Polisi Korek Keterangan Petugas Stadion GBLA Terkait Kematian 2 Bobotoh Kondisi pintu VIP Stadion Gelora Bandung Lautan Api tampak jebol akibat suporter yang membludak di Kota Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

MerahPutih.com - Dua Bobotoh meninggal dunia saat menonton pertandingan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (17/6).

Guna mengusut kasus tersebut, Polda Jawa Barat (Jabar) memeriksa sejumlah petugas stadion sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca Juga

Kronologi Meninggalnya Dua Suporter di Stadion GBLA

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan, pihaknya menelusuri terlebih dahulu faktor penyebab tewasnya dua suporter Maung Bandung. Kemudian, para petugas GBLA tersebut diperiksa dengan proses wawancara.

"Untuk melakukan pendalaman, kami harus tahu dulu faktor penyebab kejadian itu dulu, sehingga baru kami bisa urai kepada siapa yang harus kami periksa lagi," kata Ibrahim di Bandung, Senin (20/6).

Tetapi, Ibrahim belum merinci berapa jumlah petugas GBLA yang diperiksa. Dia hanya menyebut pemeriksaan ini masih pada tahap pendalaman dan belum masuk ke ranah perkara.

"Untuk mendalami keterangan-keterangan dan petunjuk-petunjuk dulu, kalau panitia penyelenggara belum diperiksa," sambungnya dikutip Antara.

Baca Juga

Menpora Minta Insiden Meninggalnya 2 Suporter Diusut Tuntas

Saat ini, garis polisi sudah terpasang di sekitar lokasi tewasnya dua suporter tersebut guna menyelidiki penyebab tragedi.

"Kami sekarang melaksanakan pendalaman di Stadion GBLA, maka areanya kami police line untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Pada Jumat (17/6), dua suporter Persib Bandung diduga tewas akibat berdesakan saat hendak masuk ke GBLA untuk menyaksikan laga Piala Presiden.

Dua pemuda yang menjadi korban meninggal itu bernama Ahmad Solihin asal Cibaduyut dan Sofiana Yusuf anggota Viking asal Bogor. (*)

Baca Juga

Tanpa Penonton, Piala Presiden di GBLA Dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ahli Epidemiologi: Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 Berpotensi Jadi Gelombang Ketiga
Indonesia
Ahli Epidemiologi: Penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 Berpotensi Jadi Gelombang Ketiga

Masuk kasus Omicron baru subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia perlu diwaspadai oleh pemerintah.

Kapolda Metro Rombak Jabatan Puluhan Kapolsek
Indonesia
Kapolda Metro Rombak Jabatan Puluhan Kapolsek

Sejumlah jabatan yang dirotasi dalam Surat Telegram tertanggal 31 Januari 2023 di antaranya puluhan kapolsek dan satreskrim polres jajaran.

Mabes Polri Pastikan Irjen Ferdy Sambo Tak Punya Jabatan Aktif
Indonesia
Mabes Polri Pastikan Irjen Ferdy Sambo Tak Punya Jabatan Aktif

Polri memastikan Irjen Ferdy Sambo sudah tidak lagi bertugas alias dinonaktifkan sebagai Kepala Satuan Tugas Khusus (Kasatgassus).

PKS Usulkan Pemerintah Lakukan Barter Kedelai dengan Batu Bara
Indonesia
PKS Usulkan Pemerintah Lakukan Barter Kedelai dengan Batu Bara

Masyarakat dihebohkan dengan mahalnya harga kedelai yang berimbas pada biaya produksi tahu dan tempe.

Solo Alami Inflasi 0,11 Persen Sepanjang November
Indonesia
Solo Alami Inflasi 0,11 Persen Sepanjang November

Badan Pusat Statistik (BPS) Solo mencatat sepanjang November 2022, Kota Solo mengalami Inflasi 0,11 persen. Hal itu dipengaruhi banyaknya event nasional mulai dari Muktamar Muhammadiyah, Munas HIPMI, sampai Pospenas IX.

KPK Garap 3 Anak Wali Kota Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi
Indonesia
KPK Garap 3 Anak Wali Kota Nonaktif Bekasi Rahmat Effendi

Dalam mengusut kasus ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga anak Rahmat Effendi, hari ini.

Kapolri Didesak Usut Dugaan Pemerasan Libatkan Petinggi Polri
Indonesia
Kapolri Didesak Usut Dugaan Pemerasan Libatkan Petinggi Polri

"Polri memang dalam bekerja tidak boleh berdasarkan asumsi maka untuk membuktikan apakah kabar itu fakta atau hoaks maka Polri harus segera mengecek info tersebut. Informasi itu sangat transparan siapa berperan apa dan itu diyakini berasal dari sumber yang mengetahui langsung atas kejadian tersebut," ujar Santoso

Pakubuwono XIII Geram Tembok Keraton Kartasura Dirusak Warga
Indonesia
Pakubuwono XIII Geram Tembok Keraton Kartasura Dirusak Warga

Meski hanya bisa melihat dari kejauhan, penerus sah trah Mataram Islam ini tampak geram melihat peninggalan leluhurnya itu dirusak oleh seorang yang mengaku pemilik lahan beberapa waktu lalu.

Di Forum Ekonomi Dunia, Indonesia Dorong Perubahan Sistem Perdagangan Komoditas
Indonesia
Di Forum Ekonomi Dunia, Indonesia Dorong Perubahan Sistem Perdagangan Komoditas

Indonesia tidak tinggal diam melihat beragam hambatan terhadap perdagangan dan perekonomian dunia Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN yang memiliki total populasi 600 juta orang.

PKB Tegaskan Masih Berkomitmen dengan Gerindra
Indonesia
PKB Tegaskan Masih Berkomitmen dengan Gerindra

PKB membantah terjadi keretakan dengan Partai Gerindra.