassar.

Iwan menjelaskan, kejadian berawal pada 1 Juli 2019 lalu. Dimana saat itu korban berada di Kantor Majalah TEMPO, Jakarta Barat menerima WhatsApp chat yang telah korban save dengan nama 'Dodon 2 'dengan Nomor 087889992789 yang mengaku sebagai teman semasa korban kuliah yang bernama Dodon.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan. (ANTARA News/Alviansyah P)
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan. (ANTARA News/Alviansyah P)

"Kemudian orang yang mengaku sebagai teman korban tersebut memberitahukan kepada korban 'apabila ingin berkomunikasi WhatsApp dengan korban harus menggunakan kode khusus'. Selang sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian Dodon memberitahukan kepada korban apakah ada kode masuk," ujarnya.

Merasa percaya, kemudian korban memberitahukan kode tersebut kepada orang yang mengaku sebagai Dodon. Setelah korban memberitahukan kode tersebut, WhatsApp pribadi korban langsung log out dan tidak bisa digunakan lagi.

Kemudian sekitar pukul16.30 WIB ada salah satu teman korban yang memberitahukan 'WA kamu dihack'i. Lantas ada yang menghubungi teman korban Arfan dimana orang tersebut mengaku sebagai korban dan meminta meminjam uang senilai Rp 5 juta.

"Karena merasa percaya, teman korban langsung mentransfer ke rekening bank atas nama Herman," kata Iwan.

Baca Juga: Caleg PAN Jadi Penipu Pengadaan Barang BNPB Diduga untuk Biaya Kampanye

Selain menangkap keduanya, polisi pun menyita beberapa barang bukti. Di antaranya satu kartu ATM, dua unit telepon genggam yang mana salah satunya digunakan sebagai alat untuk menerobos sistem elektronik dan rekaman kamera Closed Circuit Television saat tersangka Sukmawati mengambil uang yang ditransfer.

"Atas perbutannya, kedua pelaku terancam pasal 30 jo pasal 46 dan/atau pasal 36 jo pasal 51 ayat (2) dan/atau pasal 35 jo pasal 51 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE," kata Iwan. (Knu)


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH