Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Penembakan Warga di Tangerang Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Polisi masih menyelidiki kasus penembakan di kawasan Pinang, Tangerang, Banten, yang menewaskan warga bernama Armand. Dalam hal ini, polisi menemukan proyektil peluru yang menembus mengenai pintu rumah.

"Penembakan itu menembus dan proyektil sempat menyasar ke pintu rumah korban," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (21/9).

Baca Juga:

Seorang Pria Tewas Ditembak di Tangerang

Penemuan itu telah dibawa ke Puslabfor Polri untuk diidentifikasi. Serta Tim Labfor sedang analisis untuk ketahui senjata apa yang digunakan pelaku.

"Tim masih bekerja,” kata Yusri.

Selain memeriksa proyektil, polisi juga menggali keterangan dari sejumlah saksi. Paling tidak, sudah ada 5 saksi yang diperiksa penyidik untuk mengungkap dalang penembakan terhadap pria yangjuga Ketua Majelis Taklim itu.

Ilustrasi senjata. (Pixabay/Antara)
Ilustrasi senjata. (Pixabay/Antara)

"Beberapa saksi termasuk saksi keluarga dan tetangga dan terakhir bersama ada sekitar 5 saksi,” kata Yusri.

Kasus penembakan itu terjadi pada Sabtu (18/9). Korban tertembak pada bagian pinggang sebelah kanan. Ia meninggal dunia pada pukul 19.17 WIB setelah dilarikan ke rumah sakit.

Diduga pelaku berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor. Sebelum penembakan pelaku kerap mondar-mandir di sekitar rumah korban. Kasus ini masih diselidiki oleh Satreskrim Polres Tangerang Kota dengan dibantu jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Kelanjutan Perkara Penembakan Laskar FPI Kembali Tertunda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ancaman Berantai ke Polisi Diduga Terkait Pemindahan Teroris ke Jakarta
Indonesia
Ancaman Berantai ke Polisi Diduga Terkait Pemindahan Teroris ke Jakarta

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menduga, ancaman tersebut terkait pemindahan puluhan terduga teroris dari Mapolda Jatim ke Mabes Polri di Jakarta.

Legislator PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara Usai Diperiksa KPK
Indonesia
Legislator PDIP Ihsan Yunus Irit Bicara Usai Diperiksa KPK

Ihsan Yunus irit bicara usai diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anak yang Terpapar COVID-19 Miliki Risiko Kematian Tinggi Jika Diiringi dengan Komorbid
Indonesia
Anak yang Terpapar COVID-19 Miliki Risiko Kematian Tinggi Jika Diiringi dengan Komorbid

Cissy menambahkan orang dewasa berperan penting dalam penularan virus kepada anak-anak

Kemenkes Sematkan Jaktim Masuk PPKM Level 1, Begini Jawaban Wagub Riza
Indonesia
Kemenkes Sematkan Jaktim Masuk PPKM Level 1, Begini Jawaban Wagub Riza

"Level 1 artinya penularan tidak terjadi, namun ada keterbatasan penerapan upaya pencegahan penularan. Atau, ada kasus tapi masih dapat dikendalikan melalui tindakan efektif di sekitar kasus atau klaster kasus," papar Riza.

Mahfud Pertanyakan Bukti Pelanggaran HAM Berat Kematian Laskar FPI
Indonesia
Muhammadiyah Minta SOP Polisi Dievaluasi
Indonesia
Muhammadiyah Minta SOP Polisi Dievaluasi

Polisi juga sebaiknya memberikan seluruh dokumen ihwal penembakan pengawal Imam Besar FPI tersebut kepada Komnas HAM

Polisi Batasi Ruang Gerak Warga di 10 Jalan Kawasan Kuliner dan Nongkrong Jakarta
Indonesia
Polisi Batasi Ruang Gerak Warga di 10 Jalan Kawasan Kuliner dan Nongkrong Jakarta

Pembatasan 10 titik jalan di Jakarta ini dilakukan secara situasional. Pembatasan mobilitas juga bisa digeser ke wilayah lain. Hal ini dilakukan karena masih menemukan banyak kerumunan di berbagai lokasi.

Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Antarumat Beragama
Indonesia
Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Antarumat Beragama

Pancasila menjadi perekat kerukunan antarumat beragama. Termasuk dalam hal pendirian rumah ibadah. Pemahaman terhadap Pancasila akan membuat Indonesia semakin bersatu dan saling menghargai perbedaan

Penunjukkan Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN Lecehkan Konstitusi
Indonesia
Penunjukkan Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN Lecehkan Konstitusi

"Memilih eks pesakitan korupsi uang negara menjadi pejabat publik dan atau komisaris anak BUMN sekalipun, menurut saya merupakan pelecehan nilai moralitas, kepantasan publik dan nilai semangat konstitusi," kata Hengky

KPK Periksa Direktur Cipta Mitra Artha Terkait Kasus Bansos
Indonesia
KPK Periksa Direktur Cipta Mitra Artha Terkait Kasus Bansos

Vloro Maxi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Matheus Joko Santoso, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial.