Polisi Pastikan Perayaan Idul Fitri di Jakarta Kondusif Kapolres Metro Jakarta Pusat Kpmbes Heru Novianto (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto memastikan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di ibu kota berlangsung aman dan kondusif.

Tak ada gangguan keamanan berarti yang menggangu kegiatan silaturahmi dan ibadah warga di ibu kota.

"Alhamdulillah keadaan tetap aman dan kondusif," kata Heru dalam keteranganya, Senin (25/5).

Heru melanjutkan, kedepannya Polri bakal fokus menjaga situasi kondusif ini terutama selama pandemi COVID-19. "Kedepan tetap kita akan menggandeng warga dalam bentuk, mengaktifkan poskamling yang sudah ada, selain itu intesitas patroli akan kita tingkatkan," jelas Heru.

Bahkan kedepannya pembagian sembako kepada warga miskin bakal terus dilakukan. Terutama menggunakan eks warga binaan yang mendapatkan asimilasi saat pandemi corona. "Tetap kita perthankan. Khusus bantuan sembako akan kita berikan kepada masyarakat yang tak kebagian dari pemerintah," imbuh Heru.

Heru mengakui saat ini corona masih menjadi ancaman warga mengingat jumlah penderitanya terus bertambah. "Corona ini masih ada di Jakarta. Kami ingatkan selalu protokol kesehatan seperti pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Itu mesti tetap kita tingkatkan," jelas Heru.

Heru memastikan, patroli kepolisian tetap dilakukan karena mayoritas warga berada di rumah mengingat adanya larangan untuk berpergian. "Tak ada mudik mereka masih di Jakarta dan kami lakukan imbauan khususnya untuk protokol kesehatan," imbuh Heru.

Sebaliknya, pengamanan obyek vital seperti stasiun dan terminal akan dikurangi personilnya. "Sekarang yang jadi vital seperti tempat-tempat keramaian seperti pasar kayak gini (Pasar Tanah Abang). Stasiun dan terminal sekarang gak ada. Karena situasinya tidak ada yang mudik. Nah jadi kita situasinya akan banyak di jalan muter kita," kata Heru.

Seperti diketahui, usai libur Idul Fitri, polisi akan memperketat penyekatan di sekitar perbatasan menuju Jabodetabek untuk mencegah arus balik Lebaran. Penyekatan ini untuk mencegah masyarakat yang sempat lolos mudik Lebaran kembali ke Jabodetabek tanpa surat izin yang disyaratkan.

Untuk akses masuk Jakarta harus ada izin, bila masyarakat punya izin keluar masuk boleh masuk, kalau tidak putar balik, tidak bisa ke Jakarta. Persyaratan surat izin keluar masuk (SIKM) itu sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 6 Pergub 47/2020 Pemprov DKI Jakarta.

Dalam Pasal ke-7 Pergub Anies Baswedan itu diatur bahwa setiap orang, pelaku usaha atau orang asing yang karena tugas dan pekerjaannya dan/atau alasan darurat melakukan kegiatan berpergian masuk Provinsi DKI Jakarta dari luar Jabodetabek wajib memiliki SIKM selama masa penetapan bencana nonalam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

Gubernur Anies telah mengingatkan bahwa pelanggar larangan mudik akan dipersulit untuk kembali masuk ke ibu kota. Penyekatan arus balik Lebaran menuju Jakarta akan dilakukan dari Jalur Pantura maupun jalur selatan. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH