Polisi Dikritik karena Lalai dan Tak Tegas Soal Pelarangan Natal di Dharmasraya Azas Tigor Nainggolan. (Foto: MP/John Abimanyu)

MerahPutih.com - Pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan mengkritik ketidakhadiran negara dalam insiden pelarangan kegiatan Natal di Dharmasraya, Sumatera Barat.

Menurut Azas, negara harusnya menjamin keadilan dan kesetaraan rakyat dalam beragama.

Baca Juga:

Pernyataan Menteri Agama Soal Polemik Natal di Sumbar Lukai Hati Umat Nasrani

"Negara harus hadir ke tengah rakyat mengajarkan bahwa rakyat harus saling menghormati sesama umat beragama. Negara harus tegas dan tegas menghukum orang-orang yang menjual agama untuk kekuasaan dan memeras," kata Azas dalam keteranganya yang dikutip di Jakarta, Senin (23/12).

Ia mengatakan, kepolisian tidak boleh kompromi dan permisif dengan orang-orang yang melanggar hukum intoleran terhadap pemeluk agama lain.

Kepolisian jangan menyembunyikan perilaku melanggar hukum dan konstitusi.

"Seharusnya juga kepolisian menjamin setiap warga negara dapat berdoa dan mengekspresikan agama dan imannya di mana pun, termasuk di rumah sendiri dan rumah ibadahnya," terang Azas.

Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan (Foto: antaranews)
Azas Tigor Nainggolan (Foto: antaranews)

Azas menyebut, polisi mesti melakukan penegakan hukum atas premanisme agama, yang menghalangi warga negara lainnya berdoa dan mengekspresikan agama-iman kepercayaannya.

"Negara harus kuat dan berani menegakan hukum serta konstitusi yang melindungi setiap warga negaranya beragama serta mengekspresikan iman kepercayaannya secara merdeka," papar dia.

Baca Juga:

PDIP: Isu Pelarangan Natal di Sumbar Sengaja Dihembuskan Jelang Pilkada Serentak

Sementara itu, Mabes Polri menegaskan tidak ada pelarangan ibadah Natal di daerah Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya. Pemerintah kedua kabupaten juga sudah menegaskan tidak ada larangan tersebut.

"Sehubungan adanya pemberitaan tentang larangan melaksanakan ibadah di daerah Sijunjung dan juga Dhamasraya. Pemerintah kabupaten setempat sudah menegaskan bahwa tidak ada larangan itu, tidak ada larangan melaksanakan ibadah," kata Kabagpenum Divhumas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra beberapa waktu lalu.

Adi menyebut, ada konsensus atau perjanjian dengan masyarakat setempat dan pemkab tentang melaksanakan ibadah Natal. Yaitu masyarakat dipersilakan melaksanakan ibadah Natal seperti biasa di tempat ibadah resmi dan juga di rumah secara pribadi.

"Namun, bila ada melaksanakan secara jamaah di rumah diminta oleh pemerintah kabupaten dilaksanakannya di tempat ibadah resmi, jadi sekali lagi tidak ada larangan itu," lanjut Adi. (Knu)

Baca Juga:

Mendagri Tindak Lanjuti Dugaan Pelarangan Natal di Sumatera Barat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
  Terbitkan Pergub, Anies Larang Warga Keluar Masuk Jabodetabek
Indonesia
Terbitkan Pergub, Anies Larang Warga Keluar Masuk Jabodetabek

"Pada intinya pembatasan ini berlaku untuk seluruh Jabodetabek di mana penduduk Jakarta tidak bisa meninggalkan kawasan ini," kata Anies

Prioritaskan KBN Ketimbang APBD, Pengamat Duga DPRD DKI Lagi Kejar Proyek
Indonesia
Prioritaskan KBN Ketimbang APBD, Pengamat Duga DPRD DKI Lagi Kejar Proyek

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, Panitia Khusus (Pansus) KBN DPRD DKI lagi mengejar proyek dari persoalan itu di tengah pandemi

Tak Seperti Anies, Ganjar Belum Berminat Tarik Rem Darurat
Indonesia
Tak Seperti Anies, Ganjar Belum Berminat Tarik Rem Darurat

Pemprov Jawa Tengah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah ekstrem

 6 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional di 2020
Indonesia
6 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional di 2020

Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117 TK Tahun 2020 yang ditetapkan pada 6 November 2020.

Pemkab Tangerang Siapkan 91 TPU untuk Korban COVID-19
Indonesia
Pemkab Tangerang Siapkan 91 TPU untuk Korban COVID-19

Sebanyak 91Tempat Pemakaman Umum (TPU) disediakan Pemerintah Kabupaten Tangerang, berlokasi di 26 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

Yurianto: Pemerintah Siapkan 10 Ribu Tempat Tidur Khusus Pasien COVID-19
Indonesia
Yurianto: Pemerintah Siapkan 10 Ribu Tempat Tidur Khusus Pasien COVID-19

Ada sekitar 7-8 ribu tempat tidur masih ditempati oleh pasien COVID-19.

Anak Buah Luhut Pastikan 500 TKA Asal Tiongkok Tiba di Indonesia Awal Juli
Indonesia
Anak Buah Luhut Pastikan 500 TKA Asal Tiongkok Tiba di Indonesia Awal Juli

Penciptaan lapangan kerja adalah prioritas utama dari pemerintah

Tim Riset Unpad: Tidak Ada Hal Mengkhawatirkan Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19
Indonesia
Tim Riset Unpad: Tidak Ada Hal Mengkhawatirkan Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19

Ketua Tim Riset Uji Klinik Vaksin COVOD-19 Unpad, Dr Kusnandi Rusmil mengatakan, tidak ada hal-hal yang mengkhawatirkan dalam proses uji klinik tersebut.

Update COVID-19 di DKI: 472 Kasus, 43 Meninggal Dunia dan 27 Pasien Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 di DKI: 472 Kasus, 43 Meninggal Dunia dan 27 Pasien Sembuh

Data itu tercatat pada Kamis (26/3) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

 Situasi Diprediksi Pulih Bulan Juni, Kelompok 45 Tahun Ke Atas Diminta Batasi Kegiatan
Indonesia
Situasi Diprediksi Pulih Bulan Juni, Kelompok 45 Tahun Ke Atas Diminta Batasi Kegiatan

Ikrama menyatakan, warga yang rentan terpapar Covid-19 agar tetap bekerja dari rumah, yang kelompok usia di atas 45 tahun.