Polisi: Postingan Berita Hoaks Surat Suara Tercoblos Dibuat Tersangka Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Raden Prabowo Argo Yuwono. (MP/Asropih Opih)

Merahputih.com - Polisi ungkap alasan dari MIK (38), tersangka penyebar hoaks membuat berita bohong tujuh kontainer surat suara tercoblos.

"Narasi kalimat postingan di akun twitter tersebut dibuat sendiri oleh yang bersangkutan dengan maksud memberitahukan kepada para tim pendukung Paslon 02 tentang informasi (hoaks surat suara tercoblos) tersebut," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di kantornya, Jumat (11/1).

Lewat akun twitternya, @chiecilihie80 MIK menyebarkan berita hoaks soal surat suara tercoblos. Cicitan itu juga di mention ke Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Cicitan itu berisi "@dahnilanzar Harap ditindaklanjuti, informasi berikut: DI TANJUNG PRIOK ADA 7 KONTAINER BERISI 80JT SURAT SUARA YANG SUDAH DI COBLOS. HAYO PADI MERAPAT PASTI DARI TIONGLOK TUH," tulis MIK.

MIK sendiri ditangkap pada hari Minggu (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB di rumahnya di Metro Cendana, Kebon Dalam, Purwakarta, Cilegon, Banten. Setelah polisi mendapati cicitan MIK, penyidik melakukan penelusuran.

"Bahwa informasi tersebut sampai saat ini tidak dapat dibuktikan oleh tersangka sumbernya, baik semua akun medsos yang disampaikan tersangka, tidak ada ditemukan Penyidik di alat bukti digital yang disita dari tersangka," kata Argo.

Ilustrasi surat suara

"Bahwa setelah informasi tersebut viral, tersangka menghapus postingannya dari akun Twitter miliknya," sambung Argo.

MIK sendiri membuat akun itu September 2013. Akun @chiecilihie80 mengikuti akun orang lain sebanyak 62 akun sedangkan akun yang menjadi pengikut akun @chiecilihie80 sebanyak 27 akun.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sebuah KTP atas nama MIK, sebuah Handphone, satu SIM Card Indosat dengan Nomor 085624855469, satu buah akun twitter dengan nama akun @chiecilihie80, tiga lembar print out screenshot foto profil akun twitter dengan nama akun @chiecilihie80, satu akun facebook dengan nama akun chiecilihie dan empat lembar print out screenshot foto profil akun facebook chiecilihie.

Tersangka dikenakan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) Undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan atau denda Paling banyak Rp. 1 Miliar dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana, dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH