Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Kasatreskrim Wonogiri Serahkan Diri Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati meminta pelaku dari perguruan silat yang terlibat pengeroyokan Kasatreskrim Wonogiri serahkan diri (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengimbau pada pelaku perguruan silat pengeroyokan Kasatreskrim Poles Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani agar menyerahkan diri.

Sebelumnya Aditia yang merupakan anggota Polri sedang bertugas membubarkan bentrok dua perguruan silat di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (9/5), sekitar pukul 01.30 WIB.

Namun, pada saat bertugas terpisah dari rombongan dan menjadi sasaran amuk massa perguruan silat itu. Akibat kejadian tersebut Aditia mengalami luka parah pada bagian kepala, tangan, dan badan hingga tidak sadarkan diri dilarikan di RS dr. Oen Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Kami akan melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan. Saya mengimbau agar para pelaku segera menyerahkan diri," ujar AKBP Nartanti di Mapolres Wonogiri, Kamis (9/5).

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti bersama jajaran di Rumah Sakit dr Oen Solo
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti bersama jajaran saat melakukan pengecekan TKP pengeroyokan Kasatreskrim Polres Wonogiri (MP/Ismail)

Nartanti menegaskan sebelum kejadian sudah melakukan pengamanan secara persuasif di lapangan terhadap kedua kelompok perguruan silat itu. Namun, apa yang terjadi justru mereka menganiaya anggota Polri yang sedang bertugas.

"Saya sudah menghormati mereka, tetapi apa yang terjadi? Anggota saya dianiaya sampai saat ini kritis. Untuk itu saya akan melakukan penegakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku," ujar Kapolres.

Kapolres Wonogiri mengemukakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut. Dengan memintai keterangan para saksi dan mengumpulkan barang bukti.

Pimpinan kedua kubu pun sudah bersepakat damai dengan dimediasi Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi. Mediasi dilakukan di Mapolresta Surakarta pada Kamis sore.

"Pelaku pengeroyokan sangat banyak. Kalau pun mereka lari kami akan kejar sampai ketemu," kata dia.

Polisi melakukan penyisiran terhadap anggota perguruan silat yang terlibat pengeroyokan Kasatreskrim Wonogiri
Anggota Polresta Solo melerai kedua perguruan silat yang sedang bertikai di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (9/5). (MP/Ismail)

Terkait kondisi korban, Kapolres menerangkan, Aditia mengalami pukulan di kepala. Pukulan tersebut menyebabkan robek di kepala dan gegar otak. Bahkan hingga saat ini, Aditia belum sadarkan diri.

Lebih lanjut Kapolres menyatakan, bentrokan di Wonogiri hanya dipicu oleh perselisihan kecil antara kedua kubu. Konflik makin meruncing karena adanya pemberitaan di media sosial yang belum tentu kebenarannya, tetapi dianggap benar.

"Ada peristiwa yang bukan dianggap konflik, itu juga dijadikan berita yang diuplod di masing-masing grup dan itu memprovokasi kedua perguruan silat ini agar saling serang," kata dia.

Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate ( PSHT), Murdjoko Hadi Wijoyo meminta anggotaya yang ada di Wonogiri dan Jawa Tengah serta lainnya agar tidak turun ke jalan terkait dengan peristiwa bentrokan yang terjadi di Wonogiri.

"Saya selaku Ketua Umum PSHT mengimbau, melarang anggota PSHT melakukan balas dendam, melakukan tindakan anarkis dan tindakan lain yang melanggar hukum," tegas Murdjoko.

Ucapan senada juga disampaikan Ketua Umum PSH Winongo, Agus Dwiyono Santosa. Ia mengimbau para anggota di tingkat cabang, ranting dan sub ranting agar peristiwa yang terjadi tidak terulang lagi.

"Kita serahkan kepada aparat berwajib. Kami percaya aparat profesional," pinta Agus Dwiyono.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH