Polisi Gelar Operasi Yustisi dan Antisipasi Preman di Jakarta Pusat Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Jajaran aparat kepolisian melakukan operasi yustisi yakni penegakan protokol kesehatan hingga premanisme di wilayah Jakarta Pusat.

Dua lokasi yang menjadi sasaran adalah kawasan Pasar Baru, Monas, Harmoni hingga Hayam Wuruk. Lokasi tersebut merupakan pusat keramaian.

Baca Juga

Beratas Preman, Polisi Diminta Memililah dan Jangan Asal Tangkap

Operasi ini menyasar kepada kepada pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan berkerumun.

Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom mengatakan, selain operasi prokes dan Yustisi, pihaknya juga antisipasi aksi premanisme di sana.

Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

Hasilnya, ada warga yang tidak patuh dengan prokes, akan diberikan sanksi sosial ataupun administrasi. Setelah diberi sanksi, pelanggar yang tidak pakai masker akan diberikan masker supaya terhindar dari penyebaran COVID-19.

"Kami memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang tidak memakai masker dan atau memakai masker dengan tidak benar diberikan tindakan Push Up untuk lelaki," tutur Alan kepada Merahputih.com, Minggu (13/6).

Terkait dengan aksi premanisme, apabila masyarakat menemukan hal itu untuk segera melapor ke Polsek Sawah Besar.

"Masyarakat jangan takut untuk melapor karena kami siap memberikan keamanan dan kenyaman," tutur Alan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta mengatakan, patroli ini dilakukan karena angka positif COVID-19 di wilayah Jakarta mengalami peningkatan. Terutama dalam beberapa hari terakhir ini.

Selain membubarkan kerumunan, lanjut Budi, pihaknya juga akan menertibkan kendaraan-kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Ulah mereka mengganggu ketertiban umum, atau yang tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar pabrik.

"Penertiban knalpot racing juga kita lakukan agar tidak mengganggu dengan suara kendaraan yang bising," jelas Kade Budi kepada Merahputih.com.

Dalam patroli cipkon ini, sejumlah kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot recing ditilang karena tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.

Selain itu, adapula tempat makan yang masih berjualan dan menyediakan tempat untuk makan di tempat pun diimbau.

Untuk restoran dan tempat kuliner yang masih menyiapkan makan di tempat juga diminta untuk hanya menyiapkan take away atau tidak makan di tempat.

"Karena memang, aturan makan di tempat hanya berlaku sampai pukul 21.00 WIB," jelas Kade Budi.

Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa
Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

Hingga patroli selesai, sebut Budi, tampak kerumunan di kawasan Monas dan beberapa wilayah tampak kondusif. Beberapa kerumunan warga diperingatkan dan diimbau untuk pulang ke rumah.

Karena saat ini, angka COVID-19 di Jakarta masih sangat tinggi dan mencapai 2.455 positif COVID-19 per Sabtu (12/6) lalu.

"Jadi kita minta warga untuk tertib menjaga protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak di tempat umum," pungkas Kade Budi. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Perintahkan Kapolda Gerak Cepat Tindak Aksi Pungli dan Premanisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...
Indonesia
PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...

Yang dikhawatirkan banyak pihak seolah benar. Banyak masyarakat di Ibu Kota yang masih memaksa diri untuk berangkat ke kantor.

PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI
Indonesia
PDIP Bingung Aksi Walk Out Anggota DPRD Diartikan Memusuhi PSI

Aksi walk out sejumlah anggota DPRD DKI mendapat komentar dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

Polri Tanggapi Hasil Temuan Komnas HAM soal Kasus Kematian 6 Pengawal Rizieq
Indonesia
Polri Tanggapi Hasil Temuan Komnas HAM soal Kasus Kematian 6 Pengawal Rizieq

Mabes Polri menanggapi hasil temuan Komnas HAM terkait kasus kematian 6 pengawal pentolan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek arah Karawang.

Ratusan Aparat Jaga Ketat Gedung Pengadilan di Sidang Perdana Rizieq
Indonesia
Ratusan Aparat Jaga Ketat Gedung Pengadilan di Sidang Perdana Rizieq

Sebanyak 659 personel dikerahkan guna mengamankan jalannya persidangan Rizieq Shihab yang berlangsung, Selasa (16/3).

Ogah Resesi, Pemerintah Percepat Penyaluran Anggaran
Indonesia
Ogah Resesi, Pemerintah Percepat Penyaluran Anggaran

Realisasi pembiayaan untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 19 Agustus 2020 mencapai Rp174,9 triliun atau 25,1 persen dari pagu sebesar Rp695,2 triliun.

WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona
Dunia
WHO Peringatkan Masyarakat Dunia Jangan Lelah Lawan Virus Corona

Masyarakat menjadi lelah dengan pandemi virus corona, namun harus tetap waspada dan terus melakukan tindakan pencegahan seraya dunia menunggu sebuah vaksin.

Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Belum Capai 50 Persen
Indonesia
Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Belum Capai 50 Persen

“Ada beberapa kementerian dan lembaga yang penyerapan anggarannya masih di bawah 50 persen, ini masih perlu didorong lagi,” ujar Menko Airlangga.

Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres
Indonesia
Di Depan Mahasiswa UI, Kapolri Sindir Pihak yang Belum 'Move On' dari Pilpres

Ia mengajak Alumni UI untuk melihat peluang bonus demografi di Indonesia

Rekor Tertinggi, Kasus COVID-19 Bertambah 6.267 Sehari
Indonesia
Rekor Tertinggi, Kasus COVID-19 Bertambah 6.267 Sehari

Penambahan pasien terinfeksi virus corona masuki rekor baru. Kali ini, per Minggu (29/11), penambahan terjadi lebih dari 6 ribu orang.

Bupati Terpilih Sabu Raijua Warga AS, KPU Lempar Bola Panas ke Kemendagri
Indonesia
Bupati Terpilih Sabu Raijua Warga AS, KPU Lempar Bola Panas ke Kemendagri

Evi menyebut, dokumen usulan calon bupati dan wakil bupati Sabu Raijua terpilih, yakni Orient P Riwu Kore dan Thobias Uly, sudah diserahkan ke Menteri Dalam Negeri untuk proses pelantikan.