Polisi Panggil 5 Vendor BPJS Kesehatan Terkait Kebocoran 279 Juta Data Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers kepada awak media di Gedung Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Polisi masih menyelidiki kasus kebocoran data pribadi 279 juta nasabah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penyidik Bareskrim berencana memanggil lima vendor BPJS soal itu.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan total ada lima vendor yang dijadwalkan diperiksa oleh penyidik.

Baca Juga

Data Peserta BPJS Kesehatan Bocor, Menko PMK Minta Warga Tidak Khawatir

“Rencana kita ambil keterangannya 2 Juni, ada lima vendor,” kata Argo kepada wartawan, Rabu (2/6).

Argo enggan membeberkan siapa saja vendor yang diperiksa untuk kepentingan penyidikan. Pada Senin (24/5) pekan lalu, penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri telah lebih dahulu memeriksa pejabat BPJS Kesehatan.

Pejabat yang diperiksa merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap operasional sistem teknologi informasi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono memastikan pejabat yang diperiksa itu bukan Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

“Bukan (Dirut BPJS Kesehatan). Salah satu pejabat yang berwenang betul-betul dia bertanggung jawab terhadap operasional teknologi informasi di BPJS Kesehatan,” kata Rusdi.

Ilustrasi pengamanan data. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi pengamanan data. (Foto: Pixabay)

Selain itu, penyidik juga turut melibatkan Badan Siber Sandi Negera (BSSN) dalam pengungkapan kasus ini.

Bersamaan dengan pemeriksaan pejabat BPJS Kesehatan, pada pekan lalu penyidik memanggil Kepala Pusat Operasi Keamanan BSSN, Brigjen TNI Ferdinand Mahulette.

Ferdinand ketika itu mengaku pertemuannya dengan penyidik dalam rangka pembahas kasus kebocoran data pribadi 279 juta nasabah BPJS Kesehatan.

“Tadi kami pertemuan di atas untuk berbicara masalah BPJS Kesehatan, itu aja yang bisa kami sampaikan,” kata Ferdinand di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/5) siang.

Namun dia belum bisa berbicara banyak terkait kasus tersebut. Sebab, kehadirannya ketika itu semata-mata hanya sebagai saksi ahli.

“Kami menyampaikan dari kapasitas ahli,” katanya. (Knu)

Baca Juga

Data Peserta Diduga Bocor, BPJS Kesehatan Ngaku Telah Lakukan Pengamanan Berlapis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Haris-Abdullah Sani Raih Suara Terbanyak di PSU Pilgub Jambi
Indonesia
Haris-Abdullah Sani Raih Suara Terbanyak di PSU Pilgub Jambi

Dengan demikian selisih perolehan suara paslon nomor urut 3 terhadap paslon nomor urut 1 setelah PSU Pilgub Jambi semakin jauh.

Salurkan Bansos, Bulog Yakin Bisa Serap 1,4 Juta Ton Gabah Petani
Indonesia
Salurkan Bansos, Bulog Yakin Bisa Serap 1,4 Juta Ton Gabah Petani

stok beras yang sudah disiapkan untuk program Bansos bahkan mencapai 900.000 ton sampai Desember. Dengan adanya program beras bansos, membuat stok beras di gudang Bulog tersalurkan.

Terbang ke Kalsel, Jokowi Resmikan Bendungan Tapin
Indonesia
Terbang ke Kalsel, Jokowi Resmikan Bendungan Tapin

Bendungan Tapin dirancang dengan tipe Timbunan Batu Zonal Inti Tegak dan memiliki kapasitas tampung sebesar 70,52 juta meter kubik.

Tax Amnesty Jilid 2, Prima: Negara Seolah Mau Berunding Sama Maling
Indonesia
Tax Amnesty Jilid 2, Prima: Negara Seolah Mau Berunding Sama Maling

Rencana pemerintah ini sungguh menciderai rasa keadilan

[Hoaks atau Fakta]: Anies Urusin Asbak, Tidak Urus COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Anies Urusin Asbak, Tidak Urus COVID-19

Sergub yang diterbitkan oleh Anies Baswedan merupakan upaya penurunan resiko penyebaran COVID-19.

Manfaatkan Libur Idul Adha, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Indonesia
Manfaatkan Libur Idul Adha, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

"Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu 57,5% dari arah Timur, 21,0% dari arah Barat dan 21,5% dari arah Selatan," jelas Dwimawan

Ketua Wadah Pegawai KPK Bakal Jalani Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik
Indonesia
Ketua Wadah Pegawai KPK Bakal Jalani Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik

Yudi menyatakan kesiapannya untuk hadir pada sidang putusan etik tersebut.

Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Irjen Napoleon Kenakan Batik di Sidang Perdana Perkara Red Notice Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Bonaparte menghadiri sidang perdana kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama
Indonesia
Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama

"Mereka adalah pemimpin dari semua agama. Bukan hanya beragama muslim saja. Ada pastor dan pendeta juga," jelas Joko saat jumpa pers di kantor Bupati Sleman jalan Parasamya DIY Selasa, (6/4)

Pantau Penyaluran BST, Gibran Temukan 200 KPM Tersendat Pencairannya
Indonesia
Pantau Penyaluran BST, Gibran Temukan 200 KPM Tersendat Pencairannya

Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, penyaluran BST di Solo dilakukan langsung oleh PT Pos Indonesia cabang Solo. Untuk menerima BST di Solo ada sebanyak 50.000 KPM.