Polisi Periksa Kebenaran Uang Rp 2 Triliun yang Dijanjikan Keluarga Akidi Tio Dua dari empat orang anggota keluarga almarhum Akidi Tio saat tiba di Markas Polda Sumatera Selatan, Palembang, Senin. ANTARA/M Rieko Elko

MerahPutih.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan pemeriksaan ulang pemeriksaan anak bungsu dari Akidi Tio yang bernama Heryanty, Selasa (3/8).

Pemeriksaan terkait dengan rencana pemberian bantuan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan COVID-19 di Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi menerangkan, pemeriksan yang dilakukan pada Senin (2/8) kemarin terpaksa dihentikan sekitar pukul 22.00 WIB lantaran telah larut malam.

Baca Juga:

Mahfud MD Sebut Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Cuma Modus

"Pagi ini masih akan kami lakukan pendalaman kepada yang bersangkutan. Jadi sampai dengan saat ini kami belum bisa memastikan apakah bilyet giro (BG) telah dicairkan atau belum," terang Supriadi dalam keterangannya, Selasa (3/8).

Supriadi menyebut, pihaknya juga telah menawarkan bantuan kepada Heryanty jika mengalami kendala dalam pencairan uang tersebut.

"Kita tanyakan, apakah ada kendala (pencarian uang), kalau memang ada kita akan bantu menyelesaikannya," jelasnya.

Arsip: Salah seorang anak almarhum Akidi Tio, Heriyati menyatakan akan memberikan bantuan Rp 2 triliun. ANTARA/HO-Pemprov Sumsel
Arsip: Salah seorang anak almarhum Akidi Tio, Heriyati menyatakan akan memberikan bantuan Rp 2 triliun. ANTARA/HO-Pemprov Sumsel

Dalam hal ini, Supriadi menegaskan pihaknya sangat menyambut baik atas bantuan yang diberikan.

Ia juga menjelaskan, tim penyidik menelusuri keluarga dari Akidi Tio yang lain guna mencari tahu kebenaran uang bantuan tersebut.

"Makanya ini sedang kita pertanyakan, kalau memang ada kendala mekanisme akan kita bantu, karena lebih cepat itu lebih baik," tutupnya. (Knu)

Baca Juga:

Kasus Sumbangan Akidi Tio Picu Kontroversi, Publik Diminta tak Perkeruh Suasana

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Status Bencana NTT Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat
Indonesia
Status Bencana NTT Ditetapkan sebagai Tanggap Darurat

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya.

Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres
Indonesia
Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres

Ia mengajak Alumni UI untuk melihat peluang bonus demografi di Indonesia

Pasien COVID-19 Isoman Bisa Dapat Bantuan Makan, Begini Caranya
Indonesia
Pasien COVID-19 Isoman Bisa Dapat Bantuan Makan, Begini Caranya

pasien COVID-19 yang tengah melakukan isoman di rumah bisa mendapat bantuan makanan, baik berupa sembako maupun makanan jadi. Dana penyediaan bantuan ini berada pada Suku Dinas Sosial 5 wilayah kota di DKI.

Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv
Dunia
Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv

Erekat, berusia 65 tahun itu, menjalani perawatan medis di rumah sejak 8 Oktober mengumumkan bahwa dia terinfeksi COVID-19.

IDI Jawab Tudingan Tolak Vaksin COVID-19
Indonesia
IDI Jawab Tudingan Tolak Vaksin COVID-19

PB IDI memberikan saran kepada pemerintah mengenai pertimbangan dalam memilih vaksin

Biayai COVID-19, Surat Utang Negara Masih Dilirik Investor
Indonesia
Biayai COVID-19, Surat Utang Negara Masih Dilirik Investor

Saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan pelaku pasar keuangan dalam negeri dan juga Bank Indonesia (BI) Keterlibatan bank sentral dalam membeli SBN pemerintah di pasar perdana.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Beri Subsidi Uang Sebesar Rp 189 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Beri Subsidi Uang Sebesar Rp 189 Juta

Beredar SMS pemberian subsidi pemerintah sebesar Rp 189 juta mengatasnamakan BUMN Pertamina.

Relawan Vaksin COVID-19 Bandung Kebal Flu meski Musim Pancaroba
Indonesia
Relawan Vaksin COVID-19 Bandung Kebal Flu meski Musim Pancaroba

Eka Mulyana merasa punya kekebalan tubuh di musim pancaroba dari kemarau ke hujan tahun ini.

Operasi Pencarian Ali Kolora di Sulteng Diperpanjang
Indonesia
Operasi Pencarian Ali Kolora di Sulteng Diperpanjang

Informasi yang diperoleh kelompok MIT terpecah menjadi dua, yakni kelompok Pimpinan Ali Kalora berjumlah empat orang dan MIT Pimpinan Qatar berjumlah lima orang.

KPK Ngotot Ingin Bekas Komisioner KPU Wahyu Dicabut Hak Politik
Indonesia
KPK Ngotot Ingin Bekas Komisioner KPU Wahyu Dicabut Hak Politik

Majelis Hakim menyatakan Wahyu bersama-sama Agustiani telah menerima suap dari kader PDIP Saeful Bahri agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui PAW.