Polisi Punya Waktu 21 Hari Tentukan Status Hukum Munarman dalam Pidana Terorisme Personel kepolisian bersenjata berjaga saat tim Densus 88 Antiteror melakukan penggeledahan di bekas markas FPI. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

MerahPutih.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri masih melakukan pemeriksaan terhadap eks Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait dugaan terorisme.

Polri belum menetapkan status hukum untuk Munarman.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyidik Densus 88 memiliki waktu 21 hari untuk menentukan status Munarman. Apakah dijadikan tersangka atau tidak.

Baca Juga:

Diseret dan Ditutup Mata, Penangkapan Munarman Diprotes Pengacara

Menurutnya, hal itu tertuang dalam UU Tindak Pidana Terorisme.

"Penyidik mempunyai waktu 21 hari dan ini diatur dalam pasal 28 ayat (1) dan pasal 28 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 2018," terang Ramadhan kepada wartawan, Rabu (28/4).

Berikut bunyi pasal 28 UU Nomor 5 Tahun 2018:

Pasal 28

(1) Penyidik dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Terorisme berdasarkan bukti permulaan yang cukup untuk jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari.

(2) Apabila jangka waktu penangkapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak cukup, penyidik dapat mengajukan permohonan perpanjangan penangkapan untuk jangka waktu paling lama 7 (tujuh) hari kepada ketua pengadilan negeri yang wilayah hukumnya meliputi tempat kedudukan penyidik.

(3) Pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia.

(4) Setiap penyidik yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Munarman. ANTARA/Fianda Rassat
Munarman. ANTARA/Fianda Rassat

Ramadhan menjelaskan, alasan ditangkapnya Munarman karena dugaan keterlibatan kasus baiat di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta.

Selain itu, Munarman juga diduga terlibat kasus Baiat di Makassar, dan Medan.

"Jadi ada tiga hal tersebut. Kami masih lakukan pemeriksaan," kata dia.

Adapun penangkapan Munarman dilakukan Selasa (27/4), pukul 15.00 WIB, tepatnya di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. Lokasi tersebut merupakan kediamannya.

Baca Juga:

Kubu Munarman Sebut Cairan dan Serbuk di Bekas Markas FPI untuk Bersihkan Toilet

Berdasarkan keterangan polisi, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.

Munarman bukan kali ini saja dikaitkan dengan penangkapan sejumlah teroris.

Kendati demikian, Munarman sudah sempat membantah bahwa dirinya terkait dengan hal tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Densus 88 Diyakini Punya Bukti Kuat Tangkap Munarman

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Solo Manufaktur Kreasi Luncurkan Mobil SUV Esemka Garuda 2.0, Berapa Harganya?
Indonesia
Solo Manufaktur Kreasi Luncurkan Mobil SUV Esemka Garuda 2.0, Berapa Harganya?

Rencana peluncuran mobil baru terungkap dalam cuitan akun Instagram media sosial resmi milik PT Solo Manufacturing Kreasi dengan akun @esemkaofficial.

Di Usianya ke-22, PAN Siap Bantu Pemerintah
Indonesia
Di Usianya ke-22, PAN Siap Bantu Pemerintah

Hari-hari ini kondisi bangsa sedang mengalami tantangan serius

Perpanjang Lagi PPKM Selama 2 Pekan, Anies: Kita Belum Menang Lawan Pandemi
Indonesia
Perpanjang Lagi PPKM Selama 2 Pekan, Anies: Kita Belum Menang Lawan Pandemi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kembali masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama dua pekan hingga 3 Mei 2021.

Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Divonis 4 Tahun Penjara
Indonesia
Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Divonis 4 Tahun Penjara

Majelis hakim menyatakan, terdakwa Ulum terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap Rp 11.500.000.000 bersama-sama dengan Imam Nahrawi.

Ketua DPD: Tenaga Kesehatan Pahlawan saat Pandemi COVID-19
Indonesia
Ketua DPD: Tenaga Kesehatan Pahlawan saat Pandemi COVID-19

Masyarakat harus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang berbulan-bulan di tengah pandemi COVID-19.

Polisi Periksa Bos Persija dan Pengurus Jakmania Gegara Konvoi Kemenangan
Indonesia
Polisi Periksa Bos Persija dan Pengurus Jakmania Gegara Konvoi Kemenangan

Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Presiden Persija Mohammad Prapanca dan Pengurus Umum The Jakmania pada Rabu (28/4).

277 Ribu Orang Berhasil Sembuh dari Corona
Indonesia
277 Ribu Orang Berhasil Sembuh dari Corona

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa penularan virus corona masih tinggi di masyarakat.

Pemprov DKI Manfaatkan Taman Benyamin Sueb Jadi Pengembangan Betawi
Indonesia
Pemprov DKI Manfaatkan Taman Benyamin Sueb Jadi Pengembangan Betawi

Tujuan dari kolaborasi ini adalah sebagai landasan hukum para pihak dalam penggunaan ruangan di Taman Benyamin Sueb untuk pelaksanaan kegiatan pelestarian dan pengembangan budaya Betawi.

KPK Periksa Bupati Kotim Tersangka Korupsi Rp5,8 Triliun
Indonesia
KPK Periksa Bupati Kotim Tersangka Korupsi Rp5,8 Triliun

Selain itu, Supian diduga telah menerima sejumlah barang mewah dan uang tunai.

KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Perantara Suap Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin

KPK mengeksekusi perantara suap mantan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, Benhur Lalenoh ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sumamiskin.