Polisi Duga 'Motif Balas Dendam' Tak Ada Dalam Penyerangan Novel Penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Ia alumnus Akademi Kepolisian pada 1998. ANTARA FOTO/Yulius Wijaya

Merahputih.com - Polisi menyatakan saat ini penyidik masih mendalami keterangan dari kedua tersangka penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Polisi juga membuka kemungkinan untuk memanggil saksi terkait kasus ini.

"Gunanya dilakukan penahanan apa itu 20 hari ke depan adalah untuk menggali mencari jawaban dari pada tersangka, jadi kita bisa nanti bisa melihat maupun nanti kita bisa merangkai peristiwa yang terjadi," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (31/12).

Baca Juga:

Tim Advokasi Ungkap Kejanggalan dalam Penangkapan Dua Oknum Polri Penyerang Novel

"Jadi kita tetap menggali semuanya kalau memang nanti ada perkembangan saksi yang lain perlu diperiksa, akan kita periksa," sambung dia.

Argo menegaskan kepolisian tak pernah menyebut dendam pribadi sebagai motif yang mendasari pelaku kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kita belum pernah mengatakan itu. Dari kepolisian yang terpenting bahwa polisi itu bekerja bukan untuk menghakimi tapi membuktikan pelaku untuk dibawa ke penuntut umum untuk dipersidangkan," tuturnya.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka penyiraman Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah) memberikan keterangan pers terkait tersangka penyiraman Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.

Argo menjelaskan pemeriksaan dilakukan kepada pelaku untuk mendapati kronologi, motif maupun keterlibatan unsur tertentu dalam peristiwa tersebut.

"Tentunya hasil jawaban tersangka disingkronkan dengan petunjuk lain. Semuanya kita analisa dan evaluasi," tambahnya.

Baca Juga:

Oknum Polisi Diciduk Dalam Kasus Novel Diharapkan Tidak 'Pasang Badan' Tutupi Aktor Utama

Argo pun memastikan polisi akan bekerja profesional dan independen dalam menangani kasus Novel.

"Penyidik tidak bisa diintervensi. Jadi biarlah penyidik bekerja. Silahkan penyidik juga akan membuktikan dari pada kasus tersebut," ujar Argo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPR: Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya
Indonesia
Ketua DPR: Keselamatan dan Kesehatan Masyarakat Lebih Penting dari Segalanya

Puan juga menyampaikan duka mendalam, atas gugurnya 100 dokter yang menangani pandemi COVID-19.

Dalih Anak Buah Yasonna Pindahkan Bahar bin Smith ke Lapas Nusa Kambangan
Indonesia
Dalih Anak Buah Yasonna Pindahkan Bahar bin Smith ke Lapas Nusa Kambangan

"Massa simpatisan dalam jumlah besar yang berkeruman sangat rentan terjadinya penyebaran COVID-19 dan telah melanggar protokol Kesehatan Penanganan COVID-19," ujar Rika.

Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah
Indonesia
Waspadai Penumpang "Ilegal", Seluruh Bagasi Bus yang Keluar Jakarta Bakal Digeledah

Viral di media sosial informasi menyebut banyak warga dari Jakarta dan daerah penyangga sengaja bersembunyi di bagasi bus.

Ketika JHL Group Tunjukkan Kepedulian untuk Para Penggali Makam COVID-19
Indonesia
Ketika JHL Group Tunjukkan Kepedulian untuk Para Penggali Makam COVID-19

Kadang keberadaan para penggali makam luput dari perhatian kita. Padahal pekerjaan mereka juga sangat beresiko

Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021
Indonesia
Sisa Waktu 2 Bulan, PSI Minta Anies Tak Menunda-nunda Pembahasan Anggaran 2021

Pembahasan anggaran tersebut sudah terlambat hampir 3 bulan dari jadwal.

[HOAKS atau FAKTA] Kumpul Bareng Pria Bersorban, Anies Disebut Makan Bareng Kumpulan Orang Jawa
Indonesia
Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas
Dunia
Ledakan Besar di Lebanon, 78 Orang Dinyatakan Tewas

Ledakan ini mengingatkan gubernur Lebanon terhadap ledakan Hiroshima dan Nagasaki

Sudah 4 Hari Tidak Ada Kasus Positif Baru di Kabupaten Cirebon
Indonesia
Sudah 4 Hari Tidak Ada Kasus Positif Baru di Kabupaten Cirebon

Total jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Cirebon hingga Minggu (17/5) sebanyak delapan orang

Moeldoko Bocorkan Alasan Jokowi Pilih Komjen Listyo Jadi Kapolri
Indonesia
Moeldoko Bocorkan Alasan Jokowi Pilih Komjen Listyo Jadi Kapolri

Moeldoko memastikan bahwa dalam memilih nama calon Kapolri, Presiden telah membuat penilaian secara luas, baik dari jarak dekat, jarak jauh, penilaian keseharian, hingga pengalaman-pengalaman empiris calon.