Polisi Diminta Cermati Potensi Ancaman terorisme di Tengah Pandemi COVID-19 Ilustrasi: Densus 88 Antiteror Polri menangkap dan menggeledah rumah tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Senin (18/11). (MP/Ismail)

Merahputih.com - Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta meminta aparat tak hanya fokus dalam penanganan COVID-19. Jika 100 persen aparat keamanan terlalu fokus ke penanganan corona, ini bisa jadi celah ancaman terorisme terjadi.

“Saya pikir, aparat keamanan harus tetap waspada untuk mencermati potensi ancaman terorisme, kriminalitas, dan konflik sosial di tengah pandemi COVID-19 ini," kata Stanislaus kepada wartawan, Jumat (22/5).

Baca Juga:

Pemeriksaan Cepat Kunci Sukses Bali Tangani COVID-19

Karena bisa saja, kelompok terorisme ini akan memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksinya. Dalam analisanya, aksi terorisme, kriminalitas, dan konflik massa berpotensi terjadi dengan memanfaatkan pandemi COVID-19.

“Kesibukan pemerintah dalam penanganan COVID-19 bisa menjadi celah bagi datangnya ancaman-ancaman, termasuk gangguan keamanan nasional," katanya.

Terlebih, sebelumnya terjadi beberapa aksi penangkapan yang dilakukan Densus 88 Polri. Fakta ini menunjukkan kelompok teroris seperti dari kelompok Jemaah Anshar Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus aktif dan jadi potensi ancaman dengan memanfaatkan situasi pandemi COVID-19.

Analis intelijen Stanislaus Riyanta duga ada industri farmasi dibalik pandemi corona
Analis intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta (Foto: Dok Pribadi)

Beberepa penangkapan yang dilakukan ini terjadi pada masa pandemi COVID-19 seperti kasus penangkapan empat orang jaringan JAD di Batang, Jawa Tengah pada 26 Maret 2020. Lalu penangkapan satu orang di Kemayoran Jakarta Pusat pada 10 April. Penangkapan dua orang jaringan JAD di Sidoarjo, Jawa Timur pada 11 April.

Apalagi tingkat kriminalitas pada masa pandemi COVID-19 mengalami kenaikan. Polri menyatakan tingkat kriminalitas meningkat sebesar 19,72 persen selama pandemi corona. "Potensi konflik massa juga mesti diwaspadai karena ada kelompok yang mencoba menggali di air keruh dengan melakukan provokasi," terang Stanislaus.

Baca Juga:

BPIP Ajak Masyarakat Bergotong-royong Cegah Penyebaran COVID-19

Polri diminta hati-hati dan bijak dalam menangani pelaku kriminal yang didorong oleh keterdesakan akan kebutuhan hidup mereka, terutama kebutuhan pangan. Mesti ada kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat agar pada masa pandemi ini potensi kriminalitas dan terorisme dapat dicegah.

“Nah untuk masalah pangan ini sangat sensitif dan jika tidak terpenuhi dampaknya bisa berbahaya. Makanya harus hati-hati dan bijak menanganinya," kata Stanislaus. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Banjir dan Longsor Jaksel Renggut Korban Jiwa
Indonesia
Banjir dan Longsor Jaksel Renggut Korban Jiwa

Data sementara dampak dari peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia dua orang lainnya luka-luka.

 Pilkada Serentak Ngotot Digelar Desember 2020 Sebab Peluang Petahana Menang Besar
Indonesia
Pilkada Serentak Ngotot Digelar Desember 2020 Sebab Peluang Petahana Menang Besar

"Nanti khawatir penjabat yang dipilih mengisi kekosongan kepala daerah, akan merugikan partai nonpenguasa," jelas Titi Anggraini.

DPR Minta Densus 88 dan TNI Dikerahkan ke Sigi Sulteng
Indonesia
DPR Minta Densus 88 dan TNI Dikerahkan ke Sigi Sulteng

Peristiwa di Sigi tersebut merupakan kejadian teror yang mengerikan sehingga negara harus segera bertindak tegas.

Ancaman Sri Mulyani Buat yang Tega Tilep Duit Darurat Corona!
Indonesia
Ancaman Sri Mulyani Buat yang Tega Tilep Duit Darurat Corona!

Tindakan korupsi itu mengacaukan upaya penanganan darurat

KPU Kabupaten/Kota Harus Pastikan Ad Hoc Non Partisipan
Indonesia
KPU Kabupaten/Kota Harus Pastikan Ad Hoc Non Partisipan

Pasca adanya Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, DKPP hanya menangani pelanggaran KEPP yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu dari lembaganya permanen.

Peretas Tempo dan Tirto Tak Kunjung Terungkap, Polisi Baru Periksa 3 Tiga Orang
Indonesia
Peretas Tempo dan Tirto Tak Kunjung Terungkap, Polisi Baru Periksa 3 Tiga Orang

Untuk peretasan situs Tirto.id, polisi pun masih memeriksa sejumlah saksi

Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari
Indonesia
Jabar Siapkan Kapasitas Limbah COVID-19 hingga 24 Ton Per Hari

Limbah medis merupakan segala jenis sampah yang mengandung bahan infeksius atau bahan yang berpotensi infeksius.

PKS Tolak RUU Cipta Kerja Ditetapkan Jadi Undang-Undang
Indonesia
PKS Tolak RUU Cipta Kerja Ditetapkan Jadi Undang-Undang

40 tempat usaha di Jakarta Timur berhenti beroperasi setelah ditutup sementara

Pesta Diskon Demi Selamatkan Produk Lokal UMKM
Indonesia
Pesta Diskon Demi Selamatkan Produk Lokal UMKM

Pesta diskon produk lokal UMKM ini, mulai digelar 16 Desember sampai 31 Desember 2020 di www.festivaldiskonnasional.com.

Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas
Indonesia
Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas

Kurang lebih 13.291 meter persegi dari TPU Pondok Ranggon