Polisi Masih Data Jumlah Korban Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar Pengamanan TKP Bom Gereja Katedral Makassar. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian ledakan yang diduga bom bunuh diri di Geraja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar. Sampai 11.30 WIB, aparat belum memastikan jumlah korban jiwa dan terluka dalam insiden itu.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Pol E Zulpan menegaskan, pihaknya sudah lakukan pengamanan dan menutup beberapa akses jalan untuk memperlancar proses penyelidikan dan penyisiran lokasi ledakan.

Baca Juga:

Bom Bunuh Diri Terjadi di Gereja Katedral Makassar

Ia menegaskan, ledakan yang terjadi pada Minggu pagi ini, masih dalam penyelidikan. Pihaknya, bersama yang lainnya sedang berbagi tugas, ada yang melakukan penyelidikan dan ada mengevakuasi korban luka-luka dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

"Semua masih fokus dulu pada pengamanan keselamatan warga. Ada juga yang bertugas menyisir lokasi dan lainnya. Untuk korban meninggal dan luka-luka itu masih dalam pendataan," ujarnya .

Bom di Gereja Katedral Makassar. (Foto: Antara)
Bom di Gereja Katedral Makassar. (Foto: Antara)

Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Agus Andriyanto menyatakan, laporan sementara ledakan yang terjadi di depan pintu gerbang Gereja Katedral Makassar berasal dari bom bunuh diri. Ledakan di gerbang depan Gereja Katedral Makassar terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

Ia menegaskan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror sesuai tugas fungsinya sudah dalam penanganan membackup kegiatan wilayah koordinasinya. Polda setempat juga pasti akan membantu sepenuhnya agar masalah ini segera bisa dituntaskan.

Selain itu, tim dari Inafis Polri juga sudah membackup Polda setempat untuk penanganan korban.

"Dari Pidum khusus Penanganan Kejahatan antar wilayah juga ikut membackup penanganan kasus tersebut," kata Agus. (*)

Baca Juga:

MUI Kutuk Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Densus 88 Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Klaten
Indonesia
Densus 88 Tangkap 3 Orang Terduga Teroris di Klaten

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu membenarkan ada penangkapan dan penggeledahan tiga terduga terorisme di Klaten oleh tim Densus 88.

[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus

“Laskar FPI Yang Dihajar Massa setelah Ketahuan Belum Membayar Pesanan Nasi Bungkus di Warteg JL. KS Tubun.”

Momentum HUT DKI Ke-494, Ketua DPRD Dorong Ali Sadikin Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Momentum HUT DKI Ke-494, Ketua DPRD Dorong Ali Sadikin Jadi Pahlawan Nasional

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengusulkan kembali gelar pahlawan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Akhir Tahun 2020, Seluruh Imigrasi Jakarta Ditarget Terapkan Paperless dan E-billing
Indonesia
Akhir Tahun 2020, Seluruh Imigrasi Jakarta Ditarget Terapkan Paperless dan E-billing

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Barat mengeluarkan inovasi paperless dan e-billing.

Tak Bentuk TGPF Tewasnya Enam Laskar FPI, Mahfud MD: Itu Urusan Komnas Ham
Indonesia
Tak Bentuk TGPF Tewasnya Enam Laskar FPI, Mahfud MD: Itu Urusan Komnas Ham

Mahfud juga mempersilakan Komnas HAM mengumumkan hasil investigasi mereka

[Hoaks atau Fakta]: Galon Isi Ulang Berdampak Pada Hormonal dan Perilaku
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Galon Isi Ulang Berdampak Pada Hormonal dan Perilaku

Kandungan BPA atau bisphenol-A yang sering ditemukan pada wadah plastik, salah satunya galon isi ulang, tidak akan berbahaya selama memenuhi syarat ambang batas aman.

Sejumlah Peserta Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq Dijadikan Tersangka
Indonesia
Sejumlah Peserta Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq Dijadikan Tersangka

Beberapa orang peserta Aksi 1812 menjalani proses pidana setelah diamankan kepolisian.

UMKM Kesulitan Dapat Kontainer Ekspor
Indonesia
UMKM Kesulitan Dapat Kontainer Ekspor

Kelangkaan kontainer dinyatakan masih menghantui permasalahan logistik saat ini, khususnya di perdagangan ekspor impor. Jika bisa diusahakan, perlu ada tambahan biaya pengiriman yang cukup mahal.

PKS Pertanyakan Dana untuk Impor Beras di Tengah Pandemi
Indonesia
PKS Pertanyakan Dana untuk Impor Beras di Tengah Pandemi

Rencana impor beras yang akan pemerintah lakukan kian mendapat penolakan

Ini Pengakuan Vaksinator Penyuntik Vaksin Kosong
Indonesia
Ini Pengakuan Vaksinator Penyuntik Vaksin Kosong

Polres Metro Jakarta Utara menetapkan EO, vaksinator yang memberikan vaksin kosong berinisial BLP, sebagai tersangka.