Polisi Kembali Panggil Pengacara Djoko Tjandra Jumat Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (kanan) didampingi Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Merahputih.com - Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Bareskrim Mabes Polri. Anita rencananya diperiksa hari ini sebagai tersangka dalam kasus pelarian Djoko Tjandra.

Meski begitu, penyidik tetap melayangkan surat pemanggilan kembali kepada Anita.

Baca Juga:

Kuasa Hukum Upayakan Djoko Tjandra Hadiri Sidang PK

"Anita tetap dilayangkan surat panggilan kedua oleh penyidik untuk hadir hari Jumat untuk didengar keterangan sebagai tersangka," ujar Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, Selasa (4/8).

Argo sendiri mengungkapkan bahwa Anita tidak menghadiri panggilan penyidik hari ini lantaran berbenturan dengan agendanya di LPSK yang waktunya bersamaan dengan jadwal pemeriksaan.

Anita telah mengirim surat kepada Dirtipidum Bareskrim Polri terkait permohonan penjadwalan ulang pemeriksaan.

"Tentunya nanti penyidik akan menjadwalkan ulang dan memanggil yang bersangkutan dengan surat panggilan kedua dan terkait dengan kapan jadwal pemanggilan ulang tentunya sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik," ucap Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono.

Anita Kolopaking (tengah), pengacara terpidana Djoko Soegiarto Tjandra (@a_kolopaking2018)

Anita Kolopaking resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditipidum Bareskrim Polri pada Kamis (30/7) lalu. Penetapan status tersangka tersebut dilakukan penyidik berdasar hasil pemeriksaan 23 saksi dan gelar perkara.

Dalam perkara tersebut, Anita Kolopaking dipersangkakan telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP berkaitan dengan pembuatan surat palsu.

Baca Juga:

Djoko Tjandra ke Pontianak Gunakan Pesawat, Keluar-Masuk Indonesia Lewat Entikong?

Selain itu, dia juga dipersangkakan telah melanggar Pasal 223 KUHP, yakni memberi bantuan atau pertolongan terhadap Djoko Tjandra selaku buronan untuk meloloskan diri. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Diminta Ikuti Menaker, Baco: Gimana Ceritanya Minus Mau Dinaikin
Indonesia
Anies Diminta Ikuti Menaker, Baco: Gimana Ceritanya Minus Mau Dinaikin

Pertumbuhan ekonomi nasional saat ini minus akibat pandemi COVID-19, yang berimbas pada perekonimian daerah di Indonesia.

Ini Alasan Pasien COVID-19 'Kabur' Dari RSD Wisma Atlet
Indonesia
Ini Alasan Pasien COVID-19 'Kabur' Dari RSD Wisma Atlet

Suyanto sudah meninggalkan Wisma Atlet dan berada dirumahnya yaitu di apartemen Mitra Oasis, Kecamatan Senen Jakarta Pusat

Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun
Indonesia
Kerugian Sementara Banjir di Kalsel Capai Rp1,3 Triliun

Citra satelit radar menunjukkan luas wilayah yang tergenang akibat banjir di Kalimantan Selatan sekitar 164.090 hektare.

GoTo Perusahaan Gabungan Gojek dan Tokopedia Catatkan Transaksi 1,8 Miliar
Indonesia
GoTo Perusahaan Gabungan Gojek dan Tokopedia Catatkan Transaksi 1,8 Miliar

Penggabungan dua perusahaan teknologi Indonesia ini, mengklaim mengantongi Gross Transaction Value (GTV) lebih dari USD22 miliar.

Bahas Utang PLN, DPR Bakal Gelar Rapat Gabungan
Indonesia
Bahas Utang PLN, DPR Bakal Gelar Rapat Gabungan

Masalah ini harus segera ditanggapi serius karena sesuai perhitungan, apabila tak dibayarkan, PLN akan segera mengalami kebangkrutan.

Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak
Indonesia
Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak

Djoko Tjandra dalam nota pembelaannya mengklaim tak mengetahui peruntukan uang tersebut

KPK Sidik Dugaan Korupsi Cukai di Pelabuhan Bintan
Indonesia
KPK Sidik Dugaan Korupsi Cukai di Pelabuhan Bintan

Praktik rasuah itu terjadi sepanjang 2016 hingga 2018

KPK Apresiasi Kejagung Ungkap Skandal Korupsi Asabri dan Jiwasraya
Indonesia
KPK Apresiasi Kejagung Ungkap Skandal Korupsi Asabri dan Jiwasraya

"Salut dan respect atas kinerja Kejagung dalam menangani kasus Asabri dan Jiwasraya, itu kerja yang luar biasa dan sangat tidak mudah. Perkara-perkara tersebut adalah coruption big scandal," kata Nawawi

Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding
Indonesia
Jika Tak Puas, Novel Baswedan Diminta Lakukan Banding

Novel adalah orang yang sangat paham dengan hukum. Dia juga aktif di lembaga hukum.

Menteri Airlangga Sebut Vaksin Sinovac Harus Diperiksa BPOM dan MUI
Indonesia
Menteri Airlangga Sebut Vaksin Sinovac Harus Diperiksa BPOM dan MUI

Selain itu juga harus menunggu Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk aspek kehalalannya.