Polisi Perpanjang Masa Tahanan Maria Pauline Lumowa Pemulangan Maria Pauline Lumowa dari Serbia. (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com - Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan terhadap tersangka kasus pembobolan kas bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, perpanjangan penahanan itu dilakukan selama 40 hari ke depan.

Baca Juga

Pemerintah Belanda Ogah Bantu Pembobol BNI Maria Lumowa

"Terhitung mulai 29 Juli hingga 7 September 2020," kata Ahmad kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/7).

Mari Lumowa kembali menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Namun, belum diketahui materi pemeriksaan apa yang didalami penyidik dalam pemeriksaan kali ini.

"Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan terhadap MPL," ujar Ahmad.

Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Maria Pauline Lumowa dihadirkan saat rilis kasus pembobolan kas Bank BNI di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (10/7/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Dalam pengusutan perkara, Maria telah diperiksa dengan menjawab 27 pertanyaan ihwal identitas diri, keluarga dan permohonan kredit. Penyidik juga meminta keterangan 14 saksi. Maria diketahui juga telah memilih kuasa hukum yang diajukan oleh Kedutaan Besar Belanda pada kasus ini.

Polisi menyita barang bukti dari seperti paspor, 28 bundel fotokopi putusan Pengadilan Negeri Jaksel, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung terhadap 16 tersangka lainnya.

Selanjutnya satu bundel fotokopi pengakuan utang oleh Maria bertanggal 26 Agustus 2003, satu bundel fotokopi akta penanggungan utang atau personal guarantee dari Maria kepada BNI, satu bundel fotokopi akta penanggungan utang dari AHW kepada BNI. Dua berkas terakhir juga di tanggal yang sama.

Maria merupakan buronan pelaku pembobolan Bank BNI melalui melalui Letter of Credit (L/C) fiktif senilai Rp1,7 triliun pada Oktober 2002-Juli 2003.

Ia kabur ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus bentukan Mabes Polri. Perempuan itu juga sempat melarikan diri ke Belanda.

Baca Juga

Pemerintah Akan Bekukan Aset Maria Pauline Lumowa di Luar Negeri

Pemerintah Indonesia pernah mengajukan ekstradisi ke Kerajaan Belanda pada tahun 2009 dan 2014, namun ditolak. Pengajuan tersebut lantaran Maria yang lahir di Sulawesi Utara sudah menjadi warga negara Belanda sejak tahun 1979.

16 Juli tahun lalu Maria diketahui terbang ke Serbia dari Belanda lantas ditangkap oleh petugas NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla. Peringkusan berdasarkan red notice tahun 2003. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH