Polisi Pastikan Kasus Dugaan Perundungan Pegawai KPI Terus Berjalan Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polres Metro Jakarta Pusat memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus dugaan perundungan yang dialami MS, pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi memberikan keterangan terkait proses penyelidikan yang saat ini masih berjalan kepada Komnas HAM.

Proses tersebut adalah pelaporan terduga korban MS hingga proses penggalian keterangan terhadap para terlapor atau terduga pelaku. Tak hanya itu, kepolisian juga telah menggali keterangan dari pihak KPI.

Baca Juga

Pelapor Dugaan Pelecehan Seksual di KPI Pusat Bakal Dilaporkan Balik

"Artinya dari proses pelaporan yang disampaikan oleh terduga korban MS dan juga memanggil terlapor dan juga meminta keterangan kepada beberapa orang yang ada di sekretariat KPI," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara di kantornya, Rabu (22/9).

Sementara, Hengki Haryadi menegaskan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Sebab, kepolisian masih berupaya membuktikan apakah peristiwa pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap MS benar atau tidak.

"Artinya, tentunya kami tidak bersikap deduktif, katanya, katanya, kami bersikap induktif dari dalam apakah saksi benar ada, apakah alat bukti ada," beber Hengki.

Logo Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Foto: Istimewa

Jika nantinya peristiwa tersebut dibuktikan benar adanya, maka kepolisian akan meningkatkan ke proses penyidikan. Dalam proses penyidikan polisi akan mencari dua alat bukti yang sah guna menentukan status tersangka.

"Jika peristiwa ini ada, kami akan ajukan untuk meningkatkan menjadi proses penyidikan. Kalau peristiwanya ada. Dalam penyidikan kami harus mencari minimal dua alat bukti untuk mencari tersangkanya," jelas Hengki.

Hengki menegaskan jika pihaknya juga proaktif untuk memeriksa ulang psikologis MS di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Artinya, jika semua bukti sudah lengkap, polisi akan segera melakukan gelar perkara.

"Kami akan proses jika ada alat bukti kami akan proses jadikan tersangka," sebut Hengki.

Baca Juga

Kuasa Hukum Klaim tidak Ada Bukti Pelecehan Seksual di KPI

Hengki menyampaikan jika kendala yang dihadapi saat proses penyelidikan adalah locus dan tempus delicti alias waktu dan tempat terjadinya tindak pidana.

Sebab, waktu dan lokasi dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan terhadap MS sudah berpindah dan cukup lama

"Pertama tempus delicti nya itu sudah bertahun tahun. Waktu kejadian sudah terlalu lama, yang kedua juga locus delicti juga sudah berubah," kata Hengki. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
ICDX Ambil Kesempatan Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina
Indonesia
ICDX Ambil Kesempatan Antisipasi Dampak Konflik Rusia-Ukraina

Situasi panas ini memperburuk volatilitas harga komoditi yang bahkan sebelum terjadi konflik, mengalami kenaikan nilai seiring dengan pemulihan ekonomi dunia di masa pandemi COVID-19.

Berlaga di Moto3 2022, Mario Suryo Aji Minta Restu ke Wapres Ma'ruf Amin
Indonesia
Berlaga di Moto3 2022, Mario Suryo Aji Minta Restu ke Wapres Ma'ruf Amin

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menerima kunjungan Mario Suryo Aji yang akan berlaga di Moto3 2022 di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (22/1).

Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia
Dunia
Anthony Albanese Dilantik Jadi PM Australia

Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese dilantik sebagai Perdana Menteri ke-31 Australia, Senin (23/5).

YLBHI Nilai Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Menggambarkan Kekeliruan Prinsipil
Indonesia
YLBHI Nilai Putusan MK Soal UU Cipta Kerja Menggambarkan Kekeliruan Prinsipil

Maka penting bagi pemerintah untuk menghentikan segera UU ini dan seluruh PP turunannya

Dugaan Penyelewengan Donasi ACT, Bareskrim Periksa Ketua Koperasi 212
Indonesia
Dugaan Penyelewengan Donasi ACT, Bareskrim Periksa Ketua Koperasi 212

Pengusutan kasus dugaan penyelewengan donasi Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus bergulir.

Wisatawan ke Bali Mulai Melonjak, Pemda Diminta Jaga dan Awasi Prokes
Indonesia
Wisatawan ke Bali Mulai Melonjak, Pemda Diminta Jaga dan Awasi Prokes

Berdasarkan laporan yang diterima Kapolri, terjadi peningkatan hunian akomodasi di Bali sebesar 53 persen

Stafsus BUMN Bantah Keterlibatan Erick Thohir dalam Permainan Tes PCR
Indonesia
Stafsus BUMN Bantah Keterlibatan Erick Thohir dalam Permainan Tes PCR

PT Genomik Solidaritas Indonesia atau GSI yang dikaitkan Erick Thohir, sebanyak 700.000.

Bertemu Istri Gus Dur, Gibran Minta Masukan Selama Jadi Wali Kota
Indonesia
Bertemu Istri Gus Dur, Gibran Minta Masukan Selama Jadi Wali Kota

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengadakan pertemuan tertutup dengan Istri mendiang presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah di The Sunan Hotel Solo, Senin (18/4).

Dewas Baru Tahu Azis Syamsuddin Punya 8 Orang Dalam di KPK dari Media
Indonesia
Dewas Baru Tahu Azis Syamsuddin Punya 8 Orang Dalam di KPK dari Media

Dewas mengaku baru tahu kabar tersebut dari pemberitaan media massa.

Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Lombok, Warga Panik
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Lombok, Warga Panik

Sejumlah warga berhamburan keluar sambil teriak "gempa" untuk menyelamatkan diri, meskipun tidak ada kerusakan yang terjadi.