Polisi Gelar Perkara Tentukan Nasib Raffi Ahmad Cs Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya gelar perkara kasus kerumunan acara ulang tahun ayah Sean Gelael, Ricardo Gelael yang dihadiri presenter kondang Raffi Ahmad dan kawan-kawan.

"Ini memang persangkaannya masih belum ditemukan, tapi akan kami gelarkan (gelar perkara) nanti," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (18/1).

Baca Juga

Polisi Sebut Pesta yang Dihadiri Raffi Ahmad dan Ahok tidak Langgar Prokes

Dia menjelaskan, gelar perkara tersebut tujuannya tak lain guna menentukan status kasus. Pihak kepolisian hendak memastikan apakah kasus ini memenuhi unsur pidana sehingga harus diusut atau tidaknya.

Maka dari itu, polisi mengaku belum bisa berkata lebih jauh. Dia meminta semua pihak bersabar. "Gelar untuk (apakah) ini bisa lanjut atau tidak. Ini akan kami gelarkan," kata Yusri.

Sebelumnya, terkait dengan ramainya foto tersebut, Raffi Ahmad sudah meminta maaf kepada masyarakat termasuk kepada Presiden Joko Widodo.

"Assalamualaikum, saya Raffi Ahmad terkait kejadian tadi malam saya ingin sedikit klarifikasi tapi sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan meminta maaf kepada presiden Jokowi seluruh staf yang ada di sekertariat presiden dan sekali lagi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam," kata Raffi.

Kabid Humas
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: ANTARA

Dijelaskan pula oleh Raffi kronologi yang terjadi semalam bahwa pesta itu berlangsung di rumah pribadi salah satu orang tua temannya. Menurut Raffi Ahmad, sebelum memasuki rumah tersebut mereka yang hadir mengikuti protokol kesehatan. Berikut penjelasan Raffi Ahmad.

"Semalam itu bukan di tempat umum tetapi di rumah pribadi salah satu ayahnya teman saya di situ kondisinya memang sebelum masuk rumahnya mengikuti protokol. Tapi di dalam kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker dan ada yang foto tapi apapun itu saya meminta maaf atas kejadian ini jadi heboh," kata Raffi.

Raffi Ahmad berharap masyarakat tidak mencontoh hal tersebut dan berbuat abai terhadap protokol kesehatan. Ia ingin semua pihak mematuhi 3 M, yakni menjaga jarak, menggunakan masker dan menghindari kerumunan. Raffi berjanji dengan adanya insiden kemarin malam bisa menjadi pelajaran sehingga ke depannya bisa lebih baik. (Knu)

Baca Juga

Bakal Datangi Tempat Raffi Ahmad Kumpul, Polisi: Lagi Koordinasi Sama Pak Camat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Stok Berkurang, Indonesia Berpotensi Impor Beras 2,25 Juta Ton Seperti di 2018
Indonesia
Stok Berkurang, Indonesia Berpotensi Impor Beras 2,25 Juta Ton Seperti di 2018

Jumlah stok beras saat ini masih lebih tinggi kalau dibandingkan dengan stok 2017 yang tercatat sebanyak 900.000 ton.

Pakar: Pandemi COVID-19 Munculkan Sejumlah Persoalan Kesehatan Mental
Indonesia
Pakar: Pandemi COVID-19 Munculkan Sejumlah Persoalan Kesehatan Mental

Pembatasan sosial berpengaruh pada kesehatan mental sebab manusia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Jalanan Jogja Kembali Ramai, Sultan Instruksikan Aparat Bubarkan Kerumunan
Indonesia
Jalanan Jogja Kembali Ramai, Sultan Instruksikan Aparat Bubarkan Kerumunan

Sri Sultan menegaskan aparat harus lebih meningkatkan patroli dijalanan.

Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut
Indonesia
Pencarian Pesawat Sriwijaya Air Diperluas, Tim SAR Fokus di Bawah Permukaan Laut

Tim SAR terus melakukan pencarian korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan utara Jakarta.

Semua Jemaah Tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk ODP, Dikarantina di RS Wisma Atlet
Indonesia
Semua Jemaah Tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk ODP, Dikarantina di RS Wisma Atlet

Ketika rapid test positif, masih harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan swab

Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19
Indonesia
Presiden Jokowi Minta Evaluasi Total PSBB dan Penyaluran Bansos COVID-19

Hal ini perlu observasi mana yang penerapan terlalu over, terlalu kebablasan, dan mana yang masih kendor.

Mahfud MD Pastikan Nama Final Calon Kapolri Diputuskan Kompolnas
Indonesia
Mahfud MD Pastikan Nama Final Calon Kapolri Diputuskan Kompolnas

"Finalnya diputuskan oleh Kompolnas untuk kemudian diserahkan kepada Presiden. Kemudian Presiden meminta pertimbangan ke DPR," ujar Mahfud.

[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona

Narasi yang beredar bahwa suami serta anak dari pedagang perempuan yang meninggal harus dirawat di RSUD Cengkareng dikarenakan tertular.

DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol
Indonesia
DPR Tidak Perlu Bahas RUU Minuman Beralkohol

Pendekatan pelarangan minuman beralkohol dapat memberi dampak negatif untuk peradilan pidana di Indonesia.

Kementerian ESDM Targetkan Pasokan Listrik Energi Terbarukan Capai 11 Ribu MW
Indonesia
Kementerian ESDM Targetkan Pasokan Listrik Energi Terbarukan Capai 11 Ribu MW

Peningkatan porsi bauran EBT disumbang oleh implementasi B30, di mana ada tambahan 2 juta kiloliter biodiesel.