Polisi Janji Tindak WN India yang Bandel Langgar Masa Karantina TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Polisi berjanji akan menindak tegas warga negara asing (WNA) asal India apabila melanggar masa karantina 14 hari yang tengah dilakukan di salah satu hotel di Jakarta Barat.

"Semua dilakukan agar tidak ada varian baru yang masih diteliti, semua masih berjalan dan diproses semoga bangsa Indonesia bisa terbebas dari bahaya virus yang masih meresahkan masyarakat dunia ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meninjau lokasi karantina WNA asal India di Jakarta, Sabtu (24/4).

Baca Juga:

Pemerintah Tutup Penerbangan dari India, Kecuali Kiriman Logistik

Semua WNA asal India tersebut datang dengan menggunakan paspor kartu izin tinggal terbatas (kitas) dan bisnis saat masuk ke Indonesia. Semua WNA asal India tersebut merasa sehat saat perjalanan menuju ke Indonesia.

Meski demikian, Fadil menilai hal itu tidak akan menjamin seseorang negatif COVID-19 ketika tiba di negara atau kota tujuan.

TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
TNI dan Polri melakukan pengamanan di tempat warga negara India yang berada di salah satu hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Sebab, bisa saja di dalam perjalanan itu, orang tersebut terpapar COVID-19 karena bertemu dengan banyak orang yang tidak diketahui kesehatannya.

"Semua dilaporkan tanpa gejala, jadi itu harus diwaspadai. Mereka merasa sehat maka terjadi penolakan. Maka kami terima kasih atas dukungan Satgas, TNI-Polri, apabila ada perlawanan dari mereka karena mereka merasa sehat padahal bawa virus, apabila kena ke orang lain yang punya komorbid akan bahaya," ujar Fadil Imran.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang juga ikut meninjau lokasi karantina menambahkan, rencananya hotel tersebut bakal menampung 141 WNA India untuk jalani isolasi mandiri.

Baca Juga:

Kabur ke Indonesia, Belasan WN India Positif COVID-19

Namun, Dudung mengatakan sampai saat ini baru ada sekitar 90 orang WNA asal India yang jalani isolasi mandiri tersebut.

"Yang sudah masuk di sini sekarang 90 orang. Sisanya ada sekitar 51 orang yang akan masuk karena pindahan dari beberapa hotel yang didata dan dicari," ujar Dudung. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyuap Juliari Ungkap Operator Ihsan Yunus 'Sakti' Urus Kuota Bansos di Kemensos
Indonesia
Penyuap Juliari Ungkap Operator Ihsan Yunus 'Sakti' Urus Kuota Bansos di Kemensos

Harry mengakui banyak dibantu oleh Yogas berkaitan dengan kuota pengadaan Bansos COVID-19 untuk PT Hamonangan Sude dan PT Pertani.

Tim SAR Pelabuhan Merak Lanjutkan Cari Penumpang Kapal Terjun Sabtu Pagi
Indonesia
Tim SAR Pelabuhan Merak Lanjutkan Cari Penumpang Kapal Terjun Sabtu Pagi

Seorang pria penumpang kapal Ferry KMP Nusa Jaya melompat terjun ke laut saat kapal melaju dari Pelabuhan Merak.

PT Sritex Terpilih Jadi Vendor Goodie Bag Bansos Berkat Arahan Pejabat Kemensos
Indonesia
PT Sritex Terpilih Jadi Vendor Goodie Bag Bansos Berkat Arahan Pejabat Kemensos

Teka-teki mengenai PT Sritex sebagai satu-satunya vendor pengadaan goodie bag untuk sembako Bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek akhirnya terungkap

Sertifikat Vaksin Palsu Beredar, Warga Diminta Lapor Polisi
Indonesia
Sertifikat Vaksin Palsu Beredar, Warga Diminta Lapor Polisi

Laporan masyarakat sangat membantu pihak kepolisian dalam membongkar kasus penyalahgunaan sertifikat vaksin yang kerap beredar luas di pasaran.

Anies Percepat Izin Pembangunan Gedung dan Rumah
City Property
Anies Percepat Izin Pembangunan Gedung dan Rumah

Upaya ini dilakukan karena Pemprov DKI meyakini industri properti dapat mendongkrak pemulihan ekonomi di masa pandemi.

Lokasi Ini Jadi Tempat Isolasi Terpusat Bagi Atlet yang Terpapar COVID-19
Indonesia
Lokasi Ini Jadi Tempat Isolasi Terpusat Bagi Atlet yang Terpapar COVID-19

Semua tenaga kesehatan yang sebelumnya bertugas di sana telah melakukan tes PCR

Sekjen MUI Setuju Usul Fadli Zon Provinsi Sumbar Ganti Nama Minangkabau
Indonesia
Sekjen MUI Setuju Usul Fadli Zon Provinsi Sumbar Ganti Nama Minangkabau

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengusulkan perubahan nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Minangkabau.

Mabes Polri Tangkap Salah Satu Buronan Teroris di Jakarta
Indonesia
Mabes Polri Tangkap Salah Satu Buronan Teroris di Jakarta

Mabes Polri memastikan buron kasus terorisme NF sudah diamankan.

Respons Pimpinan KPK Atas Laporan Novel Baswedan Cs ke Dewas
Indonesia
Respons Pimpinan KPK Atas Laporan Novel Baswedan Cs ke Dewas

Laporan dilayangkan karena para pegawai menganggap Firli Bahuri dan empat pimpinan lainnya melanggar sejumlah kode etik dalam pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Gara-gara Hal Ini, Kawasan Kota Tua tak Jadi Dibuka untuk Masyarakat
Indonesia
Gara-gara Hal Ini, Kawasan Kota Tua tak Jadi Dibuka untuk Masyarakat

Kawasan Kota Tua, Taman Sari, Jakarta Barat, tak jadi dibuka untuk masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga pada Sabtu (18/9).