Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono dalam konferensi pers perkembangan pemeriksaan korban Sriwijaya Air SJ 182 di RS Polri Kramatjati, Jakarta, Senin (11/1). (ANTARA/ Abdu Faisal)

Merahputih.com - Politikus Partai Hanura, Ambroncius Nababan telah diperiksa oleh polisi soal kasus dugaan penghinaan bernada rasial terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai soal vaksin sinovac.

Meski telah dilakukan pemeriksaan, namun Ketua Umum DPP Projamin (Pro Jokowi-Maruf Amin) saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut.

Baca Juga

Usut Dugaan Rasis Oleh Relawan Jokowi, Penyidik Pakai Konsep Komjen Listyo

“Yang bersangkutan telah diperiksa sebagai saksi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/1).

Diketahui, Ambroncius mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (25/1) malam. Dia datang lebih awal dari panggilan pemeriksaan penyidik yang telah dijadwalkan pada Rabu (27/1) besok.

“Saya nggak lari dan tidak akan ingkar dari hukum karena saya akan hadapi dengan hati yang tulus,” kata Ambroncius.

Ambroncius Nababan dan Presiden Jokowi

Dalam kesempatan itu, Ambroncius mengakui bahwa dirinya lah pemilik akun Facebook yang mengunggah foto kolase Natalius Pigai dengan potrait Gorila.

Dia menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengklaim tidak berniat melakukan tindakan rasial terhadap masyarakat Papua.

Adapun, Ambroncius berdalih mengunggah foto tersebut dari unggahan orang lain.

“Saya akui itu postingan saya dan sebenarnya gambar itu saya kutip, saya copas (copy paste),” katanya.

Baca Juga

Bareskrim Segera Periksa Relawan Jokowi Terkait Kasus Dugaan Rasis

Selain itu, Ambroncius juga menjelaskan bahwa perbuatannya itu dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap pernyataan Natalius Pigai yang menolak serta tak percaya dengan vaksin sinovac COVID-19.

Dia lagi-lagi berdalih melakukan hal itu tanpa niat berbuat rasial. “Jauh sekali, apalagi menghina Papua,” tandas dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada
Indonesia
Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan saat pendaftaran peserta.

Keponakan Ashanty Kembali Ditangkap karena Narkoba
Indonesia
Keponakan Ashanty Kembali Ditangkap karena Narkoba

Keponakan Ashanty itu diamankan bersama tiga orang lainnya usai dicek dalam kondisi positif narkoba.

Sering Kritisi Pemerintah, 'Duo Nyinyir' Ini Malah Diganjar Bintang Mahaputra Naraya
Indonesia
22 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Buat Pos Pengungsian di Kembangan Utara
Indonesia
22 RT Terendam Banjir, Pemprov DKI Buat Pos Pengungsian di Kembangan Utara

Pengungsian itu untuk menampung warga di kawasan Kembangan Utara karena musibah bencana banjir.

Kepala BNPT Datangi Puluhan Eks Teroris di Yayasan yang Diinisiasi Mantan Kombatan Ali Fauzi
Indonesia
Kepala BNPT Datangi Puluhan Eks Teroris di Yayasan yang Diinisiasi Mantan Kombatan Ali Fauzi

YLP hingga hari ini berhasil menarik puluhan mantan narapidana terorisme kembali ke NKRI

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Divonis 3 Tahun Penjara
Indonesia
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Divonis 3 Tahun Penjara

Bupati nonaktif Sidoarjo, Saiful Ilah divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya.

KontraS Minta Polisi Transparan soal Dugaan Kepemilikan Senpi Laskar FPI
Indonesia
KontraS Minta Polisi Transparan soal Dugaan Kepemilikan Senpi Laskar FPI

"Proses transparansinya harus dibuat terang. Terutama terkait dengan penggunaan senjata apinya," kata Arif

Kombes Roma Hutajulu Jabat Dirkrimsus, Kapolres Trenggalek Isi Wadirkrimum Polda Metro Jaya
Indonesia
Tiga Hotel Siap Rawat Pasien OTG, Pegawai Wajib Tes COVID-19
Indonesia
Tiga Hotel Siap Rawat Pasien OTG, Pegawai Wajib Tes COVID-19

Pemerintah terus menambah kapasitas ruang isolasi bagi pasien COVID-19 lantaran makin hari kasus corona terus meningkat.

Bisa Terjadi Kekisruhan, Polisi Dinilai Lambat Usut Pembakaran Bendera PDIP
Indonesia
Bisa Terjadi Kekisruhan, Polisi Dinilai Lambat Usut Pembakaran Bendera PDIP

Menurut Neta, akibat pembakaran bendera PDIP potensi konflik horizontal di akar rumput semakin nyata dan memprihatinkan.