Ketahui Peran John Kei, Polisi: Kan Big Bos John Kei di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6). Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menegaskan John Kei ikut dalam perencanaan penyerangan. Polisi sendiri sudah memetakan peran John Kei dalam kasus tersebut.

"Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei di situ kan big bos. Dari situ kita bisa menduga apa perannya," kata Tubagus, Senin (22/6).

Baca Juga

Ditjen PAS: Pembebasan Bersyarat Jhon Kei Terancam Dicabut

John Kei dan anak buahnya sendiri terancam dijerat pasal berlapis atas penyerangan yang dilakukan. Mereka terancam Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana hingga Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Mulai dari Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 88 KUHP, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP, dan UU Darurat 12/1951.

"Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," jelas Tubagus.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 723K/PID/2013, John Kei divonis 16 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana. Dia kemudian mendapat total remisi 36 bulan 30 hari dan bisa bebas pada 31 Maret 2025.

John Kei di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6). Foto: MP/Kanu

Setelah memenuhi persyaratan, John Kei diberikan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019 lalu.

"Untuk pembebasan bersyarat ini dia (John Kei) memang diberikan setelah para narapidana ini melaksanakan dua pertiga masa tahanan dan yang bersangkutan ini berkelakuan baik," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sujana.

Namun demikian, pihak kepolisian tetap akan melanjutkan proses tindak pidana yang dilakukan John Kei dalam kasus ini. Pihaknya memastikan proses hukum yang bersangkutan dalam kasus ini terus berjalan.

"Inikan jelas yang bersangkutan melakukan tindakan pidana kembali. Jadi kita butuh waktu dalam rangka prosesnya. Jadi prosesnya ini pun akan tetap kita lakukan," pungkasnya.

Baca Juga

Diamankan Polisi, Status Jhon Kei Sedang Bebas Bersyarat

Sebelumnya diberitakan, polisi melakukan penggerebekan terhadap kelompok John Kei di perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020.

Sebanyak 25 orang diamankan. Penggerebekan ini terkait aksi penyerangan di Green Lake City, Kota Tangerang dan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terawan Bikin Vaksin Nusantara, Komisi VI DPR: Jangan Sampai Profit Oriented
Indonesia
Terawan Bikin Vaksin Nusantara, Komisi VI DPR: Jangan Sampai Profit Oriented

Komisi VI DPR membuka ruang pada seluruh masyarakat baik dalam dunia akademis dan medis untuk berlomba-lomba mengembangkan vaksin COVID-19 mandiri.

5000 Alat Deteksi COVID-19 GeNose Bakal Didistribusikan Februari 2021
Indonesia
5000 Alat Deteksi COVID-19 GeNose Bakal Didistribusikan Februari 2021

Satu unit Genose C19 dijual Rp62 juta dan dapat digunakan mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas dengan sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen.

 Hotel Grand Cempaka Disulap Anies Jadi Tempat Inap Tenaga Medis Tangani Corona
Indonesia
Hotel Grand Cempaka Disulap Anies Jadi Tempat Inap Tenaga Medis Tangani Corona

Anies mengatakan, dalam waktu dekat ini ada tiga hotel milik BUMD DKI juga akan segera menyusul, dengan jumlah total 261 kamar tambahan dan 361 tempat tidur.

 Pengamat Bocorkan Sosok Ketua Badan Otorita Ibu Kota Negara
Indonesia
Pengamat Bocorkan Sosok Ketua Badan Otorita Ibu Kota Negara

"Mengingat pembangunan Ibu Kota Negara ini kan memang berat ya, berat dalam arti bahwa itu membutuhkan orang-orang yang kapabilitas dan kapasitas yang mumpuni ya, Ahok mempunyai itu," sambung Trubus.

Gibran Tidak Bisa Membuat Kebijakan Saat Jadi Wali Kota Solo, Ini Penyebabnya
Indonesia
Gibran Tidak Bisa Membuat Kebijakan Saat Jadi Wali Kota Solo, Ini Penyebabnya

Meskipun menjadi Wali Kota Solo, putra sulung Presiden Jokowi tersebut dipastikan tidak akan bisa membuat kebijakan 100 persen saat menjabat.

Bamsoet Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi
Indonesia
Bamsoet Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi

Wakil Ketua Umum Golkar ini mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi

KPK: Vonis Wahyu Setiawan Bukan Akhir Kasus Suap PAW Caleg PDIP
Indonesia
KPK: Vonis Wahyu Setiawan Bukan Akhir Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Wahyu bersama orang kepercayaannya yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina dinyatakan telah menerima suap

Rahayu Saraswati: Balas Hoaks dengan Visi Misi dan Program
Indonesia
Rahayu Saraswati: Balas Hoaks dengan Visi Misi dan Program

Rahayu Saraswati mengaku geregetan, gemas dan prihatin kalau ada anak-anak muda yang apatis terhadap politik, padahal mereka berperan penting terhadap daerahnya.

Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi
Indonesia
Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, hal ini tidak menjamin bahwa kritik dan rekomendasi dari masyarakat sipil dipertimbangkan dan berdampak dalam proses kebijakan.

Sebelum Temui Jokowi di Istana, Sejumlah Menteri Dicek dari Virus Corona
Indonesia
Sebelum Temui Jokowi di Istana, Sejumlah Menteri Dicek dari Virus Corona

Pengunjung mulai dari warga biasa sampai menteri dilarang masuk jika suhu tubuhnya di mencapai 37,5 derajat celcius atau lebih.