Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Pesta Gay Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers penangkapan gay di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Polda Metro Jaya bakal menggelar reka adegan atau rekontruksi kasus dugaan pesta seks sesama jenis di salah satu apartemen di bilangan Jakarta Selatan.

Dalam rekontruksi, sembilan orang tersangka akan menjalani adegan sesuai peran masing-masing pada Kamis (3/8).

"Nanti siang rencananya sekira pukul 13.00 WIB kami lakukan rekonstruksi kasus dugaan pesta gay," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis (3/9).

Baca Juga

Pesta Gay di Apartemen Kuningan Bermodus Rayakan HUT RI

Rekonstruksi dilakukan di Polda Metro Jaya. Adapun tujuan daripada rekonstruksi menyelaraskan keterangan tersangka dan saksi yang telah dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan kejadian yang sebenarnya terjadi.

"Kami ingin mendapatkan gambaran secara langsung tentang terjadinya sebuah tindak pidana. Dalam hal ini kaitannya dugaan pesta gay di apartemen," ujar dia.

Sebelumnya, polisi mengamankan 56 orang laki-laki yang diduga telah melakukan pesta seks di salah satu apartemen di bilangan Jakarta Selatan pada 29 Agustus 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers penangkapan gay di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: MP/Kanu
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers penangkapan gay di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9). Foto: MP/Kanu

Sembilan diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam pesta seks para gay itu diwajibkan untuk telanjang.

Para peserta juga dikenakan biaya masuk sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu. Uang ditransfer ke rekening TFR, pencetus daripada pesta tersebut.

Baca Juga

Berlangsung Saat Pandemi, Pesta Gay di Apartemen Kuningan Dibongkar Polisi

TRF mengundang para peserta melalui media sosial mereka. Ada dua grup media sosial yang digunakan, yakni grup WhatsApp (WA) dan laman Instagram.

Grup WA beranggotakan sekitar 150 orang. Sementara di laman Instagram ada sekitar 80 yang mengikuti. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenkes: Mayoritas Masyarakat Bersedia Menerima Vaksin COVID-19
Indonesia
Kemenkes: Mayoritas Masyarakat Bersedia Menerima Vaksin COVID-19

Mayoritas publik bersedia menerima vaksin COVID-19

Agar tak Jadi Ajang Kriminalisasi, Kapolri Listyo akan Selektif Terapkan UU ITE
Indonesia
Agar tak Jadi Ajang Kriminalisasi, Kapolri Listyo akan Selektif Terapkan UU ITE

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan selektif dalam penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

Polri Pantau Empat Kabupaten di Papua Terkait Ancaman KKB
Indonesia
Polri Pantau Empat Kabupaten di Papua Terkait Ancaman KKB

Polri memberikan atensi khusus kepada empat kabupaten di Papua terkait ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

400 ASN Pemkot Bandung Terpapar COVID-19
Indonesia
400 ASN Pemkot Bandung Terpapar COVID-19

Sedikitnya 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung terpapar COVID-19. Pemkot Bandung masih melakukan pendataan pada pegawai non-ASN yang terpapar virus corona.

77 Persen Paslon Pilkada Memilih Kampanye Tatap Muka
Indonesia
77 Persen Paslon Pilkada Memilih Kampanye Tatap Muka

77 persen paslon lebih memilih kampanye tatap muka ketimbang kampanye daring.

[HOAKS atau FAKTA]: KPK Meminta Sumbangan Wakaf Lailatul Qadar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: KPK Meminta Sumbangan Wakaf Lailatul Qadar

Beredar poster mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pejabat KPK meminta sejumlah dana untuk sumbangan wakaf lailatur qadar.

DPR Desak BPK Lakukan Audit Kinerja Pada Bulog
Indonesia
DPR Desak BPK Lakukan Audit Kinerja Pada Bulog

Melalui pemeriksaan, Bulog diharapkan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama karena pembiayaan untuk pengadaan beras menggunakan biaya kredit komersial.

Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua
Indonesia
Pemerintah Diminta Bikin Formula Tepat Selesaikan Polemik di Papua

Negara harus memberikan rasa aman dan nyaman agar mereka dapat memiliki kehidupan yang layak.

Kasus Stunting di Solo, Selvi Ananda Blusukan Sosialisasikan Pentingnya Asi Eksklusif
Indonesia
Kasus Stunting di Solo, Selvi Ananda Blusukan Sosialisasikan Pentingnya Asi Eksklusif

"Kami masih ditemukannya kasus stunting (tinggi badan di bawah standar) di Solo. Ini menjadi sorotan saya sebagai Tim Penggerak PKK Solo," ujar Selvi.

Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat
Indonesia
Penunjukan Luhut untuk Tangani COVID-19 di 9 Provinsi Dinilai tidak Tepat

Menurut kata Jerry, seharusnya masuk ranah Satgas Penanganan COVD-19. Sebab, mereka memiliki data sebaran kasus dan rumah sakit agar penanganan lebih efektif.