Polisi Diminta Gandeng KPK Usut Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). ANTARA FOTO/Aditya Putra

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung Kepolisian mengusut tuntas kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang terjadi pada Sabtu, 22 Agustus 2020 silam.

Apalagi, Korps Bhayangkara menyebut terdapat dugaan pidana dalam kebakaran tersebut sehingga statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"ICW mendukung langkah Kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian terbakarnya gedung Kejaksaan Agung," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Baca Juga:

Jaksa Agung Berkantor di Badiklat Kejaksaan

ICW meminta kepolisian membentuk tim gabungan dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus kebakaran tersebut.

Menurut Kurnia, keterlibatan KPK penting untuk mendalami motif di balik terbakarnya gedung tersebut.

Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)
Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). (ANTARA/Aditya Pradana Putra/foc)

Hal ini mengingat Kejagung sedang mengusut sejumlah perkara korupsi besar, salah satunya perkara dugaan suap, pencucian uang, dan pemufakatan jahat yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari dan terpidana perkara cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

"Yang mana timbul dugaan di tengah publik bahwa ada beberapa barang bukti dalam kasus itu yang ikut dilahap api. Sebagai contoh, CCTV di ruangan jaksa Pinangki," ujarnya.

Baca Juga:

Polri: Nyala Api Terbuka Penyebab Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Kurnia menegaskan, untuk membongkar praktik kejahatan tidak hanya bersandar pada tersedianya dokumen penanganan perkara.

Menurutnya, alat bukti lain juga tak kalah penting. Untuk itu, jika terdapat pihak yang sengaja membakar gedung Kejagung, KPK dapat menerapkan pasal 21 UU Tipikor tentang menghalangi proses hukum atau obstruction of justice.

"Jika memang ditemukan ada pihak atau kelompok tertentu yang sengaja membakar gedung Kejaksaan Agung untuk menghambat penanganan perkara tersebut maka KPK dapat menjerat dengan Pasal 21 UU Tipikor dengan ancaman 12 tahun penjara," tutup Kurnia. (Pon)

Baca Juga:

Polisi Diminta Cari Pelaku Utama Pembakaran Gedung Kejagung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR: Prabowo Kunjungi AS untuk Bahas Alutsista
Indonesia
DPR: Prabowo Kunjungi AS untuk Bahas Alutsista

"Kehadiran Menhan RI ke AS sangat dibutuhkan oleh kedua negara, terutama untuk kerja sama di bidang Alutsista," jelas Syaifullah

Pedagang Positif COVID-19, Pemprov DKI Diminta Lebih Humanis
Indonesia
Pedagang Positif COVID-19, Pemprov DKI Diminta Lebih Humanis

Dia berharap Pemprov DKI Jakarta kampanye secara masif bahwa pasar tradisional aman, pasar sehat

Menko PMK Tekankan Pentingnya Karantina Terbatas Tekan Penyebaran COVID-19
Indonesia
Menko PMK Tekankan Pentingnya Karantina Terbatas Tekan Penyebaran COVID-19

Ia pun menekankan pentingnya karantina terbatas mulai tingkat desa/kelurahan sampai RT/RW untuk menekan penularan corona.

Kesaksian Warga Kwitang saat Kerusuhan, Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Tendang Portal
Indonesia
Kesaksian Warga Kwitang saat Kerusuhan, Polisi Tembakan Gas Air Mata dan Tendang Portal

"Tapi brimob tidak sampai masuk, kalau tidak di portal, pasti masuk. Karena mereka terhalang portal, polisi saja sampai nendang-nendang portal," beber Bambang.

Dana Calhaj Gagal Berangkat Bisa Dikembalikan, Begini Prosedurnya
Indonesia
Dana Calhaj Gagal Berangkat Bisa Dikembalikan, Begini Prosedurnya

Meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Solusi Jakarta Tak Banjir Adalah Tunggu Musim Kemarau
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Solusi Jakarta Tak Banjir Adalah Tunggu Musim Kemarau

Selain itu, akun tersebut menambahkan narasi “Solusi banjir dari pemimpin pujaan kadrun.”

Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina
Indonesia
Reaktif COVID-19, Puluhan Demonstran Tolak Omnibus Law Dievakuasi ke Wisma Karantina

Jika nantinya hasil swab mereka positif, mereka akan tak dibawa ke Wisma Atlet

Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las
Indonesia
Ngaku Tolak Jabatan Wamen PUPR, Rudy Pilih Kembali Lagi Jadi Tukang Las

Di rumah punya bengkel las sendiri. Bengkel ini sudah lama terbengkalai karena kesibukannya sebagai Wali Kota Solo.

Puspomad: Perwira Marinir AL Pelaku Pembunuhan Babinsa TNI AD
Indonesia
Puspomad: Perwira Marinir AL Pelaku Pembunuhan Babinsa TNI AD

Kemas belum bisa menjelaskan lebih lanjut ihwal motif dari pelaku. Pasalnya, saat ini Puspomal juga sedang melakukan penyelidikan.

Pelapor Kasus Dugaan Rasial Guru SMAN 58 Jakarta Mangkir dari Pemeriksaan
Indonesia
Pelapor Kasus Dugaan Rasial Guru SMAN 58 Jakarta Mangkir dari Pemeriksaan

"Pelapor belum memenuhi permintaan klarifikasi," ujar Wakapolres Metro Jakarta Timur, AKBP Stefanus Tamuntuan