Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang Coretan di Musala Darussalam di Perum Villa Tangerang Elok, RT 5 RW 8, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Polres Tangerang mengungkap perusak musala tak hanya merusak satu musala, tapi dua musala. Sebelumnya, Satrio memotong kabel mic speaker untuk adzan di musala berbeda.

Namun musala itu masih dalam lingkungan rumahnya. Berjarak 400 meter dari Musala Darussalam yang dia coret-coret di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

"Jarak dua musala itu 400 meter dari lokasi TKP pertama," papar Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (30/9).

Baca Juga

Ini Motif Pencoret Musala 'Saya Kafir' di Tangerang

Satrio pun dijerat dengan pasal 156 Kitab UU Hukum Pidana karena diduga melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan atau penidaan terhadap Agama sehingga menimbulkan kebencian terhadap beberapa golongan.

Ade menuturkan, pelaku mengakui hal yang dilakukannya itu bukan atas suruhan orang lain. Satrio melakukannya karena hal itu diyakini benar.

"Fakta dengan sampai saat ini pelaku mengakui melakukan hal itu sendiri tanpa ada suruhan siapapun," kata Ade.

Satrio melakukan hal itu dengan belajar dari Youtube. Namun polisi masih mendalami hal tersebut.

"Konten seperti apa masih kita dalami karena dia menguasai sebuah ponsel. Kemudian termasuk aplikasi di dalamnya," ungkapnya.

Coretan di Musala Darussalam di Perum Villa Tangerang Elok, RT 5 RW 8, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Istimewa
Coretan di Musala Darussalam di Perum Villa Tangerang Elok, RT 5 RW 8, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Foto: Istimewa

Polisi kesulitan menggali keterangan Satrio. Sebab, keterangan Satrio selalu berubah-ubah. Karena itu, kata Ade, pihaknya sudah mendatangkan para ahli termasuk seorang psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaannya.

"Beberapa saksi ahli seperti ahli bahasa, teman-teman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Agama, hingga psikolog untuk memeriksa (kejiwaan) pelaku," sebutnya.

Selain itu, Ade menjelaskan, pihaknya akan melakukan penggeledahan di kediamannya. Hal itu guna mencari bukti baru apakah ada buku ajaran radikal atau lainnya.

"Kami akan melakukan penggeledahan terhadap rumahnya. Tapi setelah kami melakukan pemeriksaan mendalam dari pelaku," paparnya.

Namun, Ade memastikan, Satrio tidak berkaitan dengan kasus yang terjadi di Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Istiqlaliyyah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada 27 September lalu. Saat itu ada seorang lelaki mengacak-acak santal santri setelah bertemu dengan pimpinan pompes.

"Tidak ada kaitannya dengan hal itu (Ponpes). Ini murni terpisah," sebutnya.

Baca Juga

Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku Vandalisme di Masjid Tangerang

Polisi sejauh ini sudah mengamankan barang bukti dari Satrio. Antara lain, Al Quran besar yang dicoret silang dan ada lakbab kertas warna krem.

Kemudian, Al Quran sedang warna hijau yang sudah disobek-sobek, satu buah pilox berwarna hitam, satu buah lakban kertas, sarung gunting, satu buah korek. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemeriksaan SIKM Terakhir 7 Juni, Ini Klarifikasi Anak Buah Anies
Indonesia
Pemeriksaan SIKM Terakhir 7 Juni, Ini Klarifikasi Anak Buah Anies

"Sehingga pemeriksaan SIKM ini akan terus dilakukan sampai dengan penetapan COVID-19 sebagai bencana nasional non-alam dinyatakan selesai," terang dia.

Harlah ke-95 NU, Bamusi Ungkap Kedekatan NU dengan Bung Karno
Indonesia
Harlah ke-95 NU, Bamusi Ungkap Kedekatan NU dengan Bung Karno

Organisasi sayap PDI Perjuangan tersebut menyatakan, kedekatan Bung Karno dengan para ulama NU seperti Hadratusysyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah telah sangat lama terjalin.

Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Tes Alih Status ASN?
Indonesia
Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Tes Alih Status ASN?

Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tidak lolos tes wawasan kebangsaan alih status Aparatur Sipil Negara (ASN).

Perkara TPPU Pembiayaan PT Danareksa, Kejagung Garap Dirkeu PT Evio Sekuritas
Indonesia
Mengenal Vaksin COVID-19 Merah Putih dengan Pendekatan DNA
Indonesia
Mengenal Vaksin COVID-19 Merah Putih dengan Pendekatan DNA

Ada sejumlah sel dalam tubuh yang mampu menghasilkan antibodi. Sel-sel tersebut yaitu Sel B, sel T sitotoksik atau CD 8 dan sel T CD 4.

KPK Dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK
Indonesia
KPK Dapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

Ini adalah kerja keras dari seluruh pegawai KPK

Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter
Indonesia
Lari Dikejar Polisi, Seorang Pedemo Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter

Seorang peserta aksi Solo Raya Menggugat menolak RUU Cipta Kerja di Tugu Kartasura jatuh ke dalam sumur tua sedalam 10 meter, Kamis (8/10) malam.

Mantan Danjen Kopasuss Bakal Diperiksa Diduga Tersangkut Kasus Senpi Ilegal
Indonesia
Mantan Danjen Kopasuss Bakal Diperiksa Diduga Tersangkut Kasus Senpi Ilegal

Soenarko dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal yang membelitnya pada tahun 2019 lalu.

Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan
Indonesia
Pengamat: Jokowi Butuh Menteri Berani Seperti Jonan

Jokowi diharapkan segera melakukan perombakan kabinet

Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif
Indonesia
Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif

Mabes Polri mengungkapkan bahwa penangkapan 23 terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah kota di Sumatera mengungkap fakfa baru.