Polisi Gerebeg Perwira TNI, Kapolresta Malang Minta Maaf Polresta Malang. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Perwira menengah Kolonel Chb I Wayan Sudarsana (Kasubditbinbekhar Sdircab, Pusat Perhubungan AD), menjadi korban penggerebekan atau salah tangkap anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang.

Peristiwa penggerebegan ini, membuat Kapolresta Malang Kombes Leonardus Simarmata meminta maaf kepada I Wayan Sudarsana dan seluruh institusi TNI AD atas tindakan yang dilakukan anggotanya.

Baca Juga:

Sering Operasi Bersama, Brimob Diperintah Perkuat Sinergitas dengan TNI

Wayan menyerahkan proses oknum tersebut ke tempatnya berdinas dan tidak ingin mencampuri urusan penindakan yang akan dilakukan Kapolresta Malang Kota terhadap anggotanya.

"Secara kedinasan saya serahkan kepada bapak Kapolres. Saya tidak tahu prajurit salah itu harus diberi sanksi, saya serahkan ke Bapak Kapolres," ujar Wayan Sudarsana kepada wartawan, Sabtu (27/3).

Kapolresta Malang Leonardus berjanji akan memproses dan memberikan hukuman kepada anggotanya secara kode etik Polri secara transparan agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko menyebut insiden itu adalah kesalahan yang dilakukan anggota Satresnarkoba Polresta Malang Kota.

"Terkait kejadian adanya kesalahan prosedur atau kesalahan SOP yang dilakukan oleh anggota dari Satreskoba Polresta Malang, terkait masalah tindakan kepolisian yang jelas-jelas salah prosedur," kata Gatot.

Peristiwa itu terjadi saat Kolonel Wayan sedang bertugas sebagai Tim Rikmat Bekfas, dan menginap di hotel Regent Malang sekitar Pukul 04.30 WIB, Kamis (25/3). Pagi-pagi buta, kamar hotel Kolonel Wayan tiba-tiba didatangi 4 anggota Satnarkoba Polresta Malang.

Mereka menggedor pintu, setelah dibuka, empat orang yang mengaku polisi itu menerobos memaksa masuk ke dalam kamar. Selanjutnya dengan nada tinggi dan perlakuan yang kasar Kolonel Wayan Sudarsana didorong dan dipaksa duduk di kursi, sampai baju kaus yang dikenakannya robek pada kerah bagian depan.

Saat itu, Wayan sempat menyampaikan bahwa dia adalah Kolonel TNI AD yang sedang bertugas, tapi anggota Satnarkoba Polresta Malang Kota tersebut tetap memperlakukannya dengan kasar.

Selanjutnya, Kolonel Wayan meminta kepada anggota Satnarkoba Polresta Malang Kota untuk menunjukkan surat perintah, dan mereka menunjukkan surat perintah yang ditandatangani oleh Kasat Narkoba Polresta Malang Kota.

Ia sempat minta dipanggilkan anggota Polisi Militer (PM) jika dirinya memang bersalah mengingat dirinya adalah anggota TNI, tapi permintaan tersebut tidak dihiraukan.

Anggota TNI divaksin. (Foto: Antara)
Anggota TNI divaksin. (Foto: Antara)

Empat orang Satnarkoba Polresta Malang Kota tersebut kemudian tetap menggeledah seluruh isi kamar, termasuk isi tas. Namun mereka tidak menemukan barang bukti narkoba seperti yang dituduhkan.

Pukul 05.27 WIB, setelah memaksa melakukan penggeledahan dan tidak menemukan barang bukti, empat anggota Satnarkoba Polresta Malang Kota tersebut meninggalkan hotel.

Setelah kejadian tidak mengenakkan tersebut, Kolonel Wayan kemudian melayangkan komplain ke pihak Hotel Regent karena dianggap tidak menjaga privasi tamu.

Pada hari itu juga, pukul 09.30 WIB, dalam mediasi Kapolresta Malang Kombes Leonardus Simarmata beserta Kompol Anria Rosa Piliang selaku Kasat Narkoba akhirnya menyampaikan permintaan maafnya kepada Kolonel Wayan. (Knu)

Baca Juga:

Kapolri: Jiwa Korsa Tetap Ada

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Bongkar Dana Haram Anies dari Saham Miras
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: DPR Bongkar Dana Haram Anies dari Saham Miras

Ramai di masyarakat kalau DPR telah membongkar dana haram Gubernur Anies Baswedan dari saham minuman keras (miras).

Mendagri Tito Prediksi Corona Berakhir 2022
Indonesia
Mendagri Tito Prediksi Corona Berakhir 2022

"Itu skenario yang paling cepat," kata Tito

Respon Puan Maharani UU Cipta Kerja Mau Dibawa ke MK
Indonesia
Respon Puan Maharani UU Cipta Kerja Mau Dibawa ke MK

Puan mengklaim DPR sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja bersama pemerintah

Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Indonesia
Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia bakal dilanda cuaca ekstrem sepekan ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta waspada.

9 Efek Samping Vaksin COVID Sinovac Hasil Uji Klinis Bandung
Indonesia
9 Efek Samping Vaksin COVID Sinovac Hasil Uji Klinis Bandung

Bahwa vaksin COVID-19 CoronaVac menunjukan, pembentukan antibodi dalam tubuh dan kemampuan dalam membunuh atau menetralkan virus (imunogenisitas).

Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ambroncius Nababan Selama 40 Hari
Indonesia
Polisi Perpanjang Masa Tahanan Ambroncius Nababan Selama 40 Hari

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memperpanjang masa penahanan tersangka kasus penyebaran konten rasis Ambroncius Nababan selama 40 hari sejak hari ini hingga 24 Maret 2021.

Masih Ada Lahan Tersisa di TPU Pondok Rangon dan Tegal Alur untuk Jenazah Terpapar COVID-19
Indonesia
Masih Ada Lahan Tersisa di TPU Pondok Rangon dan Tegal Alur untuk Jenazah Terpapar COVID-19

Untuk Tegal Alur sendiri, masih ada dua hektar lahan liang lahat

Ida Fauziyah Jadi Menteri Keempat Jokowi yang Positif Corona
Indonesia
Ida Fauziyah Jadi Menteri Keempat Jokowi yang Positif Corona

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dinyatakan positif COVID-19.

Mendagri Tito Sebut Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Amanat UU
Indonesia
Mendagri Tito Sebut Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Amanat UU

Ia mengatakan, Pilkada 2024 merupakan amanat UU yang harus dijalankan. Dan, perbaikan dapat dilakukan pasca pelaksanaan, bukan sebelum pilkada dilaksanakan.

Perdayai Orang Tua Eks Wamenlu Dino Patti Djalal,11 Mafia Tanah Ditangkap
Indonesia
Perdayai Orang Tua Eks Wamenlu Dino Patti Djalal,11 Mafia Tanah Ditangkap

Total sudah ada lima pelaku dalam kasus mafia tanah yang dilaporkan pada 22 April 2019