Polisi Diminta Terbuka dan Adil, PKB: Tidak Terkecuali Pada Abu Janda Permadi Arya alias Abu Janda. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Polisi diminta tidak pandang bulu atau tidak berpihak pada kelompok tertentu dalam perkara dugaan rasis yang dilakukan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, terhadap mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai.

Dalam perkara ini, Abu Janda sudah secara resmi dilaporkan ke Polisi. Nah, kini tugas polisi menindaklanjuti secara terbuka, adil dan berdasarkan pada bukti-bukti.

Baca Juga

Ketum KNPI Duga Bekingan Abu Janda Ingin Merusak NKRI

"Tidak terkecuali pada Abu Janda. Hukum tidak boleh pandang bulu," ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid atau Gus Jazil dikutip dari laman resmi PKB, Minggu (31/1).

Permadi Arya alias Abu Janda (Foto: Twitter @permaditivist)
Permadi Arya alias Abu Janda (Foto: Twitter @permaditivist)

Anggota Komisi III DPR ini meminta semua pihak berhati-hati dalam mengeluarkan ujaran berupa fitnah, hoaks, dan rasis. Dia mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk karena terdiri dari berbagai ras, suku, agama, dan asal-usul.

"Saya pun prihatin, kenapa saat ini kita gampang sekali saling singgung, saling benci dan saling lapor. Perlu juga ditempuh langkah mediasi dan kekeluargaan," tandas Wakil Ketua MPR itu.

Baca Juga

Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda

Sebelumnya, KNPI melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan rasisme ke Pigai. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alat Deteksi COVID-19 Karya Peneliti UGM Bisa Tes 12 Ribu Orang Per Hari
Indonesia
Alat Deteksi COVID-19 Karya Peneliti UGM Bisa Tes 12 Ribu Orang Per Hari

Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, Kuwat berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari.

Polresta Surakarta Larang Konvoi Kampanye, Nekat Berkerumum Dibubarkan Paksa
Indonesia
Polresta Surakarta Larang Konvoi Kampanye, Nekat Berkerumum Dibubarkan Paksa

Polresta Surakarta, Jawa Tengah melarang adanya konvoi saat kampanye Pilwakot Solo berlangsng mulai tanggal 26 September sampai 6 Desember 2020

Hujan Lebat Diprakirakan Guyur Beberapa Daerah di Indonesia
Indonesia
Hujan Lebat Diprakirakan Guyur Beberapa Daerah di Indonesia

BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang dan Tebing Breksi Meningkat Selama Libur Imlek
Indonesia
Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang dan Tebing Breksi Meningkat Selama Libur Imlek

Sejumlah destinasi wisata favorit seperti tebing breksi dan kawasan Kaliurang terlihat ramai pengunjung.

Sudah 3 Bulan Indonesia Alami Deflasi
Indonesia
Sudah 3 Bulan Indonesia Alami Deflasi

Deflasi ini hampir terjadi pada seluruh sektor yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Berlangsung di Tengah Pandemi COVID-19, Aksi KAMI Tuai Kritikan
Indonesia
Berlangsung di Tengah Pandemi COVID-19, Aksi KAMI Tuai Kritikan

Langkah Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menggelar kegiatan di tengah pandemi COVID-19 menuai kritik.

Unair-TNI AD Klaim Temukan Obat Corona, DPR Ingatkan Potensi Terjadi Polemik
Indonesia
Unair-TNI AD Klaim Temukan Obat Corona, DPR Ingatkan Potensi Terjadi Polemik

Untuk menghindari polemik, Dasco mengusulkan dilakukan uji pembanding terhadap obat COVID-19 temuan Unair.

Ditolak Pemerintah, DPR Ngotot Ingin Revisi UU ASN
Indonesia
Ditolak Pemerintah, DPR Ngotot Ingin Revisi UU ASN

Komisi II DPR berpendapat pembahasan mengenai revisi UU ASN ini perlu dilanjutkan dan meminta kepada pemerintah untuk menjelaskan grand design yang komprehensif tentang tata kelola mengenai ASN.

Buat Obat Stres, Pria Malang Nekat Tanam 17 Pohon Ganja di Rumah Ibunya
Indonesia
Buat Obat Stres, Pria Malang Nekat Tanam 17 Pohon Ganja di Rumah Ibunya

Djarot menanam ganja yang diklaim bisa mengurangi stresnya itu di balik plafon rumah ibunya

Pemprov DKI Belum Izinkan Kegiatan Penikahan di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Belum Izinkan Kegiatan Penikahan di Jakarta

Hal itu dikarenakan belum adanya kesepakatan mengenai protokol kesehatan.