Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pelecehan dan Pemerasan Rapid Test di Bandara Ilustrasi pelecehan seksual. (MP).

MerahPutih.com - EFY, tersangka kasus pelecehan saat rapid tes di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang sempat viral dilini masa, hari ini menjalani tes kejiwaan. Tes kejiwaan itu akan berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta.

"Betul tersangka hari ini akan menjalani cek kejiwaan di Polda Metro Jaya," kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho kepada wartawan, Selasa (29/9).

Menurut Alex, tes kejiwaan, untuk memastikan kondisi kejiwaan tersangka dalam keadaan normal dan bisa dimintai pertanggungjawaban.

Baca Juga:

PT Kimia Farma Pecat Karyawannya Setelah Dugaan Pelecehan di Bandara Soetta

"Mengingat sangkaan pasal salah satunya adalah pelecehan. Padahal, faktualnya penyidik jumpai bahwa tersangka sudah memiliki istri dan anak," ungkap Alex.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari viralnya pengakuan wanita yang menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, korban diduga diperas oleh diduga oknum petugas tersebut.

Setelah melewati proses penyidikan yang panjang, akhirnya polisi menetapkan seorang petugas medis berinsial EFY sebagai tersangka. Pasca ditetapkan sebagai tersangka, EFY dikabarkan menghilang alias melarikan diri dan berhasil ditangkap di wilayah Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Dari pengakuan tersangka, menurut Polisi, motif tersangka melakukan aksinya hanya karena nafsu melihat korban. Dia juga ingin mendapatkan uang lebih dengan cara melakukan pemerasan. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Belum Simpulkan Adanya Unsur Kesengajaan di Kebakaran Gedung Kejagung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komjen Listyo Sigit Pastikan Seniornya Punya Kesempatan Dapat Jabatan
Indonesia
Komjen Listyo Sigit Pastikan Seniornya Punya Kesempatan Dapat Jabatan

Ia berjanji penilaian untuk penempatan jabatan dilakukan secara proporsional

[HOAKS atau FAKTA]: Nasi Padang Sumber Penularan COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Nasi Padang Sumber Penularan COVID-19

Dalam pesan tersebut diklaim bahwa nasi padang adalah sumber penyebaran virus COVID-19.

Impor Beras Coreng Muka Jokowi, PDIP: Nusantara Begitu Kaya
Indonesia
Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek
Indonesia
Dipolisikan Diduga Sebar Hoaks, Anji: Maksud Baik Malah Dianggap Jelek

Menurut Anji, ia tak bermaksud membuat keonaran dan tak menduga akan mendapat respons yang tak diinginkannya.

Ikuti Arahan Jokowi, Anies Larang Warga Jakarta Mudik
Indonesia
Ikuti Arahan Jokowi, Anies Larang Warga Jakarta Mudik

Presiden Jokowi memutuskan melarang tradisi mudik Lebaran 1441 Hijriah untuk semua kalangan.

6 Varian Mandat Konstitusional dalam Putusan MK
Indonesia
6 Varian Mandat Konstitusional dalam Putusan MK

Mahkamah Konstitusi memberikan alternatif penormaan untuk dipilih

Wapres Imbau Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit
Indonesia
Wapres Imbau Umat Islam Indonesia Jangan Ikut Arus Berpikir Sempit

Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh umat Islam khususnya di Indonesia untuk tidak ikut dalam arus berpikir yang sempit.

Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Djoko Tjandra Setebal 5 Ribu Halaman
Indonesia
Berkas Perkara Tiga Tersangka Kasus Djoko Tjandra Setebal 5 Ribu Halaman

“Total berkas ketiga tersangka setebal 5.984 lembar,” imbuhnya.

Soal SKB 3 Menteri, Waketum MUI Tegaskan Indonesia Bukan Negara Sekuler
Indonesia
Soal SKB 3 Menteri, Waketum MUI Tegaskan Indonesia Bukan Negara Sekuler

SKB tiga menteri tersebut tidak sesuai dengan landasan dasar negara

Tubagus Chaeri Wardana Dituntut 6 Tahun Penjara
Indonesia
Tubagus Chaeri Wardana Dituntut 6 Tahun Penjara

Jaksa meyakini bahwa Wawan terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengadaan Alkes RS Rujukan Pemerintah Provinsi Banten.