Polisi India Kerja Keras Kuak Misteri Perempuan Rusia dan 2 Anaknya yang Tinggal di Gua, Baru Temukan sang Suami

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 17 Juli 2025
Polisi India Kerja Keras Kuak Misteri Perempuan Rusia dan 2 Anaknya yang Tinggal di Gua, Baru Temukan sang Suami

Nina Kutina saat ditemukan di gua hutan Karnataka.(foto: dok kepolisian Karnataka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — POLISI India masih bekerja menyelidiki seorang perempuan Rusia yangn ditemukan tinggal di sebuah gua bersama dua anaknya di Negara Bagian Karnataka, India Selatan.

Nina Kutina diselamatkan pada 9 Juli oleh polisi yang sedang berpatroli rutin di dekat perbukitan Ramteertha di hutan Gokarna, yang berbatasan dengan daerah wisata Goa. Pihak berwenang menyatakan perempuan berusia 40 tahun tersebut dan dua putrinya, yang berusia enam dan lima tahun, tidak memiliki dokumen yang sah untuk tinggal di India. Mereka kini ditempatkan di pusat detensi untuk warga asing dekat Bengaluru, ibu kota negara bagian tersebut. Mereka akan segera dideportasi.

Meski begitu, teka-teki masih menyelimuti kisah Kutina yang mengaku sudah berulang kali tinggal di gua. Setelah seminggu mereka ditemukan, masih banyak pertanyaan tak terjawab: bagaimana mereka bisa berada di hutan yang dipenuhi ular dan hewan buas, sudah berapa lama mereka tinggal di sana, dan siapa sebenarnya mereka?



Visa Kedaluwarsa



Kutina mengaku lahir di Rusia, tapi tidak tinggal di sana selama 15 tahun terakhir. Ia mengatakan telah bepergian ke banyak negara seperti Kosta Rika, Malaysia, Bali, Thailand, Nepal, dan Ukraina. Kutina juga mengatakan bahwa ia datang dari Goa, dan bahkan pernah tinggal di gua juga di sana. Salah satu putrinya disebut lahir di gua di Goa.

Dalam wawancara dengan PTI, ia mengeluhkan kondisi pusat detensi yang disebutnya seperti penjara. “Kami sebelumnya tinggal di tempat yang sangat baik. Tapi sekarang kami tidak bisa sendirian. Kami tidak bisa ke luar. Di sini sangat kotor dan makanannya tidak cukup,” katanya.

Tidak diketahui secara pasti kapan dan bagaimana Kutina datang ke India.

Baca juga:

Visa Kedaluwarsa Sejak 8 Tahun, Perempuan Rusia Ajak 2 Anaknya Tinggal di Gua di India



Polisi mengatakan Kutina mengaku kehilangan paspornya, tapi dokumen itu ditemukan di sekitar gua. Paspor lama itu sudah kedaluwarsa, menunjukkan ia masuk ke India dengan visa bisnis yang berlaku dari 18 Oktober 2016 hingga 17 April 2017.

Namun, ia tinggal melebihi waktu. Kutina ditangkap setahun kemudian, dan FRRO Goa mengeluarkan izin keluar agar ia meninggalkan India. Berdasarkan cap imigrasi, ia masuk ke Nepal pada 19 April 2018 dan keluar tiga bulan kemudian.

Tidak jelas ke mana ia pergi setelah itu, tapi Kutina mengatakan kepada ANI bahwa secara keseluruhan ia telah mengunjungi setidaknya 20 negara, termasuk empat negara sejak meninggalkan India pada 2018.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia telah kembali ke India sejak Februari 2020. Ia mengatakan kepada PTI bahwa ia kembali karena sangat mencintai India.

Kutina mengakui visanya telah kedaluwarsa beberapa bulan lalu. “Kami tidak punya visa, visa kami sudah habis,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak mengurusnya karena masih berduka atas kematian putranya dan tidak bisa memikirkan hal lain. Kutina mengaku memiliki empat anak dengan usia antara 5 hingga 20 tahun. Ia juga menceritakan tentang anak sulungnya yang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Goa, tahun lalu.

Pejabat menyebut anak keduanya, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, saat ini berada di Rusia dan informasi tersebut telah dibagikan ke konsulat Rusia. Seorang pejabat di Kantor Registrasi Warga Asing (FRRO) India mengatakan kepada BBC bahwa Kutina memang warga negara Rusia, dan akan dipulangkan setelah seluruh proses formalitas selesai.



Suaminya Ditemukan




Pada Selasa (15/7) malam, FRRO menyatakan mereka telah menemukan ayah dari kedua anak perempuan Kutina. Ia merupakan seorang pebisnis asal Israel bernama Dror Goldstein. Ia dikatakan sedang berada di India. Pihak berwenang telah bertemu dengannya serta mencoba meyakinkannya untuk membiayai pemulangan Kutina dan anak-anaknya.

Pada Rabu, Goldstein mengatakan kepada saluran NDTV bahwa Kutina meninggalkan Goa tanpa memberitahunya dan bahwa ia telah melaporkan orang hilang ke polisi. Ia mengatakan ingin mendapatkan hak asuh bersama atas putrinya dan akan berusaha mencegah pemerintah mengirim mereka ke Rusia.(dwi)

Baca juga:

Laporan Kecelakaan Pesawat Air India: Switch Bahan Bakar Dimatikan Secara Sengaja?

#Rusia #India #Berita Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Ia menolak menaruh nanas di atas pizza karena menganggapnya sebagai penghinaan terhadap budaya Italia.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Perkara Nanas di Pizza, Koki Italia Dipecat
Indonesia
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Bareskrim Polri membongkar sindikat TPPO yang merekrut 58 WNI, termasuk mantan TNI dan Polri, menjadi tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp54 juta.
Frengky Aruan - Selasa, 03 November 2026
58 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Gaji Rp 54 Juta dan Bonus 635 Juta
Dunia
Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Sesi foto pada ajang itu dibatalkan setelah para diplomat Eropa menolak berdiri dalam sesi foto resmi bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
  Sesi Foto G20 Dibatalkan, para Menlu Ogah Barengan Sama Menteri Rusia
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Dunia
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global menyebabkan bagian depan gletser, yang dikenal sebagai gletser outlet, mengalami penyusutan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
15 Pulau Anyar Muncul Kawasan Arktik Akibat Pemanasan Global
Indonesia
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
AI menjadi bagian dari agenda transformasi digital yang dibahas dalam pertemuan, termasuk pemanfaatannya untuk pendidikan dan penguatan literasi digital masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Luncurkan 16 Satelit Setiap Tahun, Rusia Inggin Gandeng Indonesia
Bagikan