Polisi Harus Usut Karnaval Anak TK Bercadar dan Bersenjata di Probolinggo Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (Foto: kpai.go.id)

MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepada pendidik di sekolah PAUD, SD, SMP dan SMA untuk tidak menjadikan simbol gerakan radikal dalam dunia pendidikan salah satunya kegiatan karnaval.

"Apalagi jika pemakaian atribut cadar dan replika senjata diniatkan untuk hal serius," Kata Ketua KPAI, Susanto melalui pers rilis, Minggu (19/8).

Hal itu disampaikan Susanto terkait dengan viralnya video pawai dari TK Kartika V 69 yang merupakan binaan Kodim 0820 Probolinggo.

Lebih lanjut, KPAI juga meminta kepada pihak polisi untuk terus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam inisiatif penggunaan atribut cadar dan senjata laras panjang mainan saat karnaval TK Kartika.

foto: Facebook

"Kegiatan seperti ini tak bisa dibenarkan dengan alasan inisiatif yang spontan namun sesungguhnya membutuhkan persiapan yang matang sehingga dilakukan dengan sadar dan penuh tanggung jawab," tuturnya.

Untuk keterangan selanjutnya, KPAI akan memanggil pihak TK Kartika V Kota Probolinggo sebagai penyelenggara dan pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan atribut karnaval yang viral di kalangan masyarakat.

"Masyarakat prihatin dan menyayangkan karnaval anak TK Kartika V mirip atribut ISIS di Suriah. Masyarakat menyayangkan pihak sekolah yang menggunakan anak-anak yang masih polos sebagai propaganda gerakan radikal," tutupnya. (Asp)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH