Polisi Dinilai Punya Dasar Hukum Tolak Laporan Munarman Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman. ANTARA/Fianda Rassat

Merahputih.com - Pakar hukum Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad menilai polisi tak bisa disebut diskriminatif dalam penegakan hukum lantaran menolak laporan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Polisi dinilai tak menerima laporan karena ada syarat yang tidak dipenuhi Munarman saat melapor.

"Polisi punya dasar hukum dalam menindaklanjuti suatu laporan," kata Suparji Ahmad, dalam keterangannya, Minggu (27/12).

Baca Juga:

Puluhan Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan Laskar FPI Belum Temui Titik Terang

Agar laporan kepada polisi ditindaklanjuti perlu memerhatikan tentang dugaan tindak pidana yang dilaporkan.

Ia mencontohkan, dugaan tindak pidana pencemaran nama baik maka merupakan delik aduan absolut. Sehingga harus yang merasa dirugikan yang dapat melaporkan.

Ketua Barisan Kesatria Nusantara Zainal Arifin melaporkan Munarman dengan dugaan penghasutan dan penyebaran berita bohong terkait penembakan enam anggota Laskar FPI di Tol Cikampek.

Munarman melaporkan balik Zainal Arifin serta seseorang bernama Muhammad Rofii Mukhlis terkait dugaan pencemaran nama baik.

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Namun, polisi menolak laporan Munarman. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya tentu memiliki pertimbangan dan dasar hukum yang jelas untuk menolak suatu laporan.

Sementara itu, anggota Ombudsman RI Adrianus Eliasta Meliala mengatakan saling lapor terjadi dalam fase penyelidikan, yakni ketika faktor bukti awal sebagai pembentuk unsur menjadi penting.

"Polisi tentu akan mencari bukti awal pada fase yang masih cair itu," ujarnya.

Ketika pelapor pertama sudah menyertakan bukti dalam laporan atau polisi sudah memiliki bukti awal yang relevan, tentu mempercepat keputusan polisi untuk menerima atau menolak laporan balik.

Baca Juga:

Keluarga Setuju Komnas HAM Autopsi Ulang 6 Jenazah Laskar FPI

Dalam konteks itu, Adrianus menduga polisi telah memiliki bukti awal bahwa laskar FPI memiliki senjata saat baku tembak dengan polisi.

"Tidak hanya itu, kepolisian kelihatannya juga sudah bersiap ke penyidikan. Sebaliknya, Munarman kemungkinan datang dengan 'polos' saja alias tidak ada hal yang mendukung klaimnya. Jika begitu, tuduhan polisi tidak diskriminatif sulit diterima," pungkasnya. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satu Pedagang Sayur Pasar Beringharjo Yogyakarta Positif COVID-19
Indonesia
Satu Pedagang Sayur Pasar Beringharjo Yogyakarta Positif COVID-19

Petugas kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pedagang berjualan.

Wartawan Merahputih.com Hilang saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Wartawan Merahputih.com Hilang saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja

Jurnalis MERAHPUTIH.COM atas nama Ponco Sulaksono yang bertugas meliput aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law di kawasan Monas Gambir Jakarta Pusat.

Anita Kolopaking Jadi Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo
Indonesia
Anita Kolopaking Jadi Penghubung Djoko Tjandra dengan Brigjen Prasetijo

Anita Kolopaking sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perbantuan pelarian Djoko Tjandra di Indonesia.

Ratusan Juta Data Penduduk Bocor, DPD Desak RUU PDP Segera Disahkan
Indonesia
Ratusan Juta Data Penduduk Bocor, DPD Desak RUU PDP Segera Disahkan

"Harus segera disahkan RUU ini, mengingat RUU PDP ini penting untuk perlindungan data pribadi kita. Ini harus dipastikan," tegas dia.

Ditegur Jokowi Banyak Preman di Tanjung Priok, Polisi Langsung Tangkap Puluhan Orang
Indonesia
Ditegur Jokowi Banyak Preman di Tanjung Priok, Polisi Langsung Tangkap Puluhan Orang

Pasca-teguran Presiden Joko Widodo soal banyaknya keluhan soal premanisme di Tanjung Priok, Polres Metro Jakarta Utara langsung menangkap sejumlah orang diduga preman.

Solo Manufaktur Kreasi Luncurkan Mobil SUV Esemka Garuda 2.0, Berapa Harganya?
Indonesia
Solo Manufaktur Kreasi Luncurkan Mobil SUV Esemka Garuda 2.0, Berapa Harganya?

Rencana peluncuran mobil baru terungkap dalam cuitan akun Instagram media sosial resmi milik PT Solo Manufacturing Kreasi dengan akun @esemkaofficial.

Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19
Indonesia
Keampuhan Donor Plasma Konvalesen Bagi Pasien COVID-19

Maka semakin banyak yang melakukan donor plasma itu sangat baik

Proses Evakuasi Korban Banjir Terkendala karena Warga Enggan Mengungsi
Indonesia
Proses Evakuasi Korban Banjir Terkendala karena Warga Enggan Mengungsi

"Kendalanya ada sebagian masyarakat yang tidak mau ngungsi, karena menjaga hartanya," kata Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Arurrachman

PPDB 2021 Dibuka Hari Ini, Disdik DKI Akui Daya Tampung Siswa Terbatas
Indonesia
PPDB 2021 Dibuka Hari Ini, Disdik DKI Akui Daya Tampung Siswa Terbatas

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 di DKI Jakarta dibuka pada Senin (7/6).

Update Kasus Corona DKI Rabu (7/10): 82.383 Positif, 67.310 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Rabu (7/10): 82.383 Positif, 67.310 Orang Sembuh

Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota, Rabu (7/10).